Kol Punya Manfaat Jitu – Tapi 6 Kelompok Orang Ini Harus Waspada

2 months ago  ·  2 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
ilustrasi-kol-cnbc-indonesia-1780727020871_169

Kol Punya Manfaat Jitu, Tapi 6 Kelompok Orang Ini Harus Waspada

Dailynesia.com – Kol atau kubis menjadi salah satu sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bisa disajikan sebagai lalapan, campuran tumisan, atau bahan salad, kol juga dikenal karena kandungannya yang bermanfaat untuk kesehatan. Vitamin, mineral, dan antioksidan dalam kol membantu mencegah peradangan serta mendukung proses pencernaan. Manfaat ini membuat kol menjadi pilihan yang populer, meski ada kelompok tertentu yang perlu lebih hati-hati.

Kelompok 1: Penderita Gangguan Tiroid

Sayuran dari keluarga Brassica ini mengandung goitrogen, senyawa yang bisa menghambat fungsi kelenjar tiroid. Menurut

Beautynesia

, ahli gizi Bonnie Taub-Dix menegaskan bahwa konsumsi kol berlebihan, terutama mentah, berisiko mengganggu metabolisme tiroid. Memasak kol sebelum dimakan bisa mengurangi efek goitrogen secara signifikan.

Kelompok 2: Penderita Diare atau IBS

Kol memiliki kandungan serat serta fruktan yang tinggi. Sayuran ini bisa memperparah gejala pencernaan pada orang dengan diare atau sindrom iritasi usus besar (IBS).

Everyday Health

mencatat bahwa fruktan dalam kol, yang juga terdapat di bawang dan brokoli, bisa menyebabkan diare pada sebagian penderita. Oleh karena itu, konsumsi kol perlu disesuaikan dengan kondisi pencernaan masing-masing.

Kelompok 3: Penderita Gangguan Lambung

Orang dengan maag atau GERD sebaiknya tidak mengonsumsi kol secara berlebihan. Sayuran ini menghasilkan gas dalam saluran pencernaan, yang bisa memicu kembung dan ketidaknyamanan. Brown University menemukan bahwa kol dan sayuran sejenis memiliki potensi meningkatkan produksi gas, terutama bagi penderita gangguan lambung.

Kelompok 4: Pasien yang Akan Beroperasi

Konsumsi kol dapat memengaruhi kadar gula darah. Hal ini berisiko mengganggu pengendalian glukosa selama dan setelah prosedur operasi. Dokter biasanya menyarankan untuk mengurangi asupan kol minimal dua minggu sebelum jadwal operasi, agar tidak memengaruhi proses pemulihan.

Kelompok 5: Peminum Obat Pengencer Darah

Kol kaya akan vitamin K, nutrisi penting untuk kesehatan pembuluh darah. Namun, vitamin K ini bisa memengaruhi efektivitas obat pengencer darah seperti warfarin. Oleh karena itu, konsumen obat pengencer darah perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan jumlah kol dalam diet.

Kelompok 6: Orang yang Mudah Kembung

Meski kol bermanfaat bagi usus, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kembung dan gas berlebih. Hal ini karena kandungan raffinose dalam kol yang sulit dicerna. Senyawa ini terfermentasi oleh bakteri usus, menghasilkan gas. Ahli menyarankan untuk memperlahan meningkatkan porsi konsumsi, agar pencernaan bisa beradaptasi.

Di samping keenam kelompok di atas, orang dengan riwayat alergi terhadap sayuran keluarga Brassicaceae seperti brokoli, kembang kol, atau kubis Brussel juga perlu waspada. Mereka bisa mengalami reaksi serupa setelah mengonsumsi kol, tergantung pada sensitivitas tubuh.

MORE FROM THIS CATEGORY