Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

2 months ago  ·  2 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com

Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

Dailynesia.com – Di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan pada perdagangan Senin (25/5/2026), meskipun investor asing kembali melakukan aksi jual besar di pasar saham domestik. IHSG ditutup naik 44,30 poin atau 0,72% ke level 6.206,35. Sebanyak 470 saham menguat, 236 melemah, dan 114 bergerak stagnan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi asing menunjukkan net sell sebesar Rp2,22 triliun. Nilai jual mencapai Rp7,53 triliun, sedangkan beli hanya Rp5,31 triliun. Aksi jual asing terjadi seiring sentimen rebalancing indeks MSCI dan pelemahan rupiah yang masih memengaruhi aset pasar emerging, termasuk Indonesia.

Namun, meski ada tekanan jual signifikan, IHSG tetap menguat. Aksi jual investor global langsung diserap oleh pelaku domestik, terutama di saham-saham big caps dan konglomerasi. PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham dengan net sell terbesar mencapai Rp248,6 miliar. Di sisi lain, BMRI menjadi saham yang paling banyak dibeli investor lokal, dengan kenaikan 2,43% pada hari itu.

Dampak serupa terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), di mana asing melepas Rp226,2 miliar. Investor domestik menyerap buangan asing dan mendorong kenaikan 8,62% di saham emiten terafiliasi Salim. Tekanan jual asing di emiten Prajogo Pangestu, seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), juga terlihat, meskipun tidak menghentikan penguatan IHSG.

Saham-saham bank jumbo tetap menjadi penopang utama indeks. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan BMRI tercatat sebagai penggerak utama penguatan. BBRI bahkan mencatatkan net buy asing terbesar sebesar Rp114,2 miliar, disusul MDKA sebesar Rp112,2 miliar dan BBCA Rp64,6 miliar.

Dari sisi teknikal, IHSG mulai menunjukkan indikasi penurunan tekanan jual setelah terkoreksi dalam dari area puncak 9.100-an hingga menyentuh level 5.900. Dalam beberapa sesi terakhir, indeks bergerak lebih stabil dan mencoba membentuk konsolidasi baru di kisaran 6.000-6.300.

Meski stabil, tren jangka menengah IHSG masih cenderung bearish. Pola lower high dan lower low tetap mendominasi pergerakan, yang menunjukkan penguatan saat ini lebih mencerminkan rebound teknis dibandingkan pembalikan arah tren.

MORE FROM THIS CATEGORY