Main Agenda: Jogja Financial Festival: Membangun Budaya Keuangan Baru di Indonesia

3 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
c3adcd88-c785-4e68-ad20-1bc5b6a0d44b-0

Main Agenda Jogja Financial Festival: Membangun Budaya Keuangan Baru di Indonesia

Dailynesia.com – Jogja Financial Festival 2026, yang menjadi Main Agenda utama, berlangsung hari ini, Jumat (22/5), di JEC Yogyakarta. Acara ini menggabungkan peran regulator, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat untuk membentuk pola pikir keuangan yang lebih digital, transparan, dan berkelanjutan. Pembukaan dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, serta didukung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hamengku Buwono X. Kehadiran Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, menambah semangat peserta dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini.

Kolaborasi Membentuk Budaya Keuangan Masa Depan

Acara ini dianggap sebagai Main Agenda penting dalam memperkuat ekosistem keuangan Indonesia. Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa Jogja Financial Festival bukan sekadar pameran atau seminar, tetapi menjadi ruang integrasi yang menggabungkan berbagai pemangku kepentingan. “Kolaborasi antara regulator, lembaga keuangan, media, dan komunitas kreatif akan mempercepat transisi menuju budaya keuangan yang inklusif dan maju,” katanya. Kehadiran para ahli dan praktisi dari berbagai bidang membuka peluang diskusi terbuka tentang inovasi dan isu-isu yang mengemuka di sektor keuangan.

“Anak muda kini mudah membuat akun investasi, tetapi masih kurang menguasai konsep pengelolaan keuangan secara bijak. Masyarakat juga aktif dalam transaksi digital, namun banyak rekening yang tetap tidak produktif,” ujar Anggito, yang menekankan pentingnya pendidikan keuangan sejak dini. Main Agenda ini diharapkan menjadi titik balik dalam mempercepat penguasaan keuangan digital oleh generasi muda dan masyarakat umum.

Konten Edukasi dan Hiburan yang Menarik

Jogja Financial Festival 2026 tidak hanya menawarkan wawasan ilmiah, tetapi juga menyajikan hiburan yang menarik. Di hari pertama, penyelenggara menghadirkan berbagai sesi business talk yang menyoroti Main Agenda pembangunan ekonomi keuangan. Narasumber seperti Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, membahas perkembangan sektor keuangan digital dan regulasi terkait. Selain itu, acara ini juga menampilkan komposer dan musisi ternama, seperti Ari Lasso dan Happy Asmara, yang menjadi bagian dari rangkaian hiburan dan edukasi.

Program educational class dan workshop di bawah Main Agenda ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keuangan inklusif. Peserta diberikan materi tentang manajemen uang, investasi, dan risiko keuangan. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat keuangan sebagai alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar simbol kemakmuran,” kata salah satu pembicara. Keberagaman acara ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, baik dari kalangan profesional hingga masyarakat awam.

Penguatan Sistem Keuangan Melalui Inovasi

Peserta Jogja Financial Festival 2026 menyambut baik Main Agenda yang menyatukan isu-isu kritis dalam keuangan Indonesia. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pertumbuhan cepat pinjaman online ilegal, yang menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi dan perlindungan konsumen. Selain itu, kejahatan keuangan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi juga menjadi fokus utama. Anggito Abimanyu menyatakan bahwa Main Agenda ini menjadi ajang untuk menggali solusi terkini dalam membangun keuangan yang lebih matang.

Di samping itu, festival ini juga menjadi panggung bagi inovasi dalam sektor keuangan. Hadirnya narasumber dari sektor kripto dan digital menambahkan dimensi baru dalam diskusi. “Main Agenda Jogja Financial Festival tidak hanya tentang edukasi, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” kata salah satu pembicara. Dengan berbagai sesi seperti kompetisi kreatif dan workshop praktis, acara ini berusaha memperluas wawasan tentang keuangan ke arah yang lebih inklusif.

MORE FROM THIS CATEGORY