Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
da736296-ad20-42a5-a6bc-fcc42ca44659-0

Key Discussion: PT Timah Perluas Penambangan ke Kedalaman 80 Meter untuk Atasi Cadangan Menipis

Dailynesia.com – Menjadi topik utama dalam diskusi terkini mengenai strategi PT Timah Tbk (TINS) dalam menghadapi penurunan cadangan bijih timah di area aluvial. Dalam upaya menjaga stabilitas produksi, perusahaan ini berencana melakukan eksplorasi dan penambangan di kedalaman laut hingga 80 meter. Langkah ini dilakukan karena cadangan bijih yang tersisa di wilayah darat semakin menipis, sehingga perlu mencari sumber daya yang lebih dalam. Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha TINS, Harry Budi Sidharta, menjelaskan bahwa ekspansi ke lapisan bawah laut menjadi prioritas untuk memperpanjang masa produksi dan memenuhi kebutuhan pasar jangka panjang.

Kapal Khusus untuk Penambangan Laut dalam

“Kita saat ini sedang menghadapi penipisan cadangan aluvial, sehingga perlu bergerak ke eksplorasi lebih dalam, mungkin hingga 80 meter dari lapisan yang sebelumnya hanya sampai 50 meter,” tutur Harry Budi Sidharta dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Untuk menjangkau deposit bijih timah di kedalaman 80 meter, PT Timah akan menggunakan armada kapal khusus yang dirancang untuk operasi laut dalam. Kapal-kapal ini dilengkapi teknologi canggih yang memungkinkan penambangan di dasar laut dengan efisiensi dan keakuratan tinggi. Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra, menambahkan bahwa penggunaan teknologi ini akan mempercepat proses penemuan cadangan baru, sekaligus memperkuat kapasitas produksi perusahaan. Dengan kemajuan ini, PT Timah berharap dapat menghasilkan bijih timah selama 30-40 tahun ke depan.

Eksplorasi Tambang Primer dan Teknologi Pemisahan Mineral

Key Discussion juga menyoroti eksplorasi tambang primer yang dilakukan PT Timah. Tambang primer memerlukan proses pemisahan mineral yang lebih rumit karena bijih timah berada di dalam batuan keras. “Di tambang primer, bijih timah yang lebih halus perlu digerus hingga lapisan yang lebih dalam sebelum dipisahkan,” jelas Harry Budi Sidharta. Proses ini akan membutuhkan investasi teknologi yang lebih besar, tetapi jangka panjangnya diharapkan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan. Dengan menggabungkan penambangan laut dan darat, PT Timah dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik serta ekspor secara stabil.

Teknologi pemisahan mineral terbaru yang dikembangkan PT Timah menjadi bagian dari strategi Key Discussion. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam proses ekstraksi, sehingga mengurangi dampak lingkungan dan biaya operasional. “Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dalam semua aspek penambangan, mulai dari eksplorasi hingga pemrosesan,” tambah Ilhamsyah Mahendra. Dengan teknologi ini, PT Timah optimis dapat meningkatkan produksi bijih timah hingga 10-15 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Strategi Jangka Panjang untuk Ketersediaan Cadangan

Key Discussion dalam strategi PT Timah mencakup rencana pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Saat ini, perusahaan memiliki sekitar 800.000 unit sumber daya dan 300.000 unit cadangan, yang cukup untuk 10-15 tahun. Namun, untuk memperpanjang jangka waktu tersebut, PT Timah berencana menemukan cadangan baru yang bisa bertahan selama 30-40 tahun. “Kami perlu memastikan bahwa cadangan akan tetap terjaga meskipun permintaan terus meningkat,” kata Ilhamsyah Mahendra dalam Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026. Ekspansi ke kedalaman 80 meter dianggap sebagai langkah kritis dalam menghadapi ketersediaan cadangan yang semakin terbatas.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya PT Timah dalam mengurangi ketergantungan pada cadangan domestik. Perusahaan sedang mengeksplorasi potensi sumber daya di luar negeri, terutama di daerah dengan lapisan mineral yang terbukti stabil. “Pemanfaatan sumber daya global akan memperkuat kemampuan kami dalam memenuhi permintaan pasar internasional,” jelas Harry Budi Sidharta. Dengan memadukan eksplorasi laut dalam dan darat, serta ekspansi ke luar negeri, PT Timah berharap mampu menjaga posisi dominannya dalam industri timah global.

Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional

Key Discussion dalam kebijakan PT Timah juga memperhatikan dampak ekonomi dari ekspansi penambangan. Eksplorasi di kedalaman 80 meter diperkirakan meningkatkan kontribusi pendapatan negara seiring dengan peningkatan volume produksi. Selain itu, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan bijih timah lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor. “Kami ingin membangun industri penambangan yang lebih mandiri, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Harry Budi Sidharta. Langkah ini tidak hanya menjamin keberlanjutan operasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Sebagai bagian dari Key Discussion, PT Timah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah, lembaga penelitian, dan perusahaan lokal. “Kolaborasi ini akan membantu mempercepat penerapan teknologi baru serta pengelolaan sumber daya yang lebih optimal,” jelas Ilhamsyah Mahendra. Dengan memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta, PT Timah berharap dapat mencapai tujuan ekspansi sumber daya dan peningkatan produksi bijih timah secara efektif.

MORE FROM THIS CATEGORY