Rektor UGM Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Anak Muda

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
f8089e72-edad-4b44-9e02-588919eb9cdb-0

Rektor UGM Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Anak Muda

Dailynesia.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan keuangan, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Ova Emilia aktif menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi nasional. Pada acara pembukaan Jogja Financial Festival 2026, yang berlangsung di Jogja Expo Center, Jumat (22/5/2026), Emilia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, literasi keuangan bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi vital yang harus dikuasai oleh anak muda untuk menghadapi tantangan ekonomi di era digital saat ini.

Menjadi Pilar Kesadaran Keuangan

Rektor UGM menegaskan bahwa literasi keuangan harus menjadi prioritas dalam pendidikan tinggi, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi yang semakin dinamis. “Anak muda adalah generasi penerus yang akan membawa perubahan besar di dunia keuangan Indonesia,” kata Emilia. Ia menambahkan bahwa banyak mahasiswa masih rentan terhadap kesalahan dalam pengambilan keputusan finansial karena kurangnya pemahaman tentang risiko, kebutuhan tabungan, serta manfaat investasi. Dengan meningkatkan literasi keuangan, diharapkan muncul generasi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola uangnya.

Menurut Emilia, literasi keuangan adalah kunci untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan inklusi ekonomi. “Kita perlu melatih mereka agar bisa memahami keuangan secara utuh, bukan hanya menggunakannya sebagai alat konsumsi,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa kejadian seperti bunga kredit yang melebihi kemampuan penghasilan atau investasi yang tidak terencana sering kali terjadi karena kurangnya pendidikan keuangan. Oleh karena itu, peran universitas dalam memperkuat literasi keuangan sangat krusial, terutama dalam menjawab tantangan perubahan ekonomi yang cepat.

Pengembangan Program Edukasi Finansial

Emilia juga mengungkapkan bahwa UGM terus berupaya meningkatkan akses literasi keuangan melalui berbagai program edukasi. Beberapa tahun terakhir, kampus ini mengadakan workshop, diskusi kelompok, serta kemitraan dengan lembaga keuangan untuk memberikan materi praktis kepada mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa literasi keuangan diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstra kurikuler,” terangnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi keuangan di kalangan anak muda dapat memperkuat ekonomi lokal, karena mereka akan menjadi pelaku usaha yang lebih berwawasan dan konsumen yang bijak.

Dalam konteks Jogja Financial Festival 2026, Emilia mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh penyelenggara dalam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar tentang keuangan secara menyeluruh. “Festival ini memberikan ruang bagi anak muda untuk memperoleh pengetahuan praktis dan berpartisipasi dalam dunia keuangan secara aktif,” imbuhnya. Ia menekankan bahwa literasi keuangan tidak hanya tentang teknik mengatur dana, tetapi juga tentang etika, transparansi, dan keberlanjutan keuangan jangka panjang. Hal ini penting agar generasi muda bisa menjadi bagian dari solusi ekonomi yang lebih sehat.

Kesadaran Risiko dan Tekanan Ekonomi

Rektor UGM juga menyampaikan bahwa literasi keuangan harus melibatkan pemahaman tentang risiko yang mungkin dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. “Anak muda sering terjebak dalam situasi sulit karena tidak memiliki bekal literasi keuangan yang memadai,” jelasnya. Emilia mencontohkan bahwa kejadian seperti kehabisan uang selama masa kuliah atau keputusan investasi yang buruk bisa dihindari jika mereka memiliki pengetahuan yang cukup. Ia berharap festival ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran risiko dan membangun kebiasaan keuangan yang baik.

“Literasi keuangan adalah investasi terbaik untuk masa depan anak muda. Mereka perlu belajar dari awal agar tidak terjebak dalam hutang atau pengelolaan keuangan yang tidak efektif,” ujarnya.

Dengan meningkatkan literasi keuangan, Emilia yakin anak muda akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan investasi. Ia menekankan bahwa upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pendidikan formal maupun program luar kurikulum. “Kami berkomitmen untuk terus menanamkan nilai literasi keuangan dalam setiap kegiatan akademik dan sosial,” tutupnya. Dengan demikian, Rektor UGM berharap kemajuan ekonomi Indonesia bisa didorong oleh generasi muda yang lebih paham tentang keuangan dan memiliki keinginan untuk berkontribusi secara produktif.

MORE FROM THIS CATEGORY