Kajian Sains Soal Pelihara Kucing di Rumah, Benarkah Bermanfaat?
Dailynesia.com – Penelitian terkini dari berbagai negara mengungkap manfaat nyata dalam memiliki kucing sebagai hewan peliharaan di lingkungan rumah. Aktivitas sederhana seperti menyentuh, bermain, atau mendengarkan suara kucing dapat memengaruhi reaksi tubuh manusia, termasuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kenyamanan emosional.
Manfaat untuk Kesehatan Fisik
Menurut penelitian di Australia yang melibatkan 5.741 responden, penggemar kucing memiliki kecenderungan tekanan darah lebih rendah dibandingkan orang yang tidak memiliki hewan peliharaan, terlepas dari faktor sosioekonomi atau berat badan mereka.
Pengurangan Gejala Stres
Kucing dapat memicu produksi endorfin, hormon yang membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan suasana hati. Interaksi fisik dengan kucing, seperti memeluk atau mengelus bulu, selain memperkuat hubungan emosional, juga bisa memperbaiki kesehatan mental melalui aktivitas fisik.
“Saat seseorang berinteraksi dengan kucing, terjadi peningkatan kadar oksitosin dalam darah,”
dilaporkan dalam riset oleh Allen et al. (2020). Hormon ini sering disebut sebagai “hormon cinta” dan terbukti meningkatkan rasa rileks serta kebahagiaan.
Manfaat bagi Anak-anak
Para orang tua yang memiliki kucing melaporkan ikatan emosional kuat antara anak-anak mereka dan hewan peliharaan. Penelitian di University of Missouri menemukan bahwa kehadiran kucing meningkatkan interaksi sosial anak penderita autisme secara signifikan.
Mencegah Penyakit Jantung
Studi dari Pusat Penelitian Universitas Minnesota mengungkap bahwa pemilik kucing memiliki risiko meninggal akibat penyakit jantung 30-40% lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak memelihara kucing. Observasi dilakukan selama 10 tahun dengan sampel 4.435 partisipan.
Pengobatan Nyeri Fisik
Suara mendengkur kucing, yang biasa disebut purring, terbukti bermanfaat dalam meredakan nyeri tulang, sendi, dan otot manusia. Frekuensi getaran dengkuran ini berada di rentang 20-140 Hz, yang sesuai dengan frekuensi gelombang yang mampu menenangkan sistem saraf.
Membangun Kesehatan Mental
Bermain dengan kucing dalam sesi terapi mengurangi kadar kortisol dan hormon stres di tubuh manusia. Partisipan yang berinteraksi dengan kucing melaporkan penurunan signifikan kecemasan dan perasaan lebih tenang.
Penguatan Sistem Imun
Kucing juga berkontribusi pada penguatan sistem kekebalan tubuh anak-anak. Riset menunjukkan bahwa anak yang secara dini bersentuhan dengan kucing atau anjing lebih sedikit mengalami infeksi, alergi, serta gangguan pernapasan.

