Timbangan Tak Naik Tapi Perut Buncit? Jangan-jangan Gangguan Metabolik

3 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
9d77f25a-a8d7-43fc-8b29-82451665d02c-0

Visit Agenda: Perut Buncit Tanpa Kena Timbangan Bisa Tanda Gangguan Metabolik

Dailynesia.com – Dalam dunia kesehatan, banyak orang mengabaikan perubahan fisik kecil, seperti peningkatan ukuran perut, meski berat tubuh tetap stabil. Fenomena ini bisa menjadi pertanda awal gangguan metabolik, yang sering kali tidak terdeteksi secara mudah. Visit Agenda, sebagai alat untuk mengawasi kesehatan secara berkala, berperan penting dalam mengidentifikasi tanda-tanda ini. Karena selama ini banyak individu memfokuskan perhatian pada angka timbangan, mereka bisa kehilangan kesempatan untuk mengenali masalah yang lebih serius.

Mengenali Tanda Awal Gangguan Metabolik

Gangguan metabolik sering muncul secara perlahan, tanpa gejala yang jelas. Salah satu ciri khasnya adalah akumulasi lemak di area perut, yang bisa terjadi meski berat badan tidak naik signifikan. Dr. Shiela Stefani dari Mayapada Hospital Bandung menegaskan bahwa peningkatan lingkar pinggang adalah indikator penting. “Orang-orang sering menganggap timbangan yang stabil sebagai tanda kesehatan baik, padahal perubahan distribusi lemak bisa menggambarkan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit hati lemak,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

“Evaluasi kesehatan sebaiknya tidak hanya fokus pada angka timbangan, tetapi juga memperhatikan lingkar perut dan komposisi tubuh secara menyeluruh. Visit Agenda bisa menjadi sarana untuk memantau perubahan ini secara rutin,” tambahnya.

Masalah ini sering terlewatkan karena individu lebih mengutamakan penampilan atau keinginan untuk tetap terlihat ideal. Namun, akumulasi lemak visceral (di dalam organ) justru lebih berisiko dibandingkan lemak subkutan. Gangguan metabolik seperti insulin resistance atau peningkatan kadar trigliserida bisa berkembang tanpa terdeteksi dini, sehingga mengganggu fungsi organ tubuh. Dengan Visit Agenda, pemeriksaan konsisten bisa membantu mengungkap kondisi ini sebelum memburuk.

Manfaat dan Fungsi Liver and Metabolic Wellness Center

Mayapada Hospital Bandung telah membuka Liver and Metabolic Wellness Center (LMWC) sebagai solusi untuk mengelola risiko gangguan metabolik dan penyakit hati lemak. Layanan ini menawarkan teknologi canggih seperti elastografi FibroScan® yang memungkinkan penilaian kesehatan hati tanpa prosedur invasif. Selain itu, Total Body Matrix Assessment (TBMA) membantu menganalisis komposisi tubuh secara detail, termasuk kadar lemak, otot, dan air.

LMWC merupakan bagian dari Gastrohepatology Center, yang menyediakan penanganan berbagai gangguan sistem pencernaan di berbagai lokasi Mayapada, termasuk Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung. Fitur ini juga akan hadir di Jakarta Timur dalam waktu dekat. Dengan Visit Agenda, pengguna bisa mengakses informasi lengkap tentang layanan ini, termasuk panduan kesehatan dan tips menurunkan berat badan yang relevan.

Manfaat dari program ini adalah mencegah komplikasi serius, seperti penyakit hati non-alkoholik atau gangguan kardiovaskular. Teknologi TBMA, misalnya, bisa mengungkap perubahan metabolisme yang terjadi dalam jangka panjang. “Kita perlu memahami bahwa Visit Agenda tidak hanya untuk mengikuti jadwal kunjungan, tetapi juga untuk menilai kesehatan secara holistik,” jelas Dr. Shiela, yang menekankan pentingnya pemeriksaan rutin.

MORE FROM THIS CATEGORY