QRIS Bikin Naik Level! Begini Caranya UMKM Miliki QRIS

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
da7aed57-9ce7-493d-9f69-19c06da35798-0

New Policy: QRIS Meningkatkan Efisiensi Transaksi! Begini Cara UMKM Mendaftarkan QRIS

Dailynesia.com – Adanya new policy terkait sistem pembayaran digital berbasis QRIS memberikan peluang baru bagi pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional bisnis. New policy ini diperkenalkan oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor UMKM, terutama dalam menghadapi era ekonomi modern yang semakin bergantung pada teknologi. Nina, seorang pedagang es teh manis di Bekasi, mengungkapkan bahwa QRIS dari BRI menjadi pilihan utama konsumen, termasuk kalangan dewasa dan paruh baya, karena kemudahan dan kecepatan transaksi. “QRIS tidak hanya digunakan oleh generasi muda, tapi juga banyak digunakan oleh orang dewasa dan paruh baya,” katanya saat diwawancara CNBC Indonesia di Pondok Gede, Kamis (28/5/2026).

“QRIS memudahkan pengelolaan arus kas karena setiap transaksi langsung tercatat secara digital, bahkan bisa diverifikasi melalui foto transaksi,” tambah Nina, yang sudah menerapkan sistem ini lebih dari setahun. Ini menjadi bukti nyata bahwa new policy tentang QRIS tidak hanya sebatas teori, tapi sudah memberikan manfaat nyata bagi usaha mikro di tingkat lokal.

Macam-Macam QRIS yang Tersedia untuk Merchant

QRIS BRI menyediakan lima jenis layanan yang bisa dipilih oleh merchant sesuai dengan kebutuhan operasional. Pertama, QRIS Statis: jenis kode QR yang tetap dan umum digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai e-wallet seperti GoPay, OVO, dan DANA. Kode ini bisa dicetak satu kali dan digunakan berulang, cocok untuk bisnis yang sifat transaksinya rutin. Kedua, QRIS Dinamis: kode yang dihasilkan secara otomatis untuk setiap transaksi, bersifat unik dan harus dicetak ulang setiap hari, sehingga mencegah kemungkinan penipuan.

Ketiga, QRIS MPM (Merchant Presented Mode) memudahkan pelanggan untuk memindai kode di tempat merchant, seperti di toko, warung, atau pasar. Keempat, QRIS CPM (Customer Presented Mode) meminta pelanggan menunjukkan kode pembayaran mereka, dan kasir menggunakan scanner untuk mencocokkan. Kelima, QRIS Tap: metode pembayaran berbasis NFC (Near Field Communication) dengan kecepatan tinggi, di mana pengguna cukup mendekatkan smartphone ke reader untuk menyelesaikan transaksi secara otomatis. New policy ini memastikan berbagai jenis QRIS tersedia, sehingga merchant bisa memilih yang paling sesuai dengan bisnis mereka.

Manfaat QRIS bagi UMKM dalam Era Digital

Penerapan QRIS di bawah new policy membawa perubahan signifikan dalam cara UMKM mengelola bisnis. Selain mempercepat proses transaksi, sistem ini juga memudahkan pemantauan keuangan karena semua aktivitas pembayaran terdokumentasi secara real-time. Nina mengatakan bahwa dalam lebih dari setahun terakhir, tidak pernah mengalami penipuan melalui QRIS, yang menunjukkan keamanan dan transparansi dari sistem ini.

New policy ini juga memperluas akses UMKM ke pasar yang lebih luas. Dengan QRIS, pelanggan bisa melakukan pembayaran tanpa perlu menggunakan uang tunai, sehingga meningkatkan efisiensi dan menekan risiko kehilangan uang. Selain itu, QRIS dapat diterima oleh seluruh e-wallet dengan batas transaksi maksimal Rp10.000.000,- per transaksi, membuatnya menjadi solusi yang fleksibel dan ramah bagi berbagai skala usaha. Dengan kebijakan ini, UMKM tidak hanya bisa meningkatkan kualitas layanan, tapi juga menumbuhkan loyalitas pelanggan yang lebih baik.

Dalam new policy yang berlaku, Bank Indonesia juga memberikan bantuan teknis dan pendampingan bagi UMKM yang ingin menerapkan QRIS. Banyak pelaku usaha mulai memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat posisi di pasar digital. “QRIS sangat membantu karena tidak hanya memudahkan transaksi, tapi juga memperjelas laporan keuangan,” kata Nina, yang sebelumnya harus mencatat setiap transaksi secara manual.

Sistem QRIS BRI juga dirancang untuk mengurangi beban biaya operasional UMKM. New policy ini memastikan bahwa biaya pendaftaran dan penggunaan QRIS bersifat terjangkau, sehingga tidak menyulitkan pelaku usaha kecil untuk beradaptasi. Selain itu, QRIS bisa diintegrasikan dengan berbagai platform online, seperti toko online atau marketplace, memberikan kemudahan bagi UMKM yang ingin mengembangkan bisnis secara digital.

MORE FROM THIS CATEGORY