Main Agenda: Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

3 months ago  ·  4 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
direktur-utama-pt-bank-rakyat-indonesia-persero-tbk-hery-gunardi-saat-menyampaikan-pemaparan-dalam-jogja-financial-festival-20-1779509603724_169

Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

Dailynesia.com – Jogja Financial Festival (JFF) 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) menjadi momen penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran keuangan dan ekonomi dalam perekonomian nasional. Main Agenda acara ini, yang berlangsung selama dua hari, dirancang untuk menampung berbagai topik kritis dan inovatif, di antaranya mengenai transformasi sektor keuangan, kebijakan ekonomi, serta literasi keuangan. Acara ini menarik perhatian para pemimpin perusahaan, tokoh pemerintah, dan tokoh masyarakat, yang membagikan wawasan serta pengalaman mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas finansial.

Anggito Abimanyu: Disiplin dan SDM Menentukan Keberhasilan Sektor Keuangan

Main Agenda pertama dari Jogja Financial Festival 2026 menghadirkan Anggito Abimanyu, Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang menekankan pentingnya disiplin dan pengelolaan tata kelola yang baik sebagai fondasi keberhasilan sektor keuangan. Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Sektor keuangan itu syaratnya ya untuk bisa maju harus disiplin, membangun tata kelola, memberdayakan SDM, bisnis yang menguntungkan, akhirnya kan cuan,”

ujarnya selama sesi diskusi yang menjadi bagian dari Main Agenda acara tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa disiplin dalam manajemen keuangan tidak hanya berdampak pada keberlanjutan sektor, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Anggito menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keuangan yang baik ke dalam berbagai lini kehidupan ekonomi.

Wawan Harmawan: Festival Ini Membantu Perekonomian Jogja

Wawan Harmawan, Wakil Walikota Yogyakarta, mengungkapkan bahwa Main Agenda Jogja Financial Festival 2026 secara langsung berkontribusi pada perekonomian lokal. Menurutnya, acara ini menjadi wadah untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, yang memperkuat ekosistem perekonomian daerah.

“Kami sangat senang sekali dan acara seperti ini sangat membantu perekonomian Jogja. Teman-teman ISEI bilang Jogja tumbuh karena ekonomi kerumunan. Jadi acara seperti ini kita harapkan bisa setiap minggu,”

katanya dalam sesi diskusi yang menjadi bagian dari Main Agenda. Ia menambahkan bahwa acara serupa dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM), serta meningkatkan daya beli masyarakat di Jogja. Wawan juga berharap bahwa Main Agenda ini bisa terus dijalankan sebagai bagian dari kebijakan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Misbakhun: Kualitas Diri Menjadi Kekayaan yang Tidak Bernilai

Dalam sesi Main Agenda Jogja Financial Festival 2026, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menekankan pentingnya pendidikan keuangan bagi generasi muda. Ia mengajak pelajar dan mahasiswa untuk memperkuat kemampuan pribadi agar mampu bersaing di era ekonomi yang semakin dinamis.

“Satu yang harus dimiliki seluruh pelajar atau mahasiswa terlepas apapun latar belakang keluarganya, adalah kualitas diri. Karena memperkuat kualitas diri kapasitas pribadi itu adalah kekayaan yang tidak bernilai. Pak CT bukan dari keluarga siapa-siapa beliau bisa masuk ke FKUI karena kapasitas kemampuan diri,”

lanjutnya dalam sesi one on one yang termasuk dalam Main Agenda. Misbakhun menambahkan bahwa kualitas diri yang baik merupakan bekal utama untuk menghadapi tantangan keuangan dan ekonomi yang kompleks. Ia menyarankan para pemuda untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar siap mengambil peran penting di masa depan.

Transformasi Perbankan: Hery Gunardi dan Nixon LP Napitupulu Berbagi Pengalaman

Main Agenda selanjutnya dari Jogja Financial Festival 2026 membahas peran perbankan dalam memajukan perekonomian. Sesi Business Talks menghadirkan Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BBRI), yang memaparkan pengalaman transformasi digital dalam layanan perbankan.

“Kemudian transaksi harian, Brimo itu sehari itu Rp32 triliun, setahun itu Rp7,5 triliun,”

ujar Hery selama sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya mempercepat akses ke layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Selain itu, Main Agenda ini menyoroti inisiatif dari Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), yang fokus pada program KPR subsidi dan inovasi digital.

Di sisi lain, Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa Main Agenda acara ini juga menjadi platform untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia. Ia mengatakan bahwa program KPR subsidi dan layanan digital merupakan upaya untuk menjembatani kebutuhan masyarakat yang belum terakses secara optimal oleh sistem keuangan. Menurut Nixon, ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi di berbagai kalangan.

Kompetisi dan Kolaborasi dalam Main Agenda Jogja Financial Festival 2026

Salah satu Main Agenda utama Jogja Financial Festival 2026 adalah menyoroti kompetisi dan kolaborasi antar pelaku ekonomi. Acara ini menjadi ajang bagi berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta, untuk berbagi pandangan tentang strategi yang dapat mendorong ekonomi Indonesia ke arah yang lebih kuat.

Pemimpin perusahaan besar dan tokoh ekonomi lokal aktif berpartisipasi dalam Main Agenda, menyampaikan visi dan strategi mereka. Selain itu, acara ini juga menjadi media untuk menggali masukan dari peserta yang beragam, termasuk masyarakat umum dan kalangan profesional. Dengan adanya Main Agenda yang terstruktur, Jogja Financial Festival 2026 berharap mampu menciptakan momentum penting bagi pembangunan ekonomi.

Hasil Diskusi Main Agenda dan Harapan untuk Masa Depan

Setelah dua hari berlangsung, Main Agenda Jogja Financial Festival 2026 memberikan gambaran jelas tentang arah kebijakan dan inisiatif yang diperlukan untuk memajukan sektor keuangan dan ekonomi. Diskusi yang berlangsung menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dengan pendekatan yang berkelanjutan.

“Masa depan ekonomi Indonesia akan lebih baik jika kita menerapkan disiplin, literasi keuangan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan,”

lanjut Hery Gunardi dalam sesi diskusi Main Agenda. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar institusi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan Main Agenda yang terus berkembang, Jogja Financial Festival diharapkan dapat menjadi acara yang berdampak luas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY