Antam Siap Terlibat di Proyek Hilirisasi Nikel & Mobil Listrik

2 months ago  ·  2 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
achmad-ardianto-didapuk-jadi-direktur-utama-antam-1749781438881_169

Antam Berkomitmen Mengambil Peran dalam Proyek Hilirisasi Nikel & Mobil Listrik

Dailynesia.com – Dalam Key Discussion terbaru, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menunjukkan ambisi untuk memainkan peran kunci dalam mendorong proyek hilirisasi nikel dan pengembangan mobil listrik di Indonesia. Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengungkapkan bahwa perusahaan siap menerima tugas strategis dari pemerintah untuk mempercepat proses pengolahan tambahan nilai dari mineral nikel, serta membentuk ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk meningkatkan kemandirian energi dan menekan ketergantungan pada impor bahan baku utama industri otomotif.

Peluncuran Proyek Berbasis Visi Nasional

“Key Discussion dalam proyek ini sangat penting untuk mengkoordinasikan langkah-langkah yang selaras dengan kebutuhan industri nasional dan tujuan ekonomi jangka panjang,” jelas Untung Budiharto, Rabu (10/6/2026). Dalam Key Discussion yang dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), ia menekankan bahwa ANTAM akan fokus pada penguasaan teknologi pengolahan nikel, termasuk peningkatan produksi baterai, untuk memastikan Indonesia bisa berkiprah di tingkat global.

Peluncuran proyek hilirisasi nikel melibatkan tahapan kritis seperti pengoperasian Pabrik RKEF (Roda Kering dan Pengolahan Eksplorasi), RKS BF (Roda Kering dan Bahan Baku), serta HPAL (Hidrometalurgi Pasir Nikel). Proses ini akan menjamin rantai pasok yang lebih efisien dan mengurangi biaya produksi sektor otomotif. Selain itu, ANTAM juga menargetkan pengembangan katoda dan sel baterai, yang merupakan komponen inti mobil listrik. Dengan melakukan Key Discussion secara berkala, perusahaan berharap dapat mengidentifikasi hambatan dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pasar.

Kolaborasi dengan Pihak Luar untuk Meningkatkan Daya Saing

Kolaborasi dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dan HYD Investment Limited menjadi pilar utama dalam Key Discussion ini. HYD Investment Limited, yang merupakan konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk, diberikan peran penting dalam pengembangan teknologi baterai. Proyek ini diharapkan bisa mempercepat integrasi nilai tambah nikel, sehingga mengubah posisi Indonesia dari sekadar pengekspor bijih menjadi produsen bahan baku utama untuk industri kendaraan listrik.

Dalam Key Discussion, pemerintah juga memperkenalkan target spesifik untuk menyelesaikan proyek ini dalam jangka waktu tertentu. Tujuan utama adalah menurunkan dependensi Indonesia pada impor katoda dan sel baterai, yang sebelumnya menjadi ancaman terhadap keberlanjutan industri otomotif nasional. Untuk mencapai hal ini, ANTAM akan bekerja sama dengan mitra strategis yang memiliki pengalaman di bidang manufaktur dan teknologi baterai, serta menginvestasikan sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan.

Key Discussion ini juga membahas peran Antam dalam mendukung transisi ke energi bersih. Dengan mengembangkan ekosistem baterai yang lengkap, perusahaan berharap bisa memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan emisi karbon dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu, ANTAM akan menyiapkan skema daur ulang baterai untuk mengurangi limbah lingkungan dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Proyek ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, serta meningkatkan penerimaan negara melalui ekspor produk hilirisasi.

MORE FROM THIS CATEGORY