Dari Sultan hingga Menkeu Hadir di Jogja Financial Festival 2026

3 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
sesi-foto-bersama-dalam-jogja-financial-festival-2026-di-jogja-expo-center-jec-yogyakarta-diy-jumat-2252026-1779429158442_169

Key Discussion: Dari Sultan Hingga Menkeu Hadir di Jogja Financial Festival 2026

Dailynesia.com – Jogja Financial Festival 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat, 22 Mei 2026, menjadi ajang penting untuk mendiskusikan berbagai isu terkini di sektor keuangan. Key Discussion pada acara ini menampilkan hadirnya sejumlah tokoh kunci, seperti Sultan Hamengkubuwono X dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang secara langsung berkontribusi dalam memperkaya wawasan publik. Kehadiran mereka memperkuat tema utama festival, yaitu edukasi keuangan yang lebih inklusif dan responsif terhadap dinamika pasar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Kompetensi dan Peran Pemain Utama dalam Key Discussion

Key Discussion ini tidak hanya menjadi platform untuk berbagi pandangan, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang kebijakan keuangan dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Sultan Hamengkubuwono X menggarisbawahi pentingnya kestabilan ekonomi daerah sebagai fondasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa fokus pada strategi penguatan nilai tukar rupiah melalui regulasi baru. Keberagaman latar belakang pemain Key Discussion menunjukkan peran multi-sektor dalam menghadapi tantangan ekonomi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Dalam Key Discussion, para pembicara juga membahas peran pendidikan keuangan dalam membentuk pola investasi yang lebih bijak. Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS, menekankan bahwa generasi muda perlu dilatih untuk memahami risiko di pasar keuangan. Ia menyoroti bahwa antusiasme tinggi terhadap investasi, seperti saham, obligasi ritel, atau aset digital, harus disertai dengan literasi yang memadai agar tidak berujung pada spekulasi yang berlebihan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Literasi Keuangan dalam Key Discussion

Key Discussion di Jogja Financial Festival 2026 memberikan saran konkret tentang cara meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manajemen keuangan. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof Ova Emilia, menyampaikan bahwa pendidikan keuangan harus menjadi bagian dari kurikulum nasional untuk memastikan generasi penerus memiliki dasar yang kuat. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam transaksi keuangan, khususnya terkait penggunaan fintech dan aset digital, agar masyarakat tidak terjebak dalam risiko yang tidak terduga. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sementara itu, dalam Key Discussion yang berlangsung di sesi pertama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan diterapkan mulai 1 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan aliran dana asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kita akan fokus pada pengelolaan dana yang lebih efisien, sehingga rupiah bisa ditingkatkan ke Rp15.000 per dolar AS,” tegasnya dalam Key Discussion. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Masa Depan Keuangan: Perspektif Generasi Muda dalam Key Discussion

Key Discussion di Jogja Financial Festival 2026 juga menyoroti partisipasi aktif generasi muda sebagai penentu arah kebijakan keuangan. Dua siswa yang hadir dalam sesi diskusi mengajukan pertanyaan menarik terkait dampak teknologi keuangan terhadap ekonomi. Mereka menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam Key Discussion tidak hanya sebagai pendengar, tetapi juga sebagai penyumbang ide kreatif. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Para peserta Key Discussion sepakat bahwa edukasi keuangan harus ditingkatkan melalui metode yang lebih interaktif. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti pentingnya inovasi dalam menyampaikan informasi keuangan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa festival ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan berinvestasi yang sehat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

MORE FROM THIS CATEGORY