Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
c21dfaac-8343-4c29-a0f7-99e1b9de5774-0

Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

Dailynesia.com – Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa banyak mahasiswa mengalami penyesalan setelah menyelesaikan pendidikan. Survei yang dilakukan oleh ZipRecruiter mencakup 1.500 alumni dan menyoroti jurusan-jurusan tertentu yang dinilai kurang memenuhi harapan di dunia kerja. Penting untuk memahami alasan di balik kekecewaan ini sebelum mengambil keputusan akademik.

Alasan Penyesalan Setelah Lulus

Beberapa jurusan ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan keterampilan atau kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Menurut Sinem Buper, ekonom ZipRecruiter, “Saat lulus, mahasiswa sering merasa bahwa jurusan yang dipilih tidak memberikan peluang karier yang memadai. Gaji rendah dan tingginya persaingan menjadi faktor utama yang menyebabkan penyesalan.” Kondisi ini semakin kritis dalam era keterbukaan informasi dan perubahan kebutuhan industri.

Daftar 10 Jurusan yang Paling Disesali

1. Jurnalisme (87%) Jurusan ini kerap disesali karena dianggap kurang menjamin stabilitas karier. Meski menawarkan peluang dalam bidang media, persaingan di industri jurnalistik yang semakin ketat membuat banyak lulusan merasa kesulitan menemukan pekerjaan yang layak, terutama di tengah krisis media digital dan pengurangan anggaran.

2. Sosiologi (72%) Lulusan sosiologi sering kesulitan mengarahkan karier karena kurangnya fokus pada keterampilan praktis. Meski mengembangkan kemampuan analitis, bidang ini dianggap terlalu teoretis dan tidak selalu sesuai dengan kebutuhan industri.

3. Seni (72%) Kekecewaan terhadap jurusan seni berada pada tingkat yang signifikan. Banyak lulusan mengeluhkan kurangnya jaminan penghasilan, terutama jika mereka tidak memiliki jaringan atau kesempatan untuk mengeksploitasi kreativitas secara profesional.

4. Komunikasi (64%) Meski komunikasi dianggap penting, beberapa lulusan merasa bidang ini tidak memberikan kejelasan dalam jalur karier. Keterampilan yang dipelajari cenderung umum dan tidak spesifik, sehingga membuat mereka sulit menonjol di pasar kerja.

5. Pendidikan (61%) Lulusan pendidikan sering menyesal karena peluang karier yang terbatas. Di tengah tantangan kebijakan pendidikan dan kompetisi yang tinggi, banyak yang merasa kurang memenuhi harapan akan peran yang relevan dan gaji yang sesuai.

6. Manajemen Marketing + Riset (60%) Bidang ini menggabungkan dua disiplin yang berbeda, sehingga terkadang menimbulkan kebingungan dalam pembelajaran. Lulusan sering kesulitan menyelaraskan kompetensi antara manajemen dan riset, terutama di tengah persaingan yang sengit dalam industri pemasaran.

7. Pendamping Medis (56%) Meski menyediakan pelatihan untuk bidang kesehatan, banyak lulusan merasa jurusan ini tidak cukup memenuhi harapan mereka. Keterbatasan peran dan persaingan dengan profesi medis lainnya menjadi penyebab utama penyesalan.

8. Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%) Banyak lulusan ilmu politik mengeluhkan kurangnya keterampilan teknis yang diberikan. Di tengah dinamika politik yang kompleks, mereka sering kesulitan mengarahkan karier ke jalur yang stabil dan berpenghasilan tinggi.

9. Biologi (52%) Jurusan biologi dinilai kurang memenuhi harapan karena kesulitan menghubungkan teori dengan praktik kerja. Meski relevan untuk bidang kesehatan dan lingkungan, keterbatasan peluang di dunia usaha menjadi faktor kekecewaan.

10. Sastra Inggris (52%) Kurangnya kejelasan penggunaan keterampilan dalam bidang profesional menyebabkan kekecewaan bagi banyak lulusan. Meski memperkaya kemampuan bahasa, jurusan ini dianggap tidak langsung memberikan manfaat ekonomis.

Langkah untuk Mengurangi Penyesalan

Important Visit – Meski ada kekecewaan, tidak semua jurusan ini akan menyesal. Lulusan bisa mengatasi tantangan ini dengan memperluas pengetahuan, mengambil kursus tambahan, atau membangun jaringan profesional. Pemilihan jurusan yang tepat sejak awal juga penting untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja.

MORE FROM THIS CATEGORY