Lace Is Back, Berikut Tips Styling-nya di Shopee
Dailynesia.com – Sebuah historic moment terjadi di dunia fashion Indonesia, di mana kain renda atau lace kembali menjadi pusat perhatian. Yang dulu hanya dianggap sebagai elemen dekoratif di dalam lemari nenek atau sebagai taplak meja, kini tren ini menyentuh generasi muda dengan gaya yang lebih segar dan modern. Terlebih di tengah era 2026, trend lace menawarkan keseimbangan antara nostalgia dan inovasi, menghadirkan kesan feminin sekaligus edgy. Platform e-commerce seperti Shopee berperan penting dalam mempopulerkan tren ini dengan berbagai koleksi yang kreatif dan terjangkau.
Pengaruh Brand Lokal di Shopee
Perkembangan trend lace 2026 tidak terlepas dari keberhasilan merek lokal yang mampu menyesuaikan desain klasik dengan selera generasi muda. Dalam Shopee, kain renda kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pakaian transparan dengan detail elegan hingga rok dengan lapisan lace yang dinamis. Penampilan yang terjangkau namun tetap estetik memberi ruang untuk eksperimen, membuat fashion ini lebih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak koleksi baru juga memadukan motif renda dengan bahan modern seperti denim atau kain katun, menambah dimensi gaya yang unik.
“Kehadiran merek lokal di Shopee membuka peluang bagi banyak penggemar untuk menjelajahi kain renda tanpa batas,” kata Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, pada Kamis (28/5/2026). Ia menambahkan, inovasi desainer muda berperan besar dalam merevitalisasi tren ini, membuatnya lebih inklusif dan cocok untuk berbagai situasi.
Cara Gen Z Mengaplikasikan Tren Renda di 2026
Dalam era historic moment ini, Gen Z tidak hanya mengadopsi lace sebagai bagian utama pakaian, tetapi juga sebagai aksen yang cerdas. Mereka memadukan tekstur renda dengan item kasual, seperti jeans, hoodie, atau celana panjang, untuk menciptakan penampilan yang berbeda. Gaya ini mencerminkan keinginan untuk tetap tampil feminin tanpa terkesan kaku. Contohnya, menggabungkan cardigan renda dengan celana jeans cargo atau menggunakan jaket lengan panjang dengan detail lace di lengan menambah kesan playful.
Di Shopee, penggunaan kain renda menjadi lebih fleksibel. Misalnya, rok lace bisa ditemukan dalam berbagai ukuran dan warna, mulai dari warna netral hingga pastel yang menarik. Kombinasi ini memungkinkan Gen Z mengeksplorasi berbagai nuansa tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Selain itu, trend ini juga mendorong munculnya desain yang lebih multifungsi, seperti pakaian renda yang bisa diubah menjadi outerwear atau innerwear tergantung suasana.
Beberapa Tips Styling Renda yang Tren di 2026
1. Historic Moment ini menunjukkan bahwa lace bisa menjadi elemen yang membawa perubahan. Contoh sederhana adalah menggabungkan pakaian dengan detail renda dengan bahan yang lebih kasual, seperti polos atau jeans. Ini menambah kedalaman visual tanpa kehilangan kesan nyaman. Merek seperti MORNINGSOL dan Shopatvelvet menyajikan koleksi yang bisa dipadukan dengan berbagai gaya.
2. Permainkan warna dan tekstur dengan pintar! Kombinasi warna kontras atau pastel bisa menciptakan efek yang menarik. Misalnya, memakai kemeja berwarna terang dengan detail lace di bagian leher atau lengan. Atau menggabungkan camisole renda dari brand lokal dengan sweater oversized yang kasual. Pendekatan ini memastikan bahwa kain renda tidak hanya sebagai elemen dekoratif, tetapi juga menjadi bagian integral dari gaya pribadi.
3. Coba lapisan lace yang memberi kesan ceria! Menggunakan cardigan atau jaket lengan panjang dengan detail renda di dalam pakaian kasual seperti hoodie atau kaus oblong bisa menciptakan dimensi yang menarik. Tekstur transparan ini memperkaya tampilan, terutama ketika dipadukan dengan bahan seperti denim atau kulit sintetis. Dengan strategi ini, Gen Z bisa mengeksplorasi berbagai gaya tanpa merasa terbatas.
Ekspansi Koleksi Renda di Shopee
Platform Shopee terus mengembangkan koleksi kain renda untuk menyesuaikan selera generasi muda. Produk-produk yang hadir tidak hanya terbatas pada pakaian wanita, tetapi juga mencakup koleksi untuk pria, seperti kemeja dan kaus dengan detail renda. Ini menunjukkan bahwa trend ini tidak hanya sekadar untuk wanita, tetapi juga menjadi bagian dari fashion yang lebih inklusif. Selain itu, Shopee juga memperkenalkan koleksi dengan warna yang lebih beragam, seperti biru pastel, merah muda, atau warna-warna yang mencerminkan trend tahun ini.
Contoh lain adalah hadirnya pakaian renda dengan desain yang sengaja menciptakan kesan berbeda. Misalnya, celana panjang dengan detail renda di bagian samping atau jaket dengan lapisan renda di lengan. Kombinasi ini memungkinkan penggunaan kain renda dalam berbagai situasi, dari formal hingga kasual. Dengan berbagai pilihan ini, Gen Z bisa menyesuaikan trend lace dengan kebutuhan dan selera pribadi mereka.
Penutup: Masa Depan Tren Renda
Dalam historic moment fashion 2026, kain renda tidak lagi dianggap sebagai pakaian yang kaku. Justru, ia menjadi simbol kreativitas dan inovasi di dunia mode. Kehadiran merek lokal di Shopee memastikan bahwa tren ini bisa diakses oleh berbagai kalangan, baik yang ingin tampil feminin maupun menciptakan gaya edgy. Dengan berbagai tips styling yang disajikan, Gen Z kini lebih percaya diri untuk menggabungkan lace dalam penampilan sehari-hari. Masa depan tren ini terlihat cerah, karena mampu menciptakan keseimbangan antara tradisi dan modernitas.

