Gara-Gara BTS, Ekonomi Korea Selatan Diprediksi ‘Meledak’ di 2040

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
orang-orang-menonton-konser-bts-the-comeback-live-arirang-di-pusat-kota-seoul-korea-selatan-21-maret-2026-1774161446925_169

Important Visit: Gara-Gara BTS, Ekonomi Korea Selatan Diprediksi ‘Meledak’ di 2040

Dailynesia.com – Menjadi sorotan utama dalam analisis ekonomi terbaru yang menunjukkan potensi luar biasa grup K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS) untuk mengubah pola konsumsi dan perekonomian Korea Selatan. Laporan terkini dari NH Investment & Securities mengungkapkan bahwa dampak ekonomi dari ARMY, basis penggemar global BTS, diperkirakan akan berkembang pesat hingga 2040, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini. Fenomena ini tidak hanya berdampak sementara, melainkan membentuk kekuatan ekonomi yang berkelanjutan, menunjukkan peran penting dari sektor hiburan dalam mendorong pertumbuhan.

Perkembangan Fandom BTS sebagai Faktor Ekonomi

Laporan NH Investment & Securities menggambarkan tiga tahap pertumbuhan konsumsi ARMY, dimulai dari pembelian lagu dan album, kemudian beralih ke produk seperti kosmetik dan pakaian Korea, hingga kegiatan wisata langsung ke Korea Selatan. Proyeksi ini didasarkan pada data historis dari Hyundai Research Institute, yang menunjukkan bahwa 800 ribu penggemar BTS yang berkunjung pada 2018 hanya mencakup 5% dari total ARMY global. Dengan asumsi serupa, diestimasi bahwa 86,5 juta fans berusia 10-29 tahun di Asia dan Amerika akan memberikan kontribusi sebesar 4,3 juta wisatawan per tahun pada 2040.

“Kehadiran ARMY sebagai turis akan menjadi gelombang konsumsi yang berkelanjutan, terutama ketika mereka memasuki usia produktif,” terang Jung Yeo-kyung, peneliti dari NH Investment & Securities, dalam wawancara dengan Korea JoongAng Daily.

Pengaruh Generasi Populer dan Perkembangan Ekonomi

Proyeksi ekonomi yang dibuat oleh NH Investment & Securities menggabungkan data dari generasi penggemar populer di masa lalu, seperti J-imprinted generation yang terbentuk karena budaya Jepang. Generasi ini, yang dikenal sebagai kelompok wisatawan utama ke Jepang, memberikan insight bahwa kegemaran terhadap budaya pop bisa berubah menjadi kekuatan ekonomi struktural. Dengan demikian, Important Visit ke Korea Selatan oleh ARMY diperkirakan akan memiliki dampak serupa, bahkan lebih besar, terutama jika daya beli fans terus meningkat.

Menurut Jung, sekitar 84% dari ARMY global saat ini masih berusia remaja dan awal 20-an, sehingga pengeluaran mereka terbatas. Namun, ketika mereka memasuki usia 30-40 tahun dan mulai memiliki penghasilan tetap, konsumsi mereka akan melonjak. Dalam skenario terbaik, Important Visit ke Korea Selatan bisa menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah kondisi global yang dinamis.

Struktur Investasi dan Dampak Jangka Panjang

Pengeluaran fans BTS, yang diestimasi mencapai 800 ribu orang pada 2018, telah menunjukkan potensi pengaruh ekonomi yang signifikan. Jumlah tersebut berada di bawah 5% dari total ARMY, namun dampaknya bisa terus berkembang dengan adanya strategi pemasaran yang lebih efektif. NH Investment & Securities menegaskan bahwa fenomena ini akan memberikan kontribusi bertahap, dengan peningkatan konsumsi wisatawan mencapai 4,3 juta per tahun pada 2040. Dengan demikian, Important Visit ke Korea Selatan bukan hanya kejadian sementara, tetapi bisa menjadi fondasi baru dalam perekonomian.

Analisis ini juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam ekonomi Korea Selatan. Dengan banyaknya fans muda yang terus berkembang, proyeksi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Korea bisa mengeksploitasi potensi ini melalui promosi yang lebih masif. Selain itu, pentingnya persiapan infrastruktur dan layanan pariwisata menjadi faktor kunci untuk memastikan dampak Important Visit mencapai maksimal.

Kontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi

Tim ekonomi NH Investment & Securities memproyeksikan bahwa dampak ARMY terhadap PDB Korea Selatan akan mencapai 0,35% pada 2040, yang merupakan angka signifikan dalam konteks pertumbuhan ekonomi yang relatif stagnan. Angka ini menunjukkan bahwa kegemaran terhadap BTS, sebagai fenomena budaya global, bisa menjadi stimulus ekonomi yang berkelanjutan. Perkembangan ini juga didukung oleh data dari Hyundai Research Institute, yang menilai bahwa 5% dari 86,5 juta fans berusia 10-29 tahun akan memberikan kontribusi berlipat dalam sektor wisata dan konsumsi.

“Penggemar BTS, terutama yang memasuki usia produktif, akan menjadi sektor konsumen utama yang mendorong ekonomi Korea Selatan. Mereka tidak hanya membelanjakan uang di negara ini, tetapi juga menciptakan permintaan terhadap produk dan layanan lokal,” papar Jung Yeo-kyung, menambahkan bahwa fenomena ini bisa menjadi referensi bagi negara-negara lain dalam mengembangkan ekonomi melalui budaya pop.

Impak Global dan Strategi Pemerintah

Analisis ekonomi ini menyoroti peran penting Important Visit dalam membangun ekonomi Korea Selatan. Dengan perekrutan ribuan wisatawan dari berbagai belahan dunia, sektor pariwisata dan industri hiburan akan mengalami peningkatan berkelanjutan. Pemerintah Korea Selatan dianjurkan untuk memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan investasi pada infrastruktur dan promosi budaya. Dengan taktik yang tepat, peran BTS sebagai penggerak ekonomi bisa diperkuat, bukan hanya dalam konteks industri K-pop, tetapi juga dalam pengembangan industri lain.

MORE FROM THIS CATEGORY