Pernyataan Lengkap Dasco di Bursa Efek Indonesia Siang Ini
Dailynesia.com – Pada hari Senin (18/5/2026), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Perjalanan ini dilakukan di tengah kondisi pasar saham domestik yang sedang mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Dasco mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sejumlah penjelasan serta berdiskusi dengan lembaga terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Danantara, serta tim manajemen BEI. Diskusi tersebut bertujuan untuk memperkuat kepercayaan investor, baik lokal maupun global, terhadap pasar modal Indonesia.
Langkah untuk Menguatkan Investor Global
Dalam wawancara di Gedung BEI, Dasco menegaskan bahwa upaya memperbaiki kondisi pasar sedang berjalan intensif. Ia menyebutkan bahwa tim BEI dan OJK telah melakukan langkah strategis untuk menarik perhatian investor asing yang ingin masuk ke bursa. “Kami telah mengadakan beberapa pembahasan terkait bagaimana kita bisa membujuk investor global agar berinvestasi di sini, dan sekarang situasi bursa sedang mengalami perbaikan,” ujar Dasco.
“Tadi kami mendengarkan paparan dari direktur bursa, bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa meyakinkan dan juga membuat para investor lokal merasa nyaman,”
Dasco menjelaskan bahwa selama pertemuan, ia menilai pentingnya penyesuaian regulasi sebagai kunci dalam menumbuhkan kepercayaan pasar. Menurutnya, BEI sedang memperhatikan beberapa kebijakan yang bisa mendukung stabilitas dan kinerja bursa. “Kami tadi sudah banyak berdiskusi bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang akan masuk di bursa dan sekarang di bursa,” katanya.
Fokus pada Pertumbuhan Investor Ritel
Selain membahas langkah untuk menarik investor asing, Dasco juga menyoroti kenaikan jumlah investor ritel domestik. Ia menilai peningkatan jumlah investor perorangan ini menjadi aset berharga bagi penguatan pasar modal Indonesia. “Pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah, dan itu dengan fundamental yang ada kita yakin serta percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” ujarnya.
Dasco memaparkan bahwa BEI aktif dalam meningkatkan kenyamanan investor untuk terus berpartisipasi dalam pasar saham. Menurutnya, berbagai regulasi di bidang keuangan dan investasi sedang diulas ulang guna memastikan transparansi dan kepercayaan terhadap sistem bursa. “Kami terus mendorong penyesuaian regulasi yang bisa membantu investor lokal merasa lebih aman dalam berinvestasi di sini,” tambahnya.
Harapan untuk Perubahan Pasca 29 Mei
Dalam kesempatan tersebut, Dasco juga menyampaikan harapan atas perubahan yang akan terjadi setelah 29 Mei 2026. Meski tidak menjelaskan secara rinci mengenai agenda yang diharapkan, ia menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil selama ini akan menjadi dasar untuk hasil yang lebih baik. “Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 ini, semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan membuahkan hasil,” kata Dasco.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa penyesuaian konsistensi Indeks Global Standard dan Indeks Small Cap MSCI akan berlaku efektif pada 29 Mei 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap penilaian pasar internasional terhadap Indonesia. Dasco menilai bahwa perubahan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat daya tarik bursa bagi investor asing.
Apresiasi atas Kinerja Lembaga Regulator
Dasco tidak lupa mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh BEI dan OJK dalam menghadapi tantangan pasar. Ia mengatakan bahwa keberhasilan dalam memperbaiki kondisi bursa merupakan hasil dari kerja keras tim regulator. “Terima kasih atas kerja keras dari Direksi Bursa maupun OJK yang beberapa hari ini telah bersusah payah menghadapi situasi yang disebabkan oleh pasar global maupun dinamika di dalam negeri,” tuturnya.
Menurut Dasco, keberadaan investor lokal dan ritel menjadi penyangga utama dalam menghadapi tekanan eksternal. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat dalam sistem pasar modal Indonesia. “Kami optimis fundamental pasar modal masih cukup kuat meski terjadi kenaikan hambatan global,” ujarnya. Dengan adanya kebijakan yang lebih terarah, ia yakin pasar saham akan terus berkembang, baik dalam segi jumlah investor maupun kualitas transaksi.
Sebagai bagian dari upaya penguatan, BEI dan OJK berkomitmen untuk memperbaiki mekanisme pengawasan serta meningkatkan aksesibilitas pasar bagi investor. Dasco menyebutkan bahwa pertemuan dengan jajaran direksi BEI menjadi ruang untuk mengidentifikasi kelemahan dan solusi yang bisa segera diterapkan. “Ini adalah langkah awal, tetapi kami masih perlu terus bergerak untuk memastikan pasar saham tetap stabil dan menarik,” katanya.
Dalam keseluruhan pertemuan, Dasco memastikan bahwa kebijakan yang diusulkan akan mengutamakan kepentingan investor. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam semua proses serta kesinambungan komunikasi antara pihak regulator dan pelaku pasar. “Kami ingin menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia siap untuk bersaing secara global, dan regulasi adalah alat utama dalam mencapai hal itu,” ujarnya.
Menurut analisis, langkah-langkah yang diambil oleh BEI dan OJK selama ini telah menunjukkan hasil yang positif. Namun, Dasco mengingatkan bahwa persaingan di pasar internasional tidak akan berhenti, sehingga perlu terus dijaga kualitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia. “Kami yakin bahwa perbaikan ini akan berdampak jangka panjang, dan kepercayaan investor akan terus tumbuh,” pungkasnya.
Peran Regulasi dalam Stabilitas Pasar
Dalam wawancara yang lebih mendalam, Dasco menjelaskan bahwa kebijakan terkini yang dikeluarkan oleh BEI mencakup penyesuaian aturan transaksi serta pengurangan risiko investasi. Ia menilai bahwa regenerasi regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pasar. “Kami sedang menyempurnakan berbagai regulasi guna meningkatkan kenyamanan dan keyakinan investor lokal untuk tetap berinvestasi di sini,” kat

