Modus Netizen RI Akali Mesin AI Grok Milik Elon Musk, Serok Rp 3,4 M

3 months ago  ·  2 min read
By James Lopez - dailynesia.com
logo-xai-dan-grok-reutersdado-ruvicillustrationfile-photo-1768039366145_169

Topics Covered: Modus Netizen RI Akali Mesin AI Grok Milik Elon Musk, Raup Rp 3,4 M

Dailynesia.com – Adalah salah satu topik utama dalam kasus penipuan terbaru yang menyeret mesin AI Grok milik Elon Musk. Seorang peretas yang diduga berasal dari Indonesia berhasil mencuri aset digital senilai US$200.000 atau sekitar Rp 3,4 miliar melalui celah keamanan dalam sistem chatbot AI Grok. Modus ini mencuri perhatian komunitas kripto karena menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan bisa dimanfaatkan untuk menipu sistem blockchain.

Modus Penipuan Melalui AI Grok

Menurut laporan dari Dexerto, skema penipuan ini melibatkan dua sistem AI, yaitu Grok dan Bankrbot. Keduanya memiliki akses ke jaringan Base, tempat penyimpanan aset kripto. Pelaku kejahatan mengirimkan instruksi rahasia dalam bentuk kode Morse kepada Grok, yang kemudian diterjemahkan dan dianggap sah oleh Bankrbot. Dengan cara ini, AI dipakai sebagai alat untuk memperluas izin akses ke wallet tertentu.

Transaksi dimulai dengan pelaku mengirimkan NFT Bankr Club Membership ke wallet Grok. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menambah izin penggunaan AI dalam ekosistem Bankr. Setelah akses diperluas, Grok diperintahkan menerjemahkan pesan Morse yang berisi perintah transfer aset. Proses ini berhasil menipu sistem, sehingga token DRB sejumlah 3 miliar berhasil dialihkan ke akun pelaku.

Mengutip Dexerto, modus ini dianggap cukup inovatif karena memadukan kecerdasan buatan dengan mekanisme transaksi kripto. Pelaku mengeksploitasi celah dalam sistem AI Grok dan Bankrbot untuk mengakses aset tanpa pengguna manusia terlibat secara langsung.

Setelah menerima token DRB, pelaku langsung menjual aset tersebut di pasar kripto. Tindakan ini menyebabkan fluktuasi harga DRB dalam waktu singkat, dengan nilai token turun drastis setelah kebocoran terungkap. Blockchain menunjukkan bahwa dana yang sebelumnya terkait dengan wallet Grok telah dikembalikan ke bentuk aset lain seperti Ethereum dan USDC, mengindikasikan transaksi sukses.

Pelaku dan Konsekuensi Kasus

Kasus ini mengarah ke akun bernama @Ilhamrfliansyh di platform X, yang diduga menjadi pelaku utama eksploitasi. Akun tersebut dihapus setelah transaksi selesai, memperumit proses investigasi. Meski beberapa pengguna memperkirakan pelaku berasal dari Indonesia berdasarkan penggunaan bahasa dan interaksi di komunitas lokal, identitas sebenarnya belum terungkap. Topik covered ini menyoroti bagaimana ekosistem kripto bisa menjadi sasaran serangan yang memanfaatkan teknologi AI.

Transaksi yang berhasil dilakukan menunjukkan bagaimana keamanan blockchain bisa terganggu oleh celah yang disebabkan oleh integrasi AI. Modus ini tidak hanya mengeksploitasi kesalahan teknis, tetapi juga menunjukkan kejahatan yang berbasis data dan algoritma. Pelaku memanfaatkan kelebihan mesin AI Grok untuk mengalihkan aset secara otomatis, mempercepat proses penipuan.

Kasus ini menjadi bahan pembelajaran bagi pengembang AI dan komunitas kripto. Topik covered mencakup peran AI dalam ekosistem blockchain, keamanan sistem transaksi, serta dampak dari kebocoran aset. Selain itu, penipuan ini juga menunjukkan bagaimana netizen Indonesia bisa mengakali teknologi canggih milik Elon Musk untuk mencuri keuntungan finansial.

MORE FROM THIS CATEGORY