Asing Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Sebelum Libur Panjang
Dailynesia.com – Sebelum periode libur panjang yang memperpanjang akhir pekan, investor asing menunjukkan keberanian dengan mengakuisisi 10 saham pilihan dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini menimbulkan perhatian pasar keuangan, karena biasanya selama masa libur, aliran modal asing cenderung berkurang. Pasar saham Indonesia, yang diwakili oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tampaknya mengalami dinamika unik di akhir pekan sebelum libur. Meski IHSG ditutup pada Selasa (21/5/2026) dengan penurunan tipis sebesar 0,05% ke level 6.127,38, ada pola pembelian yang terjadi di beberapa saham paling diminati, mengindikasikan strategi jangka pendek dari para investor asing.
Analisis Aliran Modal Asing Sebelum Libur
Kebijakan investasi asing dalam empat hari perdagangan terakhir menunjukkan gambaran bahwa mereka lebih aktif di tengah volatilitas pasar. Dalam tiga hari terakhir, total beli asing mencapai Rp8,52 triliun, terdiri dari Rp8,36 triliun di pasar reguler dan Rp159,59 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Hal ini berbeda dari kebiasaan biasa, di mana investor asing cenderung lebih hati-hati sebelum periode libur. Mereka tampaknya memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat posisi portofolio sebelum pasar tutup selama long weekend.
Dari data yang diterima, beberapa saham mendapat minat paling tinggi. Pada perdagangan Jumat (18/5/2026), 10 saham yang terima beli asing mencapai total transaksi sebesar Rp8,52 triliun. Pemilihan saham ini tidak hanya melibatkan perusahaan besar, tetapi juga beberapa nama yang memiliki potensi pertumbuhan jangka pendek. Analisis menunjukkan bahwa keputusan pembelian tersebut didasarkan pada dinamika ekonomi global dan ekspektasi kenaikan harga saham di akhir minggu.
Daftar 10 Saham yang Terima Beli Asing
Menurut Stockbit, berikut adalah daftar 10 saham yang mendapat aliran modal asing paling signifikan sebelum libur panjang:
PT Astra International Tbk (ASII) – Rp136,83 miliar PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp95,64 miliar PT United Tractors Tbk (UNTR) – Rp85,23 miliar PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) – Rp79,39 miliar PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp77,85 miliar PT Timah Tbk (TINS) – Rp50,43 miliar PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp30,87 miliar PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) – Rp24,58 miliar PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) – Rp22,85 miliar PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) – Rp22,78 miliar
Saham-saham tersebut terdiri dari sektor transportasi, pertambangan, dan properti, yang sebelumnya dinilai memiliki prospek baik di tengah kenaikan harga komoditas global dan optimisme pasar. Asing diam diam serok 10 saham ini juga menunjukkan bahwa mereka memperkirakan adanya sentimen positif sebelum libur panjang. Meski pasar tutup, aliran modal yang masuk dalam beberapa hari terakhir diharapkan berdampak pada peningkatan harga saham pada sesi perdagangan berikutnya.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa beberapa saham seperti ASII dan UNTR masuk dalam daftar 10 saham yang terima beli asing karena kinerja keuangan mereka yang stabil. Sebaliknya, saham yang berada di sektor properti seperti BUVA dan NCKL menarik perhatian investor karena peluang pertumbuhan yang dinamis. Pada masa libur, kemungkinan harga saham akan kembali menguat karena adanya ekspektasi kebutuhan konsumsi yang meningkat dan stabilisasi ekonomi domestik.
Kebiasaan asing diam diam serok 10 saham ini juga bisa menjadi indikator untuk mengantisipasi pergerakan harga di masa depan. Sebagai contoh, sektor transportasi yang tergolong volatil menunjukkan peningkatan minat dari investor asing, yang mungkin akan berdampak pada kenaikan volume perdagangan saat pasar kembali buka. Sementara itu, saham pertambangan seperti INCO dan TINS mencerminkan kepercayaan terhadap harga komoditas yang masih mengalami kenaikan di pasar global. Perkembangan ini menunjukkan bahwa aliran modal asing tidak hanya bersifat memperbaiki posisi, tetapi juga memberikan gambaran tentang arah pasar dalam jangka pendek.

