BPOM Ungkap Potensi Jamu Bagi Kesehatan Modern dan Tembus Pasar Global

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
kepala-bpom-taruna-ikrar-tangkapan-layar-cnbc-indonesia-tv-1779765589961_169

BPOM Reveal Jamu’s Potential in Modern Health and Global Markets

Dailynesia.com – Di Jakarta, Taruna Ikrar, kepala BPOM RI, menyatakan bahwa jamu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi industri strategis yang modern, inovatif, dan kompetitif secara internasional. Ia menekankan bahwa jamu tidak hanya menjadi simbol kebanggaan nasional tetapi juga menjadi bagian dari warisan pengetahuan tradisional yang telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya tak benda dunia. Dengan Key Strategy yang terus diperkuat, BPOM berharap jamu bisa menjadi pilihan utama dalam layanan kesehatan modern.

Strategi untuk Memajukan Industri Jamu

Dalam forum kesehatan CNBC Indonesia, Taruna mengungkapkan bahwa transformasi jamu menjadi produk kesehatan modern harus didasari oleh penelitian ilmiah yang menyeluruh. Perubahan ini sangat relevan mengingat tren global kini semakin menekankan alam, pencegahan penyakit, dan gaya hidup sehat. Menurutnya, masyarakat internasional semakin memilih produk yang terbuat dari bahan alami dan telah terbukti aman. “Key Strategy ini memberi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri jamu secara signifikan,” jelas Taruna. BPOM mencatat bahwa Indonesia memiliki 30 ribu spesies tumbuhan, dari jumlah tersebut sekitar 1.845 spesies telah diidentifikasi sebagai tanaman obat.

Bahkan, negara ini menyimpan hingga 80% dari total tanaman obat di seluruh dunia. “Kita memiliki modal strategis yang luar biasa untuk memperkuat kemandirian kesehatan bangsa melalui pengembangan obat dari bahan alam yang berasal dari sumber daya lokal,” imbuhnya. Dengan Key Strategy yang dijalankan BPOM, jamu bisa menjadi solusi kesehatan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan ekspor ke pasar global.

Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Kualitas Jamu

“Jamu merupakan kebanggaan kita, sehingga harus bisa berkembang menjadi pride of modern health care yang berbasis riset dan inovasi. Transformasi ini sangat penting karena dunia saat ini sedang bergerak menuju trend back to nature, prevention healthcare, dan wellness lifestyle,”

Tantangan utama, menurut Taruna, adalah bagaimana jamu bisa naik kelas menjadi produk yang terjamin keamanannya, memiliki kualitas tinggi, dan dapat bersaing di pasar global. Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah mengambil beberapa Key Strategy penting, seperti pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Fitofarmaka. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses standarisasi jamu, memastikan produk-produk tersebut sesuai dengan standar internasional.

Menurutnya, Key Strategy yang dijalankan BPOM mencakup pembuatan regulasi yang lebih ketat, pelatihan untuk pengusaha jamu, dan penguatan kerja sama dengan lembaga penelitian. “Inovasi teknologi farmasi juga penting agar formulasi herbal bisa lebih stabil, lebih nyaman dikonsumsi, dan lebih diterima oleh generasi muda,” tuturnya. Dengan Key Strategy ini, Indonesia bisa menempatkan jamu sebagai salah satu produk kesehatan yang unggul di tingkat global.

Meski ada dukungan regulasi, ia menegaskan bahwa diperlukan bukti ilmiah melalui uji praklinik dan klinik untuk menegaskan manfaat jamu secara objektif. “Key Strategy dalam pengujian ini akan memastikan bahwa setiap produk jamu memiliki dasar yang kuat dalam dunia medis,” jelas Taruna. Dengan demikian, jamu bisa menjadi alternatif yang lebih terpercaya bagi konsumen di luar negeri.

Kemajuan industri jamu juga ditunjang oleh keberagaman produk yang ditawarkan. Mulai dari jamu tradisional hingga jamu modern dengan bahan-bahan yang telah diproses secara teknologi, Indonesia memiliki potensi untuk mengakui produk lokalnya di panggung internasional. Dengan Key Strategy yang terus diperkuat, BPOM berharap industri jamu bisa menjadi pilar penting dalam ekonomi kesehatan nasional.

Dalam rangka Key Strategy ini, BPOM juga menggencarkan kampanye pemasaran yang menarik bagi pasar global. Misalnya, melalui media sosial dan kolaborasi dengan merek global, jamu Indonesia bisa dianggap sebagai produk yang terkini dan memiliki nilai tambah. “Kita perlu menunjukkan bahwa jamu bukan hanya tradisional, tetapi juga modern dan berbasis riset,” pungkas Taruna. Dengan demikian, Key Strategy ini menjadi jalan untuk menempatkan jamu sebagai bagian dari solusi kesehatan masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY