CEO Danantara Buka Suara IHSG Anjlok Terus, Ungkap Potensi Ini

3 months ago  ·  4 min read
By James Lopez - dailynesia.com
064ffebb-68dc-4aa1-8c54-95aa2a60dff2-0

CEO Danantara Buka Suara IHSG Anjlok Terus, Ungkap Potensi Ini

Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan transparansi dan daya tarik pasar modal Indonesia, Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), memberikan penjelasan terkait performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mengalami penurunan sepanjang tahun ini. Pernyataan tersebut diberikan saat Rosan melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/5/2026), menegaskan bahwa IHSG saat ini menjadi fokus pembahasan utama di kalangan pemangku kepentingan. Menurut Rosan, IHSG mencatatkan penurunan terparah dibanding pasar modal internasional lainnya, meski ia memandang hal tersebut sebagai bagian dari proses penyempurnaan bursa yang bertujuan memperkuat kepercayaan investor jangka panjang.

Analisis Fundamental IHSG dan Peluang Jangka Panjang

Rosan menyampaikan bahwa kehadiran Danantara di pasar modal RI tidak hanya bersifat sementara, tetapi merupakan langkah strategis yang bertujuan membangun stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. “Kami yakin bahwa IHSG sedang melalui fase transformasi, baik dari segi regulasi maupun kinerja emiten,” ujarnya. Ia menekankan bahwa meskipun IHSG terus turun, fondasi pasar modal Indonesia masih kokoh, dengan peningkatan kualitas emiten yang diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik. Rosan juga mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai dua digit dalam beberapa sektor utama.

“(Langkah) BEI dan OJK terus sempurnakan bursa kita menjadi lebih baik dan transparan adalah proses yang kami yakini akan jadi kepercayaan untuk bursa kita jauh lebih baik,” ujar Rosan saat mendatangi BEI, Selasa (19/5/2026).

Menurut Rosan, meskipun IHSG terus terpuruk dalam pergerakan harian, perbaikan fundamental pasar modal diukur dalam jangka waktu yang lebih panjang. Ia menjelaskan bahwa emiten BUMN, khususnya yang terdaftar di BEI, masih menawarkan imbal hasil (yield) yang menarik, dengan dividen per saham yang terus meningkat. “Kita lihat bahwa yield yang ditawarkan oleh saham-saham BUMN saat ini mencapai di atas 10 hingga 11 persen, yang menjadi indikator kuat bagi investor yang mencari aset yang stabil,” tambahnya.

Pengaruh Global dan Perbandingan dengan Pasar Lain

Rosan juga menyoroti faktor eksternal yang memengaruhi IHSG, termasuk ketergantungan pada kondisi ekonomi global. Ia mengatakan bahwa tren penurunan IHSG sejalan dengan pergerakan pasar modal internasional yang tidak stabil, seperti tekanan inflasi, kenaikan suku bunga, dan ketidakpastian politik. Namun, ia menekankan bahwa pasar modal Indonesia memiliki potensi unik, karena kemampuannya menyerap investasi dalam skala besar dan keberlanjutan struktur pemerintahan yang mendukung kebijakan stabil.

Kinerja IHSG yang buruk dibanding pasar lain, seperti AS, Eropa, atau Tiongkok, menurut Rosan, tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi nasional yang sebenarnya. “Kalau kita lihat harian bulanan itu (terkoreksi), tapi kan tujuan kita bukan harian bulanan tapi jangka panjang jadi diharap bursa kita terus tumbuh baik dari segi emiten, investor dan lain-lain,” jelas Rosan.

Proses Penyempurnaan dan Pemulihan Bursa

Dalam perjalanan penyempurnaan bursa, Rosan menyoroti peran BEI dan OJK dalam menciptakan lingkungan investasi yang lebih sehat. Ia mengungkapkan bahwa kedua lembaga tersebut terus melakukan reformasi untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperketat regulasi, dan memastikan akuntabilitas yang lebih tinggi. “Kami percaya bahwa inisiatif mereka membuka peluang bagi bursa Indonesia untuk menghadapi tantangan eksternal dengan lebih tangguh,” kata Rosan.

Menurut Rosan, proses ini bukan sekadar perbaikan teknis, tetapi juga bagian dari transformasi struktural yang bertujuan memperkuat daya saing pasar modal nasional. “Bagi kami, langkah-langkah mereka adalah kunci untuk mengubah persepsi investor terhadap IHSG, yang selama ini dianggap volatil tetapi kini memiliki fondasi yang makin kuat,” tambahnya.

Kinerja Emiten dan Dividen yang Menarik

Rosan juga memberikan penjelasan terkait dividen yang ditawarkan oleh emiten BUMN. Menurutnya, yield saham-saham tersebut mengindikasikan nilai investasi yang menarik, karena memperhitungkan pengembalian dana kepada investor melalui pembagian laba. “Yield yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, yang menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang,” ujarnya. Rosan menekankan bahwa meskipun IHSG mengalami tekanan harian, perusahaan-perusahaan BUMN tetap memperlihatkan kinerja yang konsisten, bahkan dalam kondisi pasar yang tidak pasti.

Beberapa sektor seperti energi, pertambangan, dan transportasi, menurut Rosan, tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menambahkan bahwa diversifikasi sektor emiten, serta peningkatan kualitas manajemen perusahaan, menjadi faktor penting untuk membangun ketahanan bursa. “Kami yakin bahwa investasi di sektor BUMN akan memberikan stabilitas yang diperlukan untuk menarik minat investor dalam jangka waktu yang lebih panjang,” jelas Rosan.

Peningkatan Investor dan Ketangguhan Bursa

Rosan memperkuat argumennya dengan menyoroti jumlah investor yang terus meningkat di pasar modal Indonesia. “Jumlah investor yang mencapai 27 juta orang merupakan bukti bahwa bursa kita semakin menarik dan dinamis,” ujarnya. Angka tersebut, menurut Rosan, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan kepercayaan yang tumbuh terhadap pasar saham Indonesia. Ia menambahkan bahwa peningkatan ini didukung oleh penguatan infrastruktur, perbaikan regulasi, dan lingkungan investasi yang lebih transparan.

Lebih lanjut, Rosan menyebut bahwa bursa RI memiliki kemampuan untuk pulih dari volatilitas pasar. “Meskipun ada periode penurunan, kita tetap yakin bahwa IHSG akan kembali menguat dengan dukungan dari pihak-pihak yang berkomitmen pada pengembangan pasar,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI terus berupaya meningkatkan kualitas laporan keuangan dan transparansi operasional, yang dianggap sebagai langkah pent

MORE FROM THIS CATEGORY