5 Makanan Paling Digemari Sel Kanker – Banyak Dikonsumsi Warga RI

3 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
ilustrasi-pixabay_169

5 Makanan yang Disukai Sel Kanker, Terbukti Banyak Dikonsumsi Masyarakat Indonesia

Dailynesia.com – Kanker adalah penyakit serius yang terjadi karena pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh, dan berbagai faktor dapat memengaruhi risiko terkena kondisi ini. Diantara faktor-faktor tersebut, pola makan juga memainkan peran penting. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa beberapa makanan yang sering dikonsumsi warga Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan risiko kanker karena mengandung zat kimia berbahaya, khususnya akrilamida. Mengenali makanan paling digemari sel kanker dan cara mengurangi konsumsinya bisa menjadi langkah awal untuk mencegah penyakit mematikan ini.

Akrilamida, senyawa kimia yang terbentuk selama proses penggorengan atau pemanggangan makanan, dikenal sebagai karsinogen (zat penyebab kanker) karena kemampuannya untuk merusak DNA sel tubuh. Zat ini terbentuk melalui reaksi antara gula alami dan asam amino, dan konsentrasi tingginya terjadi ketika makanan diproses pada suhu tinggi selama waktu lama. Meski akrilamida ada di banyak makanan, tingkatannya bisa dikurangi dengan teknik pengolahan yang lebih tepat.

Makanan Gorengan: Risiko Tinggi dari Suhu Tinggi

Makanan gorengan seperti kentang keripik, kentang goreng, dan camilan lainnya menjadi salah satu pilihan utama bagi banyak orang, terutama di Indonesia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa makanan ini bisa menyumbang jumlah akrilamida yang tinggi. Dalam kentang keripik, kadar akrilamida dapat mencapai 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sementara camilan goreng lainnya memiliki kisaran antara 200 hingga 700 µg/kg. Proses penggorengan, terutama yang menggunakan minyak berlebih, memberi efek tambahan pada peningkatan zat ini. Dalam hal ini, makanan paling digemari sel kanker seperti kentang goreng harus dikonsumsi secara bijak.

Meski begitu, tidak semua makanan goreng memiliki kadar akrilamida yang sama. Misalnya, kentang goreng yang digoreng dengan minyak dingin atau diproses dengan cara sehat seperti oven bisa mengurangi risiko. Selain itu, teknik seperti merebus atau menggoreng dengan udara juga lebih baik dalam menjaga kadar akrilamida tetap rendah. Pemilihan makanan yang digoreng dan kapan mengonsumsinya adalah faktor penting dalam mengurangi paparan zat berbahaya ini.

Kue Kering dan Biskuit Kemasan: Bahan Kimia Tambahan

Kue kering dan biskuit kemasan sering menjadi favorit masyarakat Indonesia, terutama pada hari-hari spesial atau saat acara tertentu. Namun, proses pengolahan suhu tinggi pada bahan-bahan ini memicu pembentukan akrilamida, sementara bahan pengawet tambahan bisa meningkatkan risiko kanker secara lain. Penelitian menunjukkan bahwa kadar akrilamida pada biskuit bisa mencapai 160 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemrosesan. Misalnya, biskuit yang dipanggang selama waktu lama atau berwarna cokelat gelap biasanya mengandung akrilamida lebih tinggi.

Masyarakat disar

MORE FROM THIS CATEGORY