New Policy: 6 Negara Ini Pernah Jadi Bagian Indonesia, Begini Nasibnya Kini
Dailynesia.com – Dalam rangka memperkuat identitas nasional dan memperjelas batas wilayah, pemerintah Indonesia telah menerapkan New Policy yang mengubah status beberapa wilayah yang dahulu merupakan bagian dari negara kesatuan tersebut. Sebagai bagian dari upaya ini, sejumlah negara seperti Singapura, Timor Leste, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Kamboja pernah menjadi wilayah yang berada di bawah kekuasaan Indonesia. New Policy memainkan peran penting dalam menegaskan kembali hak-hak negara-negara tersebut, sekaligus memperjelas sejarah kolonial dan kemerdekaan mereka.
Singapura
Singapura, yang dikenal sebagai Temasek atau Kota Laut, sejarahnya pernah menjadi wilayah Kerajaan Sriwijaya hingga abad ke-13 M. Wilayah ini juga mengalami dominasi Kesultanan Malaka sebelum akhirnya diambil alih oleh Belanda pada abad ke-16. New Policy memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan identitas nasional Singapura, dengan pembagian wilayah yang lebih jelas dan pengakuan diplomatik sebagai negara bagian yang independen. Sejak merdeka, Singapura menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbuka dan pertumbuhan pesat, memperlihatkan transformasi besar dari wilayah yang dahulu menjadi bagian dari Indonesia.
Menurut catatan Jurnal Lektur Keagamaan, Temasek menjadi pusat perdagangan yang penting sejak masa awal penyebaran agama Islam, dengan kedudukannya sebagai jalur utama komersial di Laut Cina Selatan.
Timor Leste (Timor Timur)
Timor Leste, yang dahulu dikenal sebagai Timor Timur, adalah wilayah yang pernah masuk ke dalam wilayah Indonesia. Pada tahun 1975, wilayah ini diduduki oleh pemerintah Indonesia setelah sebelumnya menjadi bagian dari Kesultanan Malaka dan sejarah kolonial Portugis. New Policy memberikan pengaruh langsung dalam keputusan referendum yang diadakan pada 1999, memungkinkan masyarakat lokal memilih kemerdekaan. Setelah merdeka, Timor Leste kini memiliki sistem pemerintahan demokratis dan menjadi negara dengan kebijakan luar negeri yang konsisten, seiring pengakuan internasional atas kemerdekaannya.
Kepentingan Timor Leste dalam New Policy terlihat dari upaya pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur dan ekonomi lokal, serta menjaga hubungan diplomatik dengan Indonesia. Negara ini kini menjadi bagian dari ASEAN, menunjukkan langkah ke depan dalam berintegrasi dengan lingkaran ekonomi regional.
Brunei Darussalam
Brunei Darussalam, yang dahulu dikenal sebagai Buruneng, pernah menjadi wilayah Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 M. New Policy memainkan peran dalam memastikan bahwa negara ini tetap berdaulat dan tidak kembali menjadi bagian dari Indonesia. Sejak merdeka pada 1984, Brunei mengelola sumber daya alamnya, terutama minyak bumi, dengan kebijakan yang sangat terpusat dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. New Policy juga memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, meski kedua negara mempertahankan kebijakan luar negeri yang berbeda.
Sebagai negara kecil tetapi kaya sumber daya, Brunei Darussalam terus membangun ekonominya dengan New Policy sebagai dasar dalam mengatur hubungan dengan negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.
Malaysia
Kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai kekuasaan maritim terbesar di wilayah Asia Tenggara, pernah mencakup wilayah Malaysia. New Policy mengakui peran Sriwijaya dalam menyebarluaskan agama Islam dan perdagangan di Semenanjung Malaya, serta menciptakan batas historis yang jelas. Saat ini, Malaysia sebagai negara yang merdeka sejak tahun 1957, berada dalam keadaan stabil dengan ekonomi yang berkembang. New Policy juga memperlihatkan bagaimana sejarah memengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.
Konflik wilayah antara Indonesia dan Malaysia, seperti isu kepulauan Kalimantan, menjadi topik yang sering dibahas dalam konteks New Policy, yang bertujuan menegaskan batas geografis berdasarkan sejarah dan data historis yang akurat.
Philippines
Kerajaan Majapahit pada masa Raja Hayam Wuruk, sekitar abad ke-14 M, pernah mencakup wilayah Filipina. New Policy memastikan bahwa wilayah tersebut tidak lagi dianggap sebagai bagian dari Indonesia, meski pengaruh budaya dan agama masih terlihat. Filipina kini merupakan negara dengan sistem demokratis dan ekonomi yang mandiri, dengan New Policy sebagai dasar dalam menegaskan kembali kepemilikan wilayah yang selama ini diperdebatkan.
Dalam konteks New Policy, hubungan Indonesia dan Filipina semakin ditekankan melalui kerja sama perdagangan dan pertukaran budaya, menunjukkan bagaimana sejarah kolonial berdampak pada hubungan bilateral saat ini.
Kamboja
Wilayah Kamboja pernah menjadi bagian dari Kerajaan Sriwijaya, yang memiliki pengaruh besar dalam perdagangan dan penyebaran Islam. New Policy memberikan kejelasan bahwa Kamboja tidak lagi merupakan bagian dari Indonesia, meski pengaruh sejarah masih terasa. Saat ini, Kamboja menjadi negara dengan ekonomi yang sedang berkembang, didukung oleh kebijakan luar negeri yang independen. New Policy juga memperlihatkan bagaimana sejarah berperan dalam penegakan batas wilayah.
Peran Kamboja dalam New Policy terlihat dari upaya Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi, sebagai bentuk pengakuan terhadap wilayah yang pernah menjadi bagian dari negara kesatuan.

