Prinsip GCG Bantu BUMN Pertahankan Performa
Dailynesia.com – Dalam upaya menjaga kinerja yang solid, Prinsip GCG (Good Corporate Governance) menjadi Key Strategy utama yang diterapkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. BUMN, sebagai pelaku utama dalam sektor strategis, diharapkan mampu berkontribusi signifikan pada perekonomian nasional dan memperkuat kepercayaan publik. Peningkatan hasil operasional yang tercatat sepanjang tahun 2025, seperti laba yang mencapai Rp332 triliun, tidak terlepas dari komitmen BUMN untuk terus menerapkan Key Strategy berbasis GCG. Dengan prinsip ini, BUMN mampu memastikan transparansi dalam pengambilan keputusan, akuntabilitas dalam manajemen sumber daya, serta keadilan dalam distribusi keuntungan.
Key Strategy dalam GCG juga menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko korupsi. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang berperan sebagai lembaga pengawas, memberikan perhatian khusus terhadap penerapan GCG di berbagai BUMN. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat kepercayaan investor dan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan Key Strategy yang terpadu, BUMN tidak hanya fokus pada pencapaian kinerja finansial, tetapi juga pada tata kelola yang lebih baik dan responsif terhadap perubahan ekonomi.
Tata Kelola sebagai Pilar Stabilitas BUMN
Penerapan GCG sebagai Key Strategy bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan elemen penting dalam menjaga konsistensi performa BUMN. Toto Pranoto, Managing Partner dari BUMN Research Group FEB UI, menjelaskan bahwa prinsip GCG mencakup aspek seperti transparansi, akuntabilitas, integritas, serta keadilan. “GCG merupakan Key Strategy yang menghubungkan pengelolaan sumber daya dengan tujuan jangka panjang, yaitu kemakmuran rakyat,” tegasnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia. Dengan GCG yang baik, BUMN bisa meminimalkan kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
“Dengan GCG sebagai Key Strategy, BUMN tidak hanya bisa meningkatkan laba, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang lebih sehat dan inklusif,” lanjut Toto. Ia menambahkan bahwa penerapan GCG harus dilakukan secara konsisten, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam pengawasan internal.
Menurut Piter Abdullah, Policy and Program Director dari Prasasti Center for Policy Studies, perbaikan tata kelola BUMN adalah proses yang membutuhkan waktu, tetapi memiliki dampak jangka panjang. “Meskipun hasilnya belum terlihat secara instan, Key Strategy berupa penerapan GCG bisa membuka peluang BUMN untuk bersaing secara lebih baik di pasar global,” ujarnya. Ia menyoroti pentingnya transformasi digital dan penguatan kapasitas SDM dalam rangka mendorong Key Strategy tersebut.
Persaingan Global dan Tanggung Jawab Sosial
Dalam era globalisasi, BUMN harus mampu bersaing dengan perusahaan swasta maupun institusi internasional. Key Strategy berbasis GCG menjadi salah satu cara untuk memastikan BUMN tetap relevan dan kompetitif. Toto Pranoto mengungkapkan bahwa BUMN yang menerapkan GCG dengan baik akan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih cepat terhadap dinamika pasar. Contohnya, BUMN yang bergerak di bidang energi dan perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam laba bersih yang mencapai Rp57,13 triliun.
“Perusahaan yang baik tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial. Key Strategy GCG memastikan bahwa BUMN bisa menjawab tuntutan publik sekaligus menjaga kredibilitas institusi,” kata Piter Abdullah. Ia menekankan bahwa GCG harus menjadi prioritas utama dalam rencana jangka panjang BUMN, terlepas dari tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan anggaran atau kurangnya keterlibatan masyarakat.
Dalam konteks ini, BPI Danantara berperan penting sebagai lembaga yang mengawasi penerapan GCG di seluruh BUMN. Dengan Key Strategy yang dipadukan dengan kebijakan strategis pemerintah, BUMN diharapkan bisa memperkuat daya saing mereka dan menciptakan nilai tambah bagi stakeholders. Selain itu, penerapan GCG juga bisa meningkatkan efisiensi birokrasi, mengurangi korupsi, serta memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan.

