Video: RI Tergantung Alkes Impor, PR Modernisasi Alkes RI Saat Perang

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
ri-tergantung-alkes-impor-tantangan-modernisasi-alkes-ri-saat-perang-berkecamuk-1779349698823_169

Strategi Utama: Perusahaan Distribusi Alkes RI Berupaya Mengurangi Ketergantungan Impor

Dailynesia.com – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menegaskan komitmen dalam mendorong modernisasi industri alkes nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor peralatan kesehatan. Pada kesempatan terbaru, Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama IRRA, menjelaskan bagaimana perusahaan ini menjadi pilar penting dalam memastikan aksesibilitas alkes di seluruh wilayah Indonesia, terutama dalam konteks peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Persaingan Global dan Peran IRRA dalam Modernisasi Alkes

Menurut Heru, Key Strategy IRRA melibatkan pengembangan infrastruktur distribusi yang lebih efisien serta peningkatan kolaborasi dengan produsen lokal. Perusahaan ini berupaya mempercepat proses pengiriman alkes, termasuk peralatan laboratorium dan produk farmasi, ke daerah-daerah terpencil, yang sebelumnya seringkali mengalami hambatan logistik. Selain itu, IRRA juga berperan dalam mendorong inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan kesehatan di tengah persaingan global yang ketat.

Key Strategy kami adalah mengoptimalkan distribusi alkes secara merata, sekaligus mendorong transformasi teknologi dalam industri kesehatan nasional,” kata Heru Firdausi Syarif.

Dalam praktiknya, IRRA telah mengenalkan produk seperti sistem robotik untuk operasi penggantian lutut, yang mempercepat proses bedah dan meminimalkan risiko kesalahan medis. Selain itu, perusahaan ini juga memperkenalkan alat pemetaan saraf otak yang meningkatkan akurasi prosedur neurologis. Tantangan utama yang dihadapi Indonesia terkait ketergantungan impor alkes tetap menjadi fokus dalam Key Strategy mereka, karena hal ini berdampak besar pada kemandirian sektor kesehatan nasional.

Tantangan Ketergantungan Impor dan Solusi yang Diterapkan

Ketergantungan pada alkes impor memang masih menjadi isu serius, terutama di tengah tekanan inflasi dan perubahan politik global. Heru menyoroti bahwa Key Strategy IRRA tidak hanya tentang distribusi, tetapi juga menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga medis dalam menggunakan alkes modern. Hal ini bertujuan untuk membangun keahlian lokal dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Menurut Heru, Key Strategy berikutnya adalah memperkuat kerja sama dengan produsen dalam negeri untuk memastikan produksi alkes bisa mencukupi kebutuhan nasional. “Kami berupaya membantu industri lokal melalui peningkatan efisiensi distribusi dan penelitian terapan,” tuturnya. Dengan pendekatan ini, IRRA berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada negara-negara importir utama.

Di samping itu, perusahaan ini juga fokus pada pengembangan produk alkes yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Heru menambahkan bahwa Key Strategy mereka mencakup penggunaan teknologi IoT dalam pelacakan alkes, sehingga meminimalkan pemborosan dan meningkatkan responsivitas dalam penanganan krisis kesehatan. Hal ini menjadi strategi utama dalam menghadapi tantangan yang dihadapi sektor kesehatan saat ini.

Perkembangan Teknologi dalam Layanan Kesehatan Nasional

Penerapan Key Strategy dalam bidang teknologi telah menunjukkan perubahan signifikan dalam pelayanan kesehatan Indonesia. IRRA, sebagai distributor alkes, berperan aktif dalam menyebarkan alkes canggih seperti sistem robotik dan alat pemetaan saraf otak ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Dengan adanya teknologi ini, prosedur medis menjadi lebih aman, cepat, dan akurat, yang merupakan tujuan utama dari Key Strategy mereka.

Heru juga menyebutkan bahwa Key Strategy IRRA mencakup pendekatan yang lebih holistik, tidak hanya dalam distribusi, tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya manusia dan ekosistem industri. “Kami menggabungkan teknologi, pelatihan, dan pengadaan bahan baku lokal untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh,” jelas Heru. Dengan strategi ini, IRRA berharap dapat menjadi bagian dari transformasi besar dalam industri alkes nasional.

Untuk memperkuat Key Strategy mereka, IRRA juga terus melakukan riset dan pengembangan inovasi bersama institusi penelitian lokal. Heru menekankan bahwa keberhasilan modernisasi alkes RI sangat bergantung pada kemampuan industri dalam mengadopsi teknologi terbaru dan memenuhi standar internasional. “Kami ingin menjadi pelopor dalam membangun ketahanan kesehatan nasional melalui pendekatan Key Strategy yang terpadu,” pungkasnya.

Dengan berbagai inisiatif yang dijalankan, IRRA berharap dapat mempercepat proses modernisasi alkes nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Key Strategy mereka terus menjadi arah utama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan Indonesia, baik dalam konteks saat ini maupun jangka panjang. Dalam dialog dengan Shafinaz Nachiar dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (21 Mei 2026), Heru menjelaskan detail lebih lanjut tentang langkah-langkah ini dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.

MORE FROM THIS CATEGORY