BTN Sudah Salurkan 6 Juta Rumah Subsidi-Bidik Warga Tak Punya Rekening

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
direktur-utama-pt-bank-tabungan-negara-persero-tbk-nixon-lp-napitupulu-saat-menyampaikan-pemaparan-dalam-jogja-financial-festi-1779510415092_169

BTN Salurkan 6 Juta Rumah Subsidi: Program Terbaru untuk Warga Tidak Punya Rekening

Dailynesia.com – Program Latest Program yang dijalankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menunjukkan kemajuan signifikan dalam memberdayakan masyarakat ekonomi rendah. Dalam waktu 70 tahun, BTN telah menyalurkan 6 juta unit kredit pembiayaan rumah (KPR) subsidi, menjawab kebutuhan warga yang masih sulit memperoleh akses ke perbankan. Dengan Latest Program ini, bank pemerintah tersebut terus berupaya memperluas cakupan layanan ke lapisan masyarakat yang belum terlayani, terutama mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Pendekatan Inklusif dalam Pembiayaan Perumahan

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa Latest Program ini didesain agar mencapai kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Desil 3, yang menjadi target utama, mencakup penduduk dengan penghasilan 21% hingga 30% dari rata-rata nasional. “KPR subsidi kami terbuka bagi keluarga yang berada di desil 1-3, dengan prioritas pada desil 1-2 yang masih kesulitan mendapatkan akses perbankan,” kata Nixon dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nixon, pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta per keluarga untuk mendukung program ini. Target BSPS (Bantuan Pembiayaan Perumahan Sosial) tahun ini mencakup 400 ribu rumah tangga, dengan proyeksi kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. “Dengan Latest Program ini, kami berharap bisa mengurangi kesenjangan akses ke perumahan bagi keluarga kurang mampu,” tambahnya.

KPR Tenor 40 Tahun: Strategi untuk Meningkatkan Keterjangkauan

Nixon juga menyebut bahwa pemerintah sedang mengevaluasi kebijakan peningkatan tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan perumahan. “Dengan tenor yang lebih panjang, cicilan per bulan akan lebih ringan, sehingga lebih mudah dipenuhi oleh keluarga dengan pendapatan terbatas,” terang Nixon.

“Ini adalah bagian dari Latest Program BTN untuk menjembatani kebutuhan warga yang belum memiliki rekening. Dengan tenor 40 tahun, kami berupaya memperluas jangkauan ke sektor yang lebih rentan,” ujarnya.

Penyesuaian tenor ini juga disambut positif oleh pihak yang terlibat, seperti lembaga keuangan dan pemerintah daerah. “Ini memberi ruang bagi warga untuk merencanakan perumahan jangka panjang tanpa tekanan finansial berlebihan,” tambah Nixon, menyoroti potensi program ini dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Transformasi Digital: Membuka Akses untuk Unbanked

BTN memperkuat strateginya dengan mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang tidak memiliki rekening bank. Dalam Latest Program, bank tersebut menginisiasi layanan mobile banking agar memudahkan proses pengajuan KPR. Nixon menyebutkan bahwa penetrasi ponsel di Indonesia lebih tinggi daripada jumlah rekening bank, sehingga menjadi peluang besar untuk menjangkau kelompok ini.

“Dengan Latest Program, kami mencatat peningkatan hingga 5 juta akun selama tiga tahun terakhir. Meski KPR subsidi sudah mencapai 6 juta unit, digitalisasi tetap menjadi kunci untuk memperluas basis pelanggan,” katanya.

Nixon menjelaskan bahwa proses pembukaan rekening melalui mobile banking sangat sederhana. “Warga hanya perlu mengunduh aplikasi dan memasukkan data dasar, seperti KTP atau e-KTP. Ini memang jadi solusi efektif untuk masyarakat yang belum terpanggil oleh sistem perbankan tradisional,” tutur Nixon.

Peran BTN dalam Mengurangi Ketimpangan Akses Perumahan

Kepiawaian BTN dalam menyasar masyarakat tak mampu terus diperkuat melalui Latest Program. Dengan membiayai sekitar 6 juta rumah subsidi, bank tersebut membantu mengurangi jumlah rumah kosong dan mempercepat realisasi perumahan sosial. “KPR subsidi merupakan salah satu instrumen Latest Program yang paling berdampak bagi masyarakat ekonomi rendah,” papar Nixon.

Penyaluran KPR ini juga dipadukan dengan program bantuan swadaya. Menurut Nixon, program bantuan swadaya diharapkan menjadi pelengkap untuk keluarga yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut. “KPR subsidi dan bantuan swadaya saling melengkapi dalam Latest Program, sehingga menjangkau berbagai kalangan dengan kebutuhan perumahan berbeda,” jelasnya.

“Kami melihat bahwa Latest Program ini bisa terus berkembang jika dukungan dari pemerintah dan masyarakat tetap terjaga. Tujuan utama adalah mewujudkan perumahan yang terjangkau untuk semua, termasuk warga yang tidak punya rekening,” pungkas Nixon.

BTN mengakui bahwa Latest Program masih memerlukan peningkatan, terutama dalam memperluas penjangkauan ke daerah-daerah terpencil. “Peningkatan infrastruktur digital dan kemitraan dengan lembaga lain adalah langkah penting untuk memastikan Latest Program ini berjalan optimal,” tambah Nixon, yang menyoroti keberlanjutan program ini. Dengan komitmen ini, BTN optimis bisa terus berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan perumahan di Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY