Catat! Sejumlah Manfaat UMKM Menggunakan QRIS
Dailynesia.com – QRIS, singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, semakin menjadi pilihan strategis bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Teknologi ini tidak hanya memudahkan proses transaksi, tetapi juga memberikan manfaat keuangan yang signifikan. Banyak pemilik usaha, seperti Anandhani Anggun, menganggap QRIS sebagai alat efektif untuk mengawasi operasional bisnis mereka secara langsung melalui rekening bank. Sebagai contoh, Anandhani, seorang pengusaha warung ayam geprek di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa sistem ini mempercepat penerimaan dana dan meminimalisir risiko kesalahan dalam pencatatan. Berikut ini beberapa manfaat utama yang dirasakan oleh UMKM dalam mengadopsi QRIS.
Pemantauan Keuangan yang Lebih Efisien
Anandhani mengungkapkan bahwa kehadiran QRIS memberikan keuntungan besar dalam hal transparansi dan akuntabilitas. “Dengan QRIS, uang yang masuk langsung tercatat di rekening, jadi saya hanya perlu mengecek mutasi untuk pembukuan,” katanya dalam wawancara melalui telepon dengan CNBC Indonesia, Jumat (29/5/2026). Sebagai pemilik warung yang sering bekerja di luar lokasi, ia mengatakan bahwa sistem ini mengurangi kebutuhan untuk memantau setiap transaksi secara manual. Proses pencocokan uang kas dengan stok barang bisa dilakukan lebih cepat, terutama setelah usaha beroperasi sejak 2024. Anandhani menambahkan bahwa dibandingkan dengan platform pembayaran lain yang pernah dicoba, QRIS dari Bank BRI menghasilkan dana lebih cepat, sehingga mempercepat alur kas bisnis.
Interoperabilitas dan Akses Luas
Salah satu keunggulan QRIS adalah kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai metode pembayaran digital. Transaksi melalui QRIS tidak hanya bisa dilakukan dengan e-wallet BRI, tetapi juga dapat diterima oleh sistem pembayaran lain seperti GoPay, OVO, dan lainnya, dengan batas maksimal Rp10 juta per transaksi. “QRIS memudahkan saya karena tidak perlu mengganti QR code setiap hari,” ujarnya. Selain itu, QRIS juga mendukung interoperabilitas antar bank dan penyelenggara jasa pembayaran (PJP), sehingga transaksi bisa terproses secara otomatis tanpa hambatan. Ini menjadi terutama penting bagi UMKM yang sering menerima pembayaran dari pelanggan yang berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Bogor.
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Kehadiran QRIS juga berdampak positif pada efisiensi layanan di lapangan. Anandhani menjelaskan bahwa transaksi menggunakan QRIS mengurangi waktu antrian pelanggan. “Dengan QRIS, pelanggan bisa langsung bertransaksi tanpa menunggu, jadi usaha berjalan lebih lancar,” katanya. Selain itu, sistem ini memberikan keamanan transaksi berdasarkan standar nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Hal ini memastikan bahwa setiap transaksi tercatat secara akurat, mengurangi risiko penipuan atau kesalahan dalam penerimaan dana.
Manfaat Ekstra untuk Pertumbuhan Bisnis
QRIS tidak hanya memudahkan proses pembayaran, tetapi juga mendukung kebijakan pengembangan sistem pembayaran non-tunai secara nasional. Melalui QRIS, para UMKM bisa memperluas jaringan pelanggan, terutama dari kalangan yang lebih muda dan tech-savvy. Selain itu, teknologi ini juga berperan dalam mendorong inklusi keuangan. “QRIS membantu bisnis saya tetap aktif meskipun tidak selalu ada di lokasi,” kata Anandhani. Dengan menggunakan QRIS, UMKM tidak hanya bisa mengakses dana dengan cepat, tetapi juga membangun kepercayaan dari pelanggan yang lebih konsisten.
Syarat dan Proses Mendaftar QRIS BRI
Untuk menjadi merchant QRIS BRI, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, pemilik usaha wajib memiliki rekening BRI yang aktif sebagai tempat penampungan dana transaksi. Kedua, mereka perlu menyediakan dokumen identitas resmi seperti KTP yang masih berlaku. Ketiga, informasi usaha seperti nama, alamat, dan jenis bisnis juga harus lengkap. Keempat, nomor telepon aktif dan alamat email valid adalah persyaratan penting untuk notifikasi dan verifikasi. Proses pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri dengan mengunduh aplikasi BRIMerchant melalui Playstore atau App Store. Alternatifnya, calon merchant dapat mengunjungi unit kerja terdekat untuk melengkapi dokumen dan mendaftar. Setelah selesai, QRIS akan langsung aktif dan bisa digunakan untuk penerimaan dana dari berbagai aplikasi pembayaran.
Kesimpulan
QRIS dari BRI tidak hanya menjadi alat pembayaran modern, tetapi juga menjadi pelengkap yang vital bagi UMKM. Manfaat seperti transparansi keuangan, efisiensi operasional, dan interoperabilitas sistem pembayaran membuat teknologi ini sangat diminati. Anandhani, sebagai salah satu contoh, menegaskan bahwa QRIS membantu mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan menarik lebih banyak pelanggan. Dengan adopsi QRIS, UMKM bisa memperkuat kinerja bisnis mereka, sekaligus mendukung kebijakan digitalisasi yang digalakkan oleh Bank Indonesia. Bagi para pengusaha yang belum menggunakannya, teknologi ini menawarkan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
“QRIS membantu bisnis saya tetap aktif meskipun tidak selalu ada di lokasi,” kata Anandhani. “Dengan QRIS, pelanggan bisa langsung bertransaksi tanpa menunggu, jadi usaha berjalan lebih lancar.”
Kehadiran QRIS bukan hanya tentang kemudahan pembayaran, tetapi juga tentang peningkatan akuntabilitas dan kecepatan penerimaan dana. Ini menjadi solusi praktis untuk UMKM yang ingin mengurangi risiko kesalahan administratif sekaligus mempercepat alur kas. Selain itu, QRIS juga menjamin keamanan transaksi dengan standar nasional yang konsisten, sehingga memperkuat kepercayaan konsumen terhadap sistem pembayaran digital. Dengan dukungan dari Bank Indonesia, QRIS terus dikembangkan untuk memberikan manfaat maksimal kepada sektor UMKM. Maka, bagi para pengusaha, langkah mengadopsi QRIS bisa menjadi investasi jangka pendek yang memberikan return jangka panjang.

