Mendadak Kunjungi BEI, Dasco Bilang Begini ke Bos OJK dan BEI

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
wakil-ketua-dewan-perwakilan-rakyat-republik-indonesia-dpr-ri-sufmi-dasco-ahmad-mengunjungi-bursa-efek-indonesia-bei-di-jakart-1779163999044_169

Mendadak Kunjungi BEI: Dasco Berbicara dengan Bos OJK dan BEI

Dailynesia.com – Jakarta, 19 Mei 2026 – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad tiba-tiba mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sebuah pertemuan penting bersama Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Rosan Roeslani, dan COO Danantara Dony Oskaria. Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna juga hadir untuk mendampingi diskusi yang berlangsung di ruang rapat BEI. Pertemuan ini disebut sebagai important visit yang menjadi momen penting untuk meninjau kinerja pasar keuangan dan strategi pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional.

Dalam sesi dialog, Dasco menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh BEI dan OJK dalam mengatasi tantangan pasar global serta perubahan kondisi pasar lokal. Ia menekankan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan di bursa menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keuangan. “Pertemuan ini adalah important visit yang membuktikan bahwa seluruh pihak terus berupaya untuk menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks,” ujarnya dalam sesi wawancara dengan para pelaku pasar. Dasco juga menyoroti pentingnya kerja sama antara lembaga regulator dan bursa dalam meningkatkan daya saing pasar keuangan Indonesia.

Kinerja Pasar: IHSG Terpantau Turun Tajam

“Kerja keras direksi bursa dan OJK dalam menghadapi situasi pasar global serta dinamika dalam negeri harus terus didukung oleh pihak eksternal,” tambah Dasco, Selasa (19/5/2026).

Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pukul 11.11 WIB, IHSG tercatat turun 2% atau 136,33 poin ke level 6.462,91. Di hari itu, terdapat 454 saham yang mengalami penurunan, 212 saham naik, dan 293 saham melakukan penyesuaian harga. Nilai transaksi mencapai Rp 10,61 triliun, melibatkan 17,34 miliar saham dalam 1,26 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 11.261 triliun, mencerminkan tekanan yang sedang dialami oleh pasar keuangan. Pertemuan important visit ini seolah menjadi momen refleksi terhadap kondisi pasar yang kritis.

Perdagangan sebelumnya juga menunjukkan tekanan signifikan. Pada hari perdagangan sebelumnya, IHSG memulai dengan penurunan 94,34 poin atau 1,40% ke level 6.447,97. Namun, dalam 15 menit pertama pasar dibuka, IHSG terpantau turun lebih dalam hingga 2,59% ke level 6.428. Tekanan ini terjadi karena kenaikan batas dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index. MSCI secara resmi menghapus enam saham Indonesia dari indeks globalnya, yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham lainnya dari MSCI Global Small Cap Index.

Pengaruh kebijakan indeks global

Tidak lama setelah pengumuman MSCI, penyedia indeks global lainnya, FTSE, juga memberikan pernyataan terkait masa depan saham-saham Indonesia. Dalam pengumuman terbaru yang berjudul “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang diterbitkan Rabu (13/5/2026), FTSE menyampaikan indikasi kuat bahwa beberapa saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di BEI berpotensi dihapus dari indeks mereka. Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, terutama karena dampaknya terhadap kinerja IHSG yang telah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam important visit ini, Dasco juga menyebutkan bahwa kebijakan indeks global memengaruhi keputusan investasi dan kinerja bursa. “Perubahan indeks global menunjukkan pergeseran preferensi investor, dan kita perlu menyiapkan strategi agar pasar tetap stabil dan menarik minat pemodal,” kata Dasco. Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan OJK dan BEI akan menjadi dasar untuk mengembangkan rencana perbaikan dan adaptasi terhadap dinamika pasar. Kesempatan ini juga menjadi ajang untuk mendiskusikan langkah-langkah penguatan kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia.

Menurut sumber di BEI, pertemuan important visit ini dihadiri oleh para pejabat dari berbagai sektor keuangan. Diskusi fokus pada upaya pengurangan risiko di pasar, peningkatan transparansi, dan penguatan regulasi untuk menjamin keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. OJK dan BEI juga berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem perpajakan, pengawasan, serta mekanisme penyelesaian sengketa investasi. Para peserta rapat menyatakan bahwa mereka akan berkoordinasi lebih intensif untuk menghadapi tantangan yang muncul dari perubahan indeks global.

MORE FROM THIS CATEGORY