Saham Ferrari Mengalami Penurunan Setelah Umumkan Harga EV Pertama, Ini Pembelaan Bos
Dailynesia.com – Dalam wawancara terkini dengan CNBC, Benedetto Vigna, CEO Ferrari, menjelaskan alasan di balik harga mobil listrik pertama perusahaan yang ditetapkan sebesar 550 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar. Model Luce, yang diluncurkan pada Senin, 25 Mei 2026, memicu reaksi pasar yang signifikan, dengan saham Ferrari yang terdaftar di Bursa Milan mengalami penurunan hingga 8% pada perdagangan Selasa. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi perusahaan dalam menghadapi transformasi industri otomotif global.
Kritik dan Penjelasan Harga
Key Discussion menyoroti perdebatan mengenai keputusan Ferrari menetapkan harga yang relatif tinggi untuk mobil listrik pertamanya. Banyak pihak menganggap harga Luce terlalu mahal, terutama dibandingkan model EV dari merek lain. Namun, Vigna membela langkah ini dengan menyatakan bahwa inovasi teknologi dan desain yang diusung Ferrari layak mendapat perhatian khusus. “Harga Luce sepadan dengan keunggulan teknologi dan visi perusahaan,” tutur CEO Ferrari.
Vigna menegaskan bahwa mobil listrik ini bukan berarti Ferrari akan menggantikan seluruh mesin konvensional. Model Luce hadir sebagai bagian dari transformasi industri otomotif global, tetapi tetap mempertahankan identitas sebagai produsen mobil sport premium. Menurutnya, desain mobil listrik harus mencerminkan keunggulan teknologi dan eksklusivitas brand.
Perbandingan dengan Merek Lain
Dalam Key Discussion, Vigna juga menepis anggapan bahwa mobil listrik Ferrari bisa dibandingkan langsung dengan produk dari China atau merek lain. Ia menekankan perlunya pengamatan langsung untuk memahami perbedaan desain dan teknologi antara Luce dengan kendaraan listrik kompetitor. “Kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membangun visi masa depan transportasi,” jelasnya.
Kritik terhadap Luce tidak hanya berasal dari investor, tetapi juga melibatkan mantan bos Ferrari dan Menteri Perhubungan Italia. Namun, analis otomotif menyatakan bahwa reaksi pasar masih terlalu dini. Setelah anjlok tajam pada Selasa, saham Ferrari ditutup dengan penurunan tipis 0,1% pada Rabu, namun kembali naik 1,7% pada Kamis. Perubahan ini menunjukkan ketidakpastian pasar yang sedang beradaptasi dengan transformasi perusahaan.
Strategi Ferrari dalam Elektrifikasi
Key Discussion mencakup analisis lebih dalam mengenai strategi Ferrari dalam menghadapi pergeseran ke arah elektrifikasi. Perusahaan ini telah lama dikenal sebagai produsen mobil sport berperforma tinggi, tetapi kini harus beradaptasi dengan tren pasar yang berubah. Vigna mengatakan bahwa Luce adalah langkah awal untuk menegaskan komitmen Ferrari terhadap inovasi, meski harga yang ditetapkan memicu kegundahan di kalangan investor.
Peluncuran Luce juga dianggap sebagai momen penting dalam sejarah perusahaan. Vigna menilai mobil listrik ini menandai awal babak baru di tengah pergeseran industri menuju elektrifikasi. “Desain mobil listrik Ferrari harus berbeda untuk menunjukkan kemajuan teknologi yang digunakan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa harga tinggi menjadi bagian dari upaya untuk menjaga kualitas dan reputasi merek dalam segmen pasar yang kompetitif.
Key Discussion menyoroti bahwa Ferrari tidak ingin hanya menjadi pesaing di segmen EV murah, tetapi ingin menegaskan posisi sebagai brand premium yang mampu menggabungkan keunggulan teknologi dengan tradisi sport car. Dengan harga yang ditetapkan, perusahaan mengharapkan Luce bisa memenuhi ekspektasi konsumen yang menginginkan keseimbangan antara inovasi dan nilai estetika. Namun, keputusan ini juga memicu spekulasi mengenai kapan Ferrari akan meluncurkan model EV lain yang lebih terjangkau.

