Bos Goto Memberi Pernyataan Soal Pengumuman BEI, FTSE Hingga MSCI
Special Plan – Dalam menghadapi berbagai pengumuman indeks dari Bursa Efek Indonesia (BEI), FTSE Russell, dan MSCI, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memberikan respons resmi untuk menjelaskan dampaknya terhadap perusahaan. Pernyataan ini diluncurkan oleh Joel Ellis, Head of Investor Relations GoTo, yang menegaskan bahwa perubahan klasifikasi saham dan papan pencatatan yang terjadi bukanlah tanda kelemahan bisnis, melainkan hasil dari penyesuaian administratif teknis yang berdasarkan kriteria kuantitatif indeks. Perusahaan juga menekankan bahwa Special Plan menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga konsistensi pertumbuhan dan memastikan keberlanjutan operasional.
Perubahan Klasifikasi Papan Pencatatan dan Tantangan Likuiditas
Dalam wawancara terbarunya, Joel Ellis menjelaskan bahwa pengumuman dari MSCI yang menyebutkan adanya hambatan likuiditas pasar mencerminkan kebijakan BEI terkait batas harga minimum saham. Menurutnya, kriteria ini memengaruhi pengakuan indeks oleh FTSE Russell, sehingga menyebabkan perpindahan GOTO dari papan ekonomi ke papan pengembangan. “Kita memahami bahwa perubahan ini berdampak pada likuiditas saham, tetapi fundamental bisnis GoTo tetap stabil dan kuat,” kata Joel Ellis dalam keterangan tertulis, yang dirilis pada Kamis (4/6/2026).
Perpindahan ke papan pengembangan terjadi karena GOTO tidak memenuhi ambang batas pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pendapatan bersih selama tiga tahun sebesar 20%. Hal ini berawal dari dekonsolidasi Tokopedia pada awal 2024, yang memengaruhi struktur bisnis perusahaan. Meski demikian, Joel Ellis menyatakan bahwa hal ini tidak menggagalkan rencana strategis GOTO, termasuk pengembangan Special Plan untuk menekankan inovasi dan ekspansi bisnis.
Penyesuaian Indeks dan Pengaruhnya terhadap Saham GoTo
Pengumuman dari FTSE Russell mengenai penyesuaian klasifikasi saham GOTO menimbulkan perhatian terhadap kinerja perusahaan. Dalam pernyataannya, Joel Ellis memperjelas bahwa FTSE Global Equity Index Series belum mengakui perpindahan ke papan pengembangan, sehingga saham GoTo akan dikeluarkan dari indeks mereka. “Kita tetap optimis bahwa Special Plan akan mendukung kinerja jangka panjang, meski ada penyesuaian kriteria indeks,” tambahnya.
Menurut Joel Ellis, kriteria indeks seperti yang diterapkan oleh MSCI dan FTSE lebih bersifat teknis dan administratif. Hal ini berbeda dengan penurunan kinerja bisnis yang diakui oleh perusahaan. “Special Plan tidak hanya fokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga pada penguatan struktur bisnis dan peningkatan nilai bagi pemegang saham,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa perubahan ini tidak mengubah visi GoTo untuk menjadi perusahaan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Dalam kuartal pertama 2026, GoTo mencatat laba bersih sebesar Rp171 miliar, yang menjadi pertama kalinya dalam sejarah perusahaan. Pertumbuhan pendapatan mencapai 26% dibandingkan periode sebelumnya, dengan total pendapatan mencapai Rp5,3 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa strategi Special Plan masih berjalan efektif, meskipun menghadapi tantangan indeks. Joel Ellis juga menegaskan bahwa perusahaan tetap mempertahankan target EBITDA grup untuk tahun penuh sebesar Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun, yang meningkat 60% dibanding tahun sebelumnya.
“Special Plan adalah jembatan penting bagi GoTo dalam menjaga konsistensi pertumbuhan dan menciptakan nilai bersama seluruh pemangku kepentingan,” tambah Joel Ellis. Ia menambahkan bahwa perubahan klasifikasi indeks merupakan langkah yang wajar dalam dinamika pasar, dan perusahaan akan terus beradaptasi dengan persyaratan yang diberlakukan. “Kami yakin bahwa kinerja GoTo akan terus mengalami peningkatan, sejalan dengan visi yang telah dirancang dalam Special Plan,” tutupnya.
Perspektif Pasar dan Konsekuensi Strategis
Kepastian dari Joel Ellis tentang Special Plan menimbulkan optimisme di tengah kritik yang muncul terkait perpindahan klasifikasi saham. Banyak analis menganggap bahwa perubahan ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat posisi GoTo di pasar. Meski diakui adanya pengaruh dari batas harga minimum BEI, Joel Ellis menegaskan bahwa perusahaan tidak mengubah komitmen untuk terus mengembangkan bisnis secara bertahap dan terukur. “Special Plan membantu kami mengoptimalkan sumber daya dan fokus pada sektor-sektor yang paling potensial,” kata Joel Ellis dalam wawancara terpisah.
Sebagai bagian dari strategi Special Plan, GoTo juga sedang berupaya membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem digital. Joel Ellis menyebutkan bahwa langkah ini akan diperkuat dengan penerapan teknologi terkini, termasuk AI dan big data, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. “Kita juga berencana untuk meluncurkan inisiatif baru di bidang fintech dan e-commerce, yang merupakan bagian dari Special Plan,” jelasnya.
Analisis pasar mengungkapkan bahwa meski ada perubahan klasifikasi indeks, GoTo tetap menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik. Joel Ellis menekankan bahwa perusahaan akan terus berfokus pada bisnis inti, yaitu layanan digital dan platform ekosistem, yang selama ini menjadi pilar utama peningkatan kinerja. “Special Plan membantu kami merancang langkah-langkah yang berkelanjutan, baik dalam hal pendapatan maupun nilai tambah untuk investor,” pungkasnya.

