Video: Jurus Distributor Alkes Saat Rupiah Melemah-Biaya Logistik Naik

2 months ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
a21f0ae6-eaf4-4991-aed7-730dd05403ac-0

Latest Program: Strategi Distributor Alkes Saat Rupiah Melemah dan Biaya Logistik Naik

Dailynesia.com – Dalam situasi ekonomi yang dinamis, program terbaru terkait strategi distributor alat kesehatan (alkes) menarik perhatian karena menghadapi tantangan besar akibat pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan biaya logistik global. Kondisi ini memaksa perusahaan-perusahaan di sektor kesehatan nasional untuk beradaptasi dengan cepat agar tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), menjadi salah satu tokoh yang diundang dalam Latest Program untuk menjelaskan langkah-langkah yang diambil sebagai respons terhadap tekanan tersebut.

Pelemahan Rupiah dan Tantangan Pasokan

Ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan Rupiah, yang berdampak signifikan pada biaya impor alkes. Sebagai distributor yang masih bergantung pada pasokan luar negeri, IRRA menghadapi kesulitan dalam mempertahankan harga produk tetap kompetitif. Heru menjelaskan bahwa fluktuasi mata uang asing membuat keputusan pembelian dan distribusi harus lebih cermat. “Kita memantau pasar eksternal secara intensif untuk menyesuaikan struktur harga tanpa mengorbankan kualitas,” kata Heru dalam Latest Program.

Optimisasi Operasional sebagai Solusi Utama

Dalam Latest Program, Heru menyebutkan bahwa optimisasi proses operasional menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini. IRRA telah menerapkan berbagai inovasi, seperti perbaikan sistem manajemen rantai pasok dan peningkatan efisiensi distribusi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi biaya operasional secara signifikan, sehingga mampu menjaga akses masyarakat terhadap produk kesehatan. “Kita juga fokus pada pengembangan jaringan distribusi lokal agar mengurangi ketergantungan pada pengiriman internasional,” tambahnya.

“Kita memanfaatkan momentum perbaikan infrastruktur kesehatan oleh pemerintah untuk menyuplai alkes yang dibutuhkan rumah sakit,” ujar Heru Firdausi Syarif.

Kebijakan Pemerintah sebagai Peluang

Kebijakan modernisasi sistem kesehatan yang dijalankan pemerintah Indonesia menjadi peluang besar bagi IRRA dan distributor lainnya. Dengan adanya peningkatan investasi dalam infrastruktur kesehatan, perusahaan-perusahaan distribusi bisa lebih mudah menjangkau rumah sakit dan fasilitas medis. Heru menyoroti bahwa inisiatif ini membantu menstabilkan pasokan alkes, terutama dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah. “Kemitraan dengan pemerintah memperkuat posisi kita dalam Latest Program ini,” jelasnya.

Dalam Latest Program, Heru juga membahas bagaimana IRRA berusaha meningkatkan penjualan dan laba dengan menerapkan strategi berbasis data. Perusahaan ini memanfaatkan teknologi digital untuk menganalisis permintaan pasar dan menyesuaikan produksi dengan lebih tepat. Selain itu, IRRA terus memperluas kerja sama dengan produsen lokal agar bisa mengurangi risiko kenaikan biaya logistik yang terus menghimpit. “Kita juga mendorong penggunaan alkes dalam negeri melalui promosi dan edukasi kepada pelaku kesehatan,” terang Heru.

Penyesuaian ini tidak hanya menguntungkan perusahaan distribusi, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat terutama dalam situasi krisis. Dengan menjaga keseimbangan antara kualitas produk dan harga yang terjangkau, IRRA berupaya memastikan bahwa layanan kesehatan tetap terpenuhi meskipun kondisi ekonomi sedang tidak menentu. Dalam Latest Program, Heru menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, produsen, dan distributor untuk membangun ketahanan sektor kesehatan di masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY