Geger Harta Karun Rp720 Miliar Terkubur di Laut Jawa Ditemukan Nelayan

3 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
ilustrasi-nelayan-pexels-1756105128609_169

Harta Karun Rp720 Miliar Terkubur di Laut Jawa Ditemukan Nelayan

Dailynesia.com – Keberuntungan tak terduga menghiasi seorang nelayan dari Cirebon pada tahun 2003. Saat melaut di perairan laut, ia menemukan sesuatu yang tidak terduga, mengguncang dunia arkeologi. Lokasi penemuan berada sekitar 70 km dari garis pantai dan di kedalaman 50 meter. Di sana, ikan kerap bergerombol, membuat nelayan yakin hasil tangkapan akan melimpah.

Saat jaring ditarik ke lambung kapal, beban yang diangkat jauh lebih berat dari biasanya. Kegembiraan menggantikan ketidaksangkaan ketika jaring terbuka dan menampakkan bukan hanya ikan, tapi juga kepingan keramik. Hasil temuan itu kemudian dianalisis di daratan, memicu proyek pencarian besar-besaran oleh perusahaan swasta di bawah pengawasan pemerintah.

Temuan Kepingan Keramik yang Menjadi Penyelamatan Sejarah

Kepingan keramik yang ditemukan ternyata berasal dari Dinasti Tang, periode sekitar abad ke-9 hingga 10 Masehi. Menurut peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional, Eka Asih, dalam riset “Keramik Muatan Kapal Karam Cirebon” (2016), temuan itu mencakup 314.171 benda yang terdiri dari porselen, piring, mangkuk, dan lainnya.

“Kapal karam di Cirebon terdapat 314.171 keramik yang terdiri dari porselen, piring, mangkuk, dan sebagainya,” tulis Eka Asih.

Analisis lebih lanjut oleh Michael S. Krzemnick, dkk, dalam karya “Radiocarbon Age Dating of 1,000-Year-Old Pearls from the Cirebon Shipwreck” (2017), menyebut adanya 12.000 mutiara, ribuan permata, serta emas dalam kapal tersebut. Situs Detik.com (3 April 2012) melaporkan total nilai estimasi temuan mencapai Rp720 miliar.

Peristiwa ini menjadi salah satu penemuan harta karun bawah laut terbesar di awal abad ke-21. Kapal yang tenggelam di perairan Cirebon diklaim membawa keramik dari Tiongkok yang diperdagangkan ke Kesultanan Palembang. Rute perdagangan kala itu melintasi Laut China Selatan, Selat Malaka, dan Samudera Hindia. Namun, penelitian menunjukkan kapal tersebut justru berasal dari wilayah Nusantara, terbukti melalui perbandingan keramik dengan temuan di Sumatera Selatan.

Kapal karam itu dikenal sejarah sebagai Cirebon Wreck, mengungkap hubungan perdagangan antara Kerajaan Sriwijaya dan Tiongkok. Pada masa Dinasti Tang, keramik dianggap sebagai komoditas bernilai tinggi, bahkan dianggap harta karun. Aktivitas ekonomi Kesultanan Palembang pada masa itu cukup berkembang, bahkan mencapai ketinggian yang menghubungkan ke negeri tirai bambu.

MORE FROM THIS CATEGORY