Kenali Penyebab dan Cara Atasi Anoreksia, Ayah-Bunda Waspada Tanda Ini

5 days ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
ilustrasi-anoreksia-1786798903838_169

Memahami Anoreksia: Tanda, Penyebab, dan Solusi untuk Orang Tua

Dailynesia.com – Orang tua di Jakarta perlu lebih waspada terhadap gangguan makan yang sering kali berkembang tanpa terdeteksi. Kecenderungan memiliki tubuh ideal bisa membuat seseorang melakukan diet berlebihan hingga membatasi asupan makanan secara drastis. Menurut Cleveland Clinic, anoreksia merupakan kondisi di mana penderitanya sangat takut mengalami kenaikan berat badan dan memiliki obsesi kuat untuk tetap kurus. Hal ini mendorong mereka terus mengurangi porsi makan meskipun tubuh sebenarnya membutuhkan nutrisi yang cukup.

Masalah anoreksia kadang muncul tanpa disadari dan kini telah menjadi isu global. Berikut penjelasan lebih mendalam mengenai kondisi tersebut beserta cara pencegahannya, sebagaimana dikutip dari Beautynesia pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Apa Itu Anoreksia Nervosa?

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang menyebabkan seseorang membatasi jumlah makanan karena ketakutan besar terhadap kenaikan berat badan. Meskipun tubuh sudah sangat kurus, mereka sering kali masih merasa gemuk atau belum cukup langsing. Melansir Mayo Clinic, anoreksia bukan sekadar pilihan untuk berdiet atau menurunkan berat badan.

Gangguan ini berkaitan dengan perubahan cara seseorang memandang tubuhnya dan memengaruhi cara berpikir serta berperilaku terhadap makanan.

Karena itu, anoreksia termasuk kondisi kesehatan mental yang membutuhkan penanganan profesional. Perlu diketahui bahwa anoreksia tidak hanya dialami oleh perempuan remaja. Gangguan ini dapat terjadi pada pria maupun perempuan dari berbagai usia dan latar belakang.

Perbedaan Diet Sehat dengan Anoreksia

Sekilas, diet sehat dan anoreksia memang sama-sama bertujuan mengurangi berat badan. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Pada diet sehat, seseorang tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, memiliki target yang realistis, serta tidak merasa cemas berlebihan jika berat badan sedikit berubah. Fokus utamanya adalah menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Sebaliknya, pada anoreksia, dorongan untuk menjadi kurus berubah menjadi obsesi. Penderitanya rela melewatkan waktu makan, membatasi kalori secara ekstrem, berolahraga berlebihan, atau melakukan berbagai cara lain demi mencegah kenaikan berat badan. Ketakutan tersebut tetap muncul meski berat badannya sudah berada di bawah batas normal.

Sebagaimana diulas pada laman Cleveland Clinic, anoreksia berkembang dari pikiran dan perasaan negatif terhadap makanan, berat badan, serta citra tubuh yang akhirnya menguasai kehidupan sehari-hari.

Tanda-Tanda Anoreksia yang Perlu Diwaspadai

Gejala anoreksia tidak hanya terlihat dari perubahan berat badan. Gangguan ini juga memengaruhi kondisi emosional dan perilaku penderitanya. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

Gejala Fisik

– Berat badan turun drastis dan tubuh tampak sangat kurus – Mudah lelah, lemas, dan sering merasa kedinginan – Pusing atau mudah pingsan – Rambut rontok atau menipis – Kulit kering – Detak jantung melambat – Menstruasi menjadi tidak teratur atau berhenti pada perempuan

Perubahan Perilaku

– Terus-menerus menghitung kalori makanan – Sangat takut mengalami kenaikan berat badan – Menghindari makan bersama orang lain – Mengaku sudah makan padahal belum – Berolahraga secara berlebihan – Terobsesi menimbang berat badan atau bercermin – Tetap merasa gemuk meski tubuhnya sudah sangat kurus

Rasa takut berlebihan pada kenaikan berat badan membuat mereka melakukan hal-hal yang tidak biasa, sehingga pada akhirnya akan berdampak pada kondisi kesehatan fisik maupun interaksi sosial. Jika melihat tanda di atas, maka harus dilakukan penanganan segera.

Penyebab Anoreksia

Sayangnya, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab anoreksia. Para ahli meyakini bahwa kondisi ini muncul akibat kombinasi berbagai faktor. Menurut Mayo Clinic, faktor genetik dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami anoreksia. Selain itu, karakter perfeksionis, gangguan kecemasan, maupun kecenderungan obsesif juga berperan dalam perkembangan gangguan ini.

Sementara itu, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa perubahan pada cara kerja otak, termasuk yang berkaitan dengan serotonin dan dopamin, juga diduga ikut memengaruhi nafsu makan, suasana hati, serta kemampuan mengendalikan impuls. Di samping itu, tekanan lingkungan, standar kecantikan, hingga paparan media sosial juga menjadi faktor pemicu yang signifikan.

Frequently Asked Questions

What is Kenali Penyebab dan Cara Atasi Anoreksia?

Kenali Penyebab dan Cara Atasi Anoreksia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kenali Penyebab dan Cara Atasi Anoreksia matter?

Kenali Penyebab dan Cara Atasi Anoreksia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category