Warga RI Ramai-Ramai Pergi Belajar ke Korea, Segini Jumlahnya

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
hanyang-university_169

Key Discussion: Penelusuran Pendidikan di Korea Selatan Meningkat Drastis

Dailynesia.com – Menjadi topik utama dalam diskusi tentang peningkatan minat warga Indonesia belajar di Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pelajar RI yang memilih studi di Negeri Ginseng mengalami peningkatan signifikan. Data menunjukkan bahwa pada 2016, hanya 1.353 mahasiswa Indonesia yang mengikuti program pendidikan di Korea. Angka ini kemudian melonjak hampir dua kali lipat, mencapai 2.446 orang pada 2025. Kenaikan yang drastis ini mendorong penyelenggaraan Study in Korea Education Fair 2026 sebagai upaya memperkaya informasi tentang peluang pendidikan dan pengalaman studi di Korea Selatan.

Fair Pendidikan dengan 53 Institusi Korea

Kegiatan yang digelar oleh National Institute for International Education (NIIED) dan Korean Education Center (KEC) in Indonesia berlangsung di SMESCO Indonesia, Jakarta, pada 23-24 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh 53 lembaga pendidikan Korea, termasuk universitas dan sekolah, yang menawarkan berbagai program studi serta fasilitas beasiswa kepada warga Indonesia. Selain itu, para peserta fair juga diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pihak penyelenggara dan memperoleh bantuan dalam proses pendaftaran.

“Penelusuran pendidikan di Korea Selatan terus meningkat karena keunggulan program akademik dan kualitas kehidupan mahasiswa internasional di sana,” kata Direktur KEC Indonesia.

Pameran ini tidak hanya menyediakan informasi tentang program studi, tetapi juga menjelaskan prosedur penerimaan, biaya pendidikan, serta keuntungan belajar di Korea. Pihak penyelenggara menekankan bahwa kehadiran tim penerjemah di setiap stan bertujuan memudahkan calon mahasiswa Indonesia dalam memahami detail program. Hal ini mendukung upaya membangun hubungan erat antara pendidikan tinggi Indonesia dan Korea Selatan.

Peluang Karier dan Kebudayaan Korea

Dalam Key Discussion yang diadakan pada hari kedua fair, para pembicara membahas keterkaitan pendidikan dengan peluang karier di Korea Selatan. Banyak mahasiswa Indonesia berminat pada program teknologi informasi, bisnis, dan seni, karena keduanya dianggap memiliki relevansi tinggi di pasar global. Selain itu, kebudayaan Korea yang diminati warga Indonesia juga menjadi faktor pendorong minat belajar di sana, terutama melalui kegiatan seperti konser dan diskusi budaya yang dihadiri oleh alumni dan dosen.

Para peserta fair juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi Program Korean Studies, yang menjelaskan bagaimana pelajaran bahasa Korea diintegrasikan dalam kurikulum sekolah menengah. Diskusi ini diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda Indonesia secara lebih baik untuk menghadapi tantangan studi di luar negeri. Selain itu, perwakilan dari lembaga pendidikan Korea memberikan pandangan tentang kemudahan akses visa dan ketersediaan beasiswa bagi pelajar Indonesia.

“Korea Selatan telah memperluas program beasiswa dan menyesuaikan syarat penerimaan untuk menarik lebih banyak pelajar Indonesia,” papar salah satu pembicara pada sesi Key Discussion.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman. Alumni dari Global Korea Scholarship (GKS) hadir dalam Study in Korea Talk Concert untuk menceritakan proses persiapan, tantangan selama studi, serta kehidupan di Korea Selatan. Berdasarkan hasil diskusi, banyak peserta menyatakan bahwa pengalaman belajar di Korea memberikan peningkatan kemampuan berkomunikasi dan memperluas wawasan tentang dunia internasional.

Program Pendukung untuk Mahasiswa Indonesia

Sebagai bagian dari Key Discussion, NIIED dan KEC Indonesia menyatakan komitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan internasional. Mereka berencana memperluas kerja sama dengan institusi pendidikan lainnya, termasuk penyediaan beasiswa tambahan dan pelatihan keterampilan berbahasa Korea bagi siswa SMA. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan mahasiswa Indonesia bisa beradaptasi dengan lebih baik di Korea Selatan.

Kegiatan fair juga menyoroti kolaborasi dalam bidang teknologi pendidikan. Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa digitalisasi akan menjadi bagian penting dari strategi pemasaran, dengan penyelenggaraan pameran daring dan luring secara berkelanjutan. Dengan kombinasi ini, calon mahasiswa Indonesia diharapkan dapat memperoleh informasi secara lebih efektif dan fleksibel, sejalan dengan tren belajar online yang semakin populer.

MORE FROM THIS CATEGORY