TNI dan Warga Jabar Tiba-tiba Heboh, Temukan Kaos Kaki Isi Berlian
Penemuan Harta Karun di Cigombong
Dailynesia.com – Dalam kehidupan sejarah Indonesia, kawasan Cigombong, Jawa Barat, pernah menjadi lokasi yang tak terduga. Pada tahun 1946, setelah kejatuhan tentara Jepang, TNI bersama masyarakat lokal memulai upaya mencari persediaan senjata untuk menghadapi agresi Belanda. Namun, apa yang ditemukan justru mengguncang perhatian. Di bekas markas militer Jepang, mereka menemukan kumpulan perhiasan berlian dan emas yang terkumpul dalam jumlah besar.
Detail temuan ini melibatkan tumpukan emas berkilau serta berlian yang menurut estimasi bisa bernilai hingga Rp 6 miliar. Menurut laporan, barang-barang bernilai tinggi ini ditemukan dalam sebuah guci besar oleh Sersan Mayor Sidik bersama anggota polisi tentara dan warga sekitar. Mereka terkejut saat mengungkap isinya yang terdiri dari kaus kaki berisi emas dan berlian yang bersinar.
“Yang menemukan 6 orang. Saat mencangkul ada yang kena guci di kedalaman tanah sekitar 3 meter yang berpasir,” kata Widodo, salah satu warga yang ikut dalam penemuan dikutip dari detikcom.
Temuan di Cigombong bukanlah satu-satunya. Di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah, terjadi penggalian tak terduga pada Oktober 1990. Masyarakat yang sedang memperluas lahan tanah uruk justru menemukan empat guci berisi emas dan perak. Perhiasan berbagai bentuk seperti gelang dan cincin yang ditemukan disebut sebagai harta karun terbesar dalam sejarah Indonesia.
Harta Karun di Bawah Tanah Pasir
Berdasarkan laporan tim, harta karun dari Cigombong akhirnya diserahkan ke Bank Negara Indonesia (BNI-46) di Yogyakarta. Direktur BNI-46 saat itu adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang merupakan kakek dari Menteri Pertahanan RI saat ini. Sementara itu, penemuan di Wonoboyo menunjukkan bahwa harta karun emas bisa muncul di tempat yang tak terduga.

