Dukungan ke Infantino Rontok Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Dailynesia.com – Dukungan ke Infantino Rontok Jelang pemungutan suara Maret mendatang menjadi sorotan utama dunia sepak bola. Dalam hitungan pekan, sejumlah federasi nasional dan figur berpengaruh di Dewan FIFA secara resmi mencabut sokongan mereka terhadap pencalonan kembali sang presiden. Gelombang penarikan ini mengguncang posisi Gianni Infantino yang membidik masa jabatan keempat hingga tahun 2031.
Kepergian Lamour Jadi Pemicu Krisis
Titik balik krisis berakar pada hengkangnya Kevin Lamour, Kepala Operasional FIFA, yang secara terbuka menentang rencana komersial kontroversial. FIFA mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa Lamour telah keluar dari organisasi. Kepergiannya terjadi beberapa pekan setelah ia melontarkan kritik tajam terhadap skema untuk melepas sebagian saham atas hak komersial Piala Dunia serta turnamen-turnamen lainnya kepada investor eksternal.
Lamour sebelumnya menyatakan bahwa para staf telah “diperdaya” dalam proses perumusan rencana tersebut. Ia bahkan melabeli proyek itu sebagai inisiatif yang pada dasarnya digerakkan oleh satu orang saja.
Csanyi: Pemecatan Lamour Adalah “Pemicu Terakhir”
Reaksi paling keras datang dari Sandor Csanyi, Wakil Presiden FIFA sekaligus anggota Dewan dari Hungaria. Dalam surat kepada sang pemimpin dan dilihat oleh Reuters, Csanyi menyebut pemecatan Lamour sebagai:
“pemicu terakhir” dari kekecewaannya terhadap kepemimpinan FIFA.
Csanyi menegaskan bahwa Lamour menjalankan tugasnya dengan standar profesional dan etika tinggi serta memberikan kontribusi penting terhadap transparansi organisasi. Ia menilai pemecatan semata-mata karena kritik terhadap rencana komersial memperlihatkan persoalan serius dalam penilaian profesional dan tata kelola. Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait surat tersebut.
Kritik Berdatangan dari Puncak Konfederasi
Csanyi bukan satu-satunya pejabat senior yang melontarkan ketidakpuasan. Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, serta Presiden CONCACAF Vittorio Montagliani turut menyampaikan kritik keras terhadap arah kebijakan sang presiden. Dengan kata lain, dukungan ke Infantino rontok jelang pemungutan suara bukan hanya dari level nasional, tetapi juga dari puncak konfederasi benua.
Montenegro, Wales, dan Israel Cabut Sokongan
Dari Balkan, Dejan Savicevic—anggota Dewan FIFA sejak 2017 sekaligus Presiden Asosiasi Sepak Bola Montenegro—mengumumkan bahwa negaranya telah menarik kembali surat komitmen yang sebelumnya diberikan. Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström, Savicevic menyebut perkembangan terbaru sebagai:
“sangat mengkhawatirkan.”
Ia menyoroti kurangnya komunikasi dan transparansi, bukan hanya terhadap asosiasi anggota, tetapi juga terhadap anggota Dewan dan struktur internal. Savicevic menilai berbagai usulan belakangan memperlihatkan kerentanan serius dalam tata kelola, baik di tingkat politik maupun administratif. Asosiasi Sepak Bola Montenegro, lanjutnya, sejalan dengan sejumlah asosiasi Eropa dan UEFA yang menuntut peninjauan menyeluruh terhadap tindakan pimpinan.
Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) tercatat sebagai federasi nasional pertama yang secara resmi mencabut posisinya. Kepala Eksekutif FAW Noel Mooney menyampaikan kepada BBC bahwa sang presiden seharusnya mempertimbangkan pengunduran diri setelah rencana penjualan sebagian aset komersial kepada investor ekuitas swasta gagal terealisasi. Laporan The Guardian juga mengonfirmasi bahwa Israel telah menarik sokongannya, sebuah keputusan bulat setelah pertemuan d
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dukungan ke Infantino Rontok Jelang Pemilihan?
Dukungan ke Infantino Rontok Jelang Pemilihan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dukungan ke Infantino Rontok Jelang Pemilihan matter?
Dukungan ke Infantino Rontok Jelang Pemilihan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

