Dolar AS Ambruk di Asia, Won – Yuan Terbang

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
mata-uang-rupiah-yuan-dan-won-1_169

Dolar AS Ambruk di Asia, Won – Yuan Terbang

Dailynesia.com – Mengungkapkan bahwa melemahnya dolar AS terus memberikan dampak signifikan terhadap pasar keuangan Asia, dengan beberapa mata uang regional mencatatkan kenaikan signifikan. Refinitv mencatat, pada Rabu (27/5/2026) pukul 12.19 WIB, won Korea Selatan menjadi pelaku utama penguatan, menguat 0,6% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, rupee India tercatat melemah 0,09% dalam periode yang sama. Kenaikan won dan penguatan yuan China menunjukkan dinamika pasar yang kompleks akibat fluktuasi ekonomi global dan kebijakan moneter.

Penguatan Mata Uang Asia

Penguatan mata uang Asia terjadi di tengah penurunan indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, saat ini berada di level 99,07—nilai terendah sejak 15 Mei 2026. Kondisi ini didorong oleh pergeseran sentimen investor yang lebih memilih aset berisiko yang lebih rendah, terutama setelah tekanan inflasi di AS memperkuat proyeksi kenaikan suku bunga yang sedikit berkurang. Penguatan yuan China menjadi sorotan, dengan data makroekonomi yang positif membawa mata uang ini mendekati level tertinggi tiga tahun terakhir.

Dolar AS yang terus melemah mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap kebijakan moneter AS. Dalam Key Discussion terkini, penguatan yuan dan won dianggap sebagai respons terhadap sinyal yang dikeluarkan oleh Bank Sentral Tiongkok (PBOC). Kurs tengah yuan ditetapkan di 6,8291 per dolar AS, 408 pips lebih rendah dibandingkan estimasi Reuters. Yuan spot diperbolehkan bergerak 2% di atas atau di bawah kurs tersebut setiap hari, mencerminkan kebijakan stabilisasi nilai tukar yang diterapkan PBOC.

Tantangan dan Peluang untuk Mata Uang Asia

Key Discussion juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh beberapa mata uang Asia, termasuk rupee India. Penurunan kurs rupee terjadi setelah kenaikan harga minyak yang menopang inflasi dan menekan kinerja ekonomi negara tersebut. Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, seperti serangan AS ke Iran yang menghambat upaya mencapai gencatan senjata, investor mulai mengalihkan fokus ke risiko yang lebih terkini.

Mata uang Asia seperti won dan yuan bergerak dengan lebih stabil dibandingkan rupee India, yang tergantung pada dinamika global. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan laba industri China melonjak 24,7% pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya, mencatatkan laju paling cepat sejak November 2023. Pertumbuhan ini memperkuat sinyal pemulihan ekonomi, meskipun indikator lain menunjukkan penurunan momentum di awal kuartal kedua.

“Yuan cenderung menguat dalam jangka pendek, tetapi ruang penguatan lebih lanjut kemungkinan terbatas,” tulis analis Huatai Futures Research Institute, dikutip dari Refinitiv. Mereka memperkirakan yuan akan bergerak dalam rentang 6,76 hingga 6,82 terhadap dolar AS, mempertimbangkan penguatan dolar dan sikap bank sentral China yang menekankan stabilitas nilai tukar. Dalam Key Discussion ini, dinamika pasar juga dipengaruhi oleh perspektif kebijakan moneter internasional.

Dengan situasi yang terus berubah, Key Discussion menekankan bahwa mata uang Asia tetap menjadi fokus utama bagi investor global. Kenaikan won Korea Selatan, yang tercatat lebih dari 0,5% dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Sementara itu, penguatan yuan China memberikan alasan untuk optimis, terutama dengan peningkatan data industri yang menunjukkan stabilitas sektor produktif.

Di sisi lain, rupee India terus terpantau karena ketergantungan pada harga minyak dan kebijakan moneter RBI. Managing Director CR Forex Advisors, Amit Pabari, menyoroti bahwa rupee tertekan setelah kenaikan harga minyak yang menopang inflasi dan memperkuat tekanan terhadap mata uang tersebut. Meski demikian, Key Discussion menyatakan bahwa kinerja pasar Asia tetap lebih baik dibandingkan negara-negara dengan volatilitas lebih tinggi, seperti kawasan Timur Tengah.

MORE FROM THIS CATEGORY