Key Discussion: Ramai-Ramai Anak Muda China Melamar Jadi Gembala Domba, Ada Apa?

1 week ago  ·  3 min read
By William Moore
china-1765352660835_169

Key Discussion: Anak Muda Tiongkok Ramai Melamar Jadi Gembala Domba, Fenomena Apa?

Key Discussion tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah iklan lowongan untuk gembala domba menarik perhatian ribuan pelamar, termasuk generasi muda yang biasanya mencari pekerjaan di kota besar. Pemilik iklan, Zuo Xiaoyong, seorang peternak di daerah terpencil, mengajukan posisi mengurus 3.000 ekor domba di padang rumput dekat wilayah Mongolia. Iklan ini mendapat tanggapan luar biasa, dengan lebih dari 700 pelamar yang mendaftar, meski tampaknya mengejutkan karena dianggap pekerjaan yang tidak elit.

Viral di Media Sosial

Iklan gembala domba tersebut menjadi trending topic di platform Weibo dalam waktu singkat, menerima 59 juta tayangan dan memicu 21.000 diskusi. Zuo, dalam wawancara dengan Reuters, mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka permintaan akan meningkat drastis. “Key Discussion tentang pekerjaan ini menunjukkan kebutuhan masyarakat untuk memperoleh penghasilan yang stabil, meski di luar jalur yang biasa mereka pilih,” katanya. Ia menambahkan, sekitar 10% dari pelamar berasal dari lulusan baru yang tertarik mencari alternatif di luar pekerjaan perkotaan.

“Saya merasa ini bukan hanya tentang gaji, tetapi juga tentang keinginan masyarakat untuk mengubah pola hidup mereka,” ungkap Zuo.

Teori Pasar Tenaga Kerja

Key Discussion ini menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja Tiongkok yang kian memburuk, terutama di sektor swasta dan industri teknologi. Meskipun tingkat pengangguran resmi hanya sedikit di atas 5%, banyak pekerja mengalami underemployment akibat persaingan ketat. Budaya kerja “996” — bekerja 09.00 hingga 21.00 selama enam hari — juga memperparah tekanan. Para ekonom menyoroti bahwa penggunaan kecerdasan buatan semakin mengurangi kebutuhan tenaga kerja, menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah pekerja dan peluang kerja.

“Key Discussion tentang ketidakstabilan ekonomi menunjukkan bahwa pekerja muda terpaksa mencari jalan keluar dari tekanan ekonomi yang berat,” tulis Lynn Song, ekonom dari ING.

Kebutuhan Tenaga Kerja Menurun

Dalam Key Discussion terkini, analis memprediksi bahwa musim panas tahun ini akan menjadi tantangan lebih besar bagi pasar tenaga kerja Tiongkok. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: penggunaan kecerdasan buatan yang meluas, serta gejolak geopolitik global. Selain itu, jumlah lulusan universitas yang mencapai 12,7 juta dalam musim panas menambah persaingan di sektor formal. Perusahaan mulai memprioritaskan keterampilan teknis dan efisiensi, menyebabkan posisi tradisional seperti gembala domba menjadi pilihan yang menarik.

Perbandingan Gaji dan Kondisi Kerja

Posisi gembala domba menawarkan gaji sebesar 8.000 yuan per bulan (sekitar Rp18 juta), yang jauh lebih tinggi dari rata-rata gaji di sektor swasta perkotaan, yang berkisar antara 6.000 yuan. Dengan tambahan tempat tinggal dan kebutuhan makanan, ini dianggap sebagai gaji yang kompetitif. Namun, Zuo menekankan bahwa pekerjaan ini bukanlah wisata. “Key Discussion tentang pekerjaan ini menyoroti tantangan musim dingin, di mana suhu bisa mencapai minus 30 derajat Celsius, dan kewajiban memberi pakan serta merawat kandang menjadi pekerjaan yang melelahkan.”

Kutukan Usia 35 Tahun

Fenomena Key Discussion ini juga mencerminkan “kutukan usia 35 tahun,” yaitu diskriminasi yang kian umum di sektor industri. Banyak perusahaan menghindari merekrut pekerja di atas 35 tahun, termasuk di sektor publik, karena anggapan bahwa mereka lebih sulit beradaptasi dengan perubahan teknologi. Akibatnya, pekerja muda seperti lulusan baru dan tenaga kerja yang tidak punya keahlian spesifik terpaksa mencari pekerjaan di luar ekspektasi mereka, bahkan di daerah terpencil.

“Key Discussion tentang kutukan usia 35 tahun menunjukkan pergeseran prioritas dalam mencari pekerjaan, dari keinginan mengejar karier ke kebutuhan mencari penghasilan stabil,” kata Christian Yao, dosen dari Victoria University of Wellington.

Analisis Ekonomi dan Perspektif Global

Kondisi pasar tenaga kerja Tiongkok menurut Key Discussion tidak hanya bersifat lokal. Kebijakan ekonomi global, seperti kebijakan perpajakan yang ketat dan tekanan inflasi, juga memengaruhi keputusan pekerja muda. Shaun Rein, direktur China Market Research Group, mengatakan bahwa sejumlah lulusan magister dari universitas terkenal di Shanghai juga mengalami pendapatan serupa dengan gembala domba, tetapi kebanyakan digunakan untuk biaya sewa dan kebutuhan hidup. Fenomena ini menggambarkan kebutuhan pengurangan biaya hidup yang semakin mendesak bagi generasi muda.

MORE FROM THIS CATEGORY