6 Makanan Tak Boleh Dikonsumsi Keluarga Kerjaan Inggris & Alasannya

3 months ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
0d536e6c-d412-4dd2-b20a-2a3c9d2763bc-0

6 Makanan yang Tidak Disajikan di Keluarga Kerajaan Inggris & Penjelasannya

Makanan Laut Mentah

Dailynesia.com – Keluarga kerajaan Inggris kerap menghindari konsumsi kerang serta seafood mentah, seperti tiram atau udang, terutama saat melakukan perjalanan internasional. Hal ini dilakukan sebagai upaya meminimalkan risiko keracunan makanan, seperti yang dijelaskan oleh mantan kepala pelayan kerajaan, Grant Harrold. Meski demikian, Darren McGrady, mantan koki kerajaan, pernah menyebutkan bahwa Queen Elizabeth II tetap menyantap scallop dan udang dalam beberapa kesempatan. Menurutnya, aturan ini lebih bersifat pencegahan daripada larangan mutlak.

Daging Setengah Matang

Menu yang menggunakan daging mentah atau setengah matang, seperti steak tartare, juga tidak sering ditemukan di meja makan keluarga kerajaan. Dalam bukunya *Eating Royally*, McGrady menjelaskan bahwa Ratu Elizabeth II lebih menyukai daging yang dimasak matang sempurna. Selain faktor rasa, daging matang dianggap lebih aman untuk menjaga kesehatan, terutama mengingat jadwal padat dan kesibukan publik yang mengharuskan keluarga kerajaan selalu tampil keren.

Bawang Putih dan Bawang Mentah

Salah satu aturan yang paling terkenal dalam lingkungan kerajaan adalah penghindaran bawang putih. Queen Camilla membenarkan hal ini saat menghadiri MasterChef Australia tahun 2018, mengatakan bawang putih dijauhi untuk mencegah aroma napas yang bisa mengganggu penampilan di acara resmi. Selain itu, bawang mentah juga jarang digunakan di dapur istana, berdasarkan pernyataan McGrady.

“Bawang putih dihindari agar tidak mengganggu kesan anggun saat bertemu publik,” kata Queen Camilla.

Foie Gras

King Charles III menetapkan larangan terhadap penyajian foie gras, makanan khas Prancis yang terbuat dari hati bebek atau angsa yang digemukkan secara paksa. Proses produksinya menuai kritik karena dianggap tidak manusiawi. Keputusan ini dinilai selaras dengan kepeduliannya terhadap kesejahteraan hewan dan pertanian berkelanjutan.

Buah di Luar Musim

Ratu Elizabeth II dikenal memilih buah musiman, seperti stroberi yang tidak dihidangkan di musim dingin hingga saatnya panen alami. Keluarga kerajaan percaya buah yang sesuai musim lebih segar dan memiliki rasa yang lebih baik. Kebiasaan ini juga terkait erat dengan tradisi pertanian di perkebunan seperti Sandringham House dan Balmoral Castle, yang memproduksi bahan pangan sendiri.

Gula Olahan dan Pemanis Buatan

Raja Charles III lebih memprioritaskan pola makan sehat dengan mengurangi penggunaan gula olahan dan pemanis buatan. Ia memilih madu atau buah sebagai alternatif alami, disertai gandum utuh, sayuran, serta protein rendah lemak. Berbeda dengan Charles, Ratu Elizabeth II dikenal sebagai pecinta cokelat. McGrady menyebutnya sebagai orang yang menyukai pemanis dari bahan alami, meski porsinya tetap terkendali.

Dibalik aturan-aturan tersebut, keluarga kerajaan Inggris mempertimbangkan berbagai aspek: kesehatan, etika, tradisi, dan citra publik. Setiap pilihan makanan di istana dirancang secara detail untuk menjaga keseimbangan antara keharusan memperlihatkan keanggunan dan keamanan dari risiko kesehatan, seperti gangguan aktivitas resmi atau keluhan dari pihak luar.

MORE FROM THIS CATEGORY