10 Negara Asia Paling Percaya Hal Mistis – Malaysia Nomor 1

2 months ago  ·  4 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
ilustrasi-kemenyan-1747719468506_169

Keyakinan Terhadap Hal Mistis di Asia: Malaysia Tertinggi

Dailynesia.com – Sebuah survei terbaru yang dilakukan Pew Research Center pada tahun 2025 menunjukkan bahwa sejumlah negara Asia masih memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sihir, kutukan, dan ramalan masa depan. Hasil riset ini menarik perhatian karena menyoroti bagaimana kepercayaan terhadap fenomena mistis masih berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut. Dalam daftar yang disusun, Malaysia mengungguli negara lain dengan persentase keyakinan terbesar, sementara Jepang menjadi yang paling rendah. Berikut adalah penjelasan lengkap dari laporan tersebut.

Malaysia: Negara dengan Keyakinan Terbesar

Malaysia menjadi negara pertama dalam daftar ini, dengan 61% responden menyatakan percaya pada praktik sihir, kutukan, maupun metode ramalan masa depan. Kepercayaan ini terbentuk dari pengaruh budaya lokal yang menggabungkan tradisi Islam, kepercayaan animis, serta pengaruh kebudayaan Asia Tenggara yang kaya akan mitos. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak warga Malaysia yang menggunakan bantuan dari ilmu mistik, seperti penggunaan ritual pengasihan atau pertimbangan ramalan dalam keputusan penting.

Philippines dan Singapura: Menguasai Peringkat Kedua dan Ketiga

Di bawah Malaysia, Filipina menempati posisi kedua dengan 55% responden yang mengakui keyakinan mereka terhadap hal-hal mistis. Filipina dikenal sebagai negara dengan tradisi spiritual yang kuat, termasuk pengaruh Katolik dan kepercayaan lokal yang melibatkan roh dan makhluk halus. Sementara itu, Singapura mengisi peringkat ketiga dengan angka 52%. Meski tergolong modern, kepercayaan masyarakat di sini tidak sepenuhnya hilang, terutama dalam aspek kehidupan sehari-hari seperti percaya pada tafsir mimpi atau pengaruh aura.

Turki: Kepercayaan Sama Tinggi dengan Singapura

Turki memperoleh angka yang sama dengan Singapura, yakni 52%. Hal ini mencerminkan pengaruh budaya Timur Tengah yang menggabungkan agama Islam dan tradisi animistik kuno. Di negara ini, sihir dan ramalan sering dianggap sebagai alat untuk memahami dunia manusia dan alam semesta. Dalam beberapa keluarga, kepercayaan pada mistis dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang tak tergantikan.

India dan Thailand: Keyakinan Masih Kuat

India dan Thailand berada di peringkat kelima dan keenam, masing-masing dengan 49% responden yang percaya pada hal-hal mistis. India, dengan populasi yang besar, memiliki keragaman kepercayaan agama dan tradisi, termasuk yoga, mantra, dan berbagai praktik spiritual. Di Thailand, kepercayaan pada sihir dan ramalan masa depan juga sangat tinggi, terutama karena pengaruh Buddhisme dan penggunaan tumbuhan serta benda-benda tertentu dalam ritual.

Indonesia: Posisi Ketujuh dengan 48%

Indonesia menduduki peringkat ketujuh, dengan 48% penduduk yang mengakui kepercayaan mereka terhadap sihir, kutukan, dan ramalan. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pendidikan dan teknologi berkembang pesat, masyarakat Indonesia masih memiliki hubungan erat dengan tradisi mistik. Kepercayaan ini sering dihubungkan dengan kehidupan sosial, seperti mempercayai dukun atau menjalani upacara ritual untuk menjamin keberuntungan.

Bangladesh dan Korea Selatan: Perbedaan Kultural

Bangladesh berada di peringkat kedelapan dengan 43% responden yang percaya pada keberadaan hal-hal mistis. Budaya lokal di sini menggabungkan pengaruh Islam, Hindu, dan Buddha, sehingga menjadikan sihir dan ramalan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Di sisi lain, Korea Selatan menempati peringkat ke-10 dengan hanya 25% populasi yang mengakui keyakinan tersebut. Ini mencerminkan perbedaan budaya antara negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara, dimana Korea Selatan lebih mengutamakan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jepang: Tingkat Kepercayaan Terendah

Jepang menjadi negara dengan tingkat kepercayaan paling rendah, hanya 20% responden yang menyatakan percaya pada hal-hal mistis. Kepercayaan ini bisa disebabkan oleh dominasi budaya Jepang yang modern, dengan pendekatan logis dan rasional terhadap dunia. Meski demikian, di beberapa wilayah Jepang, seperti wilayah pulau Shikoku atau Hokkaido, keyakinan pada mitos dan ritual masih terjaga dengan baik.

Dalam daftar lengkap, negara-negara Asia Timur, termasuk Korea Selatan dan Jepang, memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa faktor geografis dan sejarah memainkan peran penting dalam membentuk keyakinan masyarakat. Namun, meskipun ada perbedaan, semua negara dalam daftar ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap hal-hal mistis masih hidup dan relevan di era modern.

Perbandingan dan Dampak pada Masyarakat

Survei ini memberikan wawasan mengenai bagaimana kepercayaan mistis masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di berbagai negara. Dalam konteks ini, Malaysia menjadi contoh yang menonjol karena pengaruh kebudayaan lokal yang menggabungkan elemen dari berbagai tradisi. Sementara itu, di Indonesia, keyakinan pada mistis sering ditemukan dalam kehidupan sosial dan komunitas. Dengan 48% responden, angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan tersebut belum sepenuhnya menghilang meskipun masyarakat kota lebih terbuka terhadap teknologi.

Untuk negara-negara seperti Filipina, kepercayaan pada sihir dan ramalan menjadi bagian dari identitas budaya. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menggunakan bantuan dukun atau bacaan mistik untuk mengatasi masalah pribadi. Di sisi lain, negara-negara seperti Singapura dan Turki menunjukkan bahwa kepercayaan mistis dapat tetap hidup dalam masyarakat yang dinamis dan multikultural. Kombinasi antara tradisi dan modernitas membuat keyakinan tersebut tidak sepenuhnya usang.

Angka kepercayaan yang tinggi di Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara menunjukkan bahwa kepercayaan mistis masih menjadi bagian dari struktur sosial dan spiritual. Ini berbeda dengan negara-negara Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, yang cenderung lebih rasional dalam memandang dunia. Meski demikian, survei ini memberikan gambaran bahwa kepercayaan pada hal-hal mistis tidak sepenuhnya diabaikan, bahkan bisa menjadi pengingat akan akar sejarah dan kepercayaan masyarakat di setiap daerah.

Kepercayaan terhadap sihir, kutukan, dan ramalan masa depan juga dapat memengaruhi cara orang memahami dunia. Dalam beberapa kasus, orang menganggap praktik mistis sebagai bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan dari keberadaan roh, alam semesta, atau kekuatan tak terlihat. Survei ini mencoba meng

MORE FROM THIS CATEGORY