Anjlok Terus – Berapa Seharusnya Level Wajar IHSG Sekarang?

3 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
de884067-f394-46f1-954b-596d6f16f055-0

Anjlok Terus, Berapa Seharusnya Level Wajar IHSG Sekarang?

Dailynesia.com – Di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini menghadapi fase tekanan likuiditas yang terus berlanjut. Dalam perdagangan Senin (18/5/2026), indeks ditutup di level 6.599,24, menunjukkan penurunan beruntun selama lima hari. IHSG juga mengalami penurunan 23,7% sepanjang tahun ini. Penurunan ini didorong oleh perpaduan fluktuasi sentimen eksternal dan perubahan dinamika makroekonomi lokal.

Faktor Penyebab Penurunan IHSG

Pemicu utama dari kontraksi IHSG adalah akumulasi depresiasi nilai tukar Rupiah serta terusnya aliran dana asing keluar dari pasar saham. Rupiah yang menembus Rp17.640 per dolar Amerika Serikat menjadi ancaman signifikan terhadap valuasi aset ekuitas domestik. Emiten yang bergantung pada bahan baku impor atau utang valuta asing terutama terdampak, memaksa perusahaan menyesuaikan proyeksi margin laba mereka.

Kondisi makroekonomi yang tidak stabil semakin berat karena adanya perbedaan ekspektasi terkait imbal hasil. Sementara Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas moneter, pasar obligasi mendorong tingkat imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik tajam hingga mencapai 6,851%. Penjauhan jarak antara dua instrumen ini mengurangi daya tarik pasar saham, mendorong investor menuntut premi risiko lebih besar.

Kalkulasi Target Valuasi

Untuk menentukan target kelipatan valuasi yang objektif, analisis menggunakan metode regresi berbasis rasio harga terhadap proyeksi laba (Historical Forward P/E Ratio) selama sepuluh tahun terakhir. Rata-rata valuasi wajar IHSG bergerak di sekitar 14,5x, sementara batas bawah pada masa kontraksi likuiditas (minus satu standar deviasi) sebesar 12,5x.

Target valuasi Forward P/E ditentukan dengan mengambil rata-rata 10 tahun terakhir (Mean) sebesar 14,5x, kemudian mengurangi setengah dari satu standar deviasi (2,0x) sehingga mencapai 13,5x.

Dalam skenario base case, diperkirakan ketegangan pasar mulai mereda, dengan nilai tukar Rupiah mencari keseimbangan baru. Namun, investor masih memperhatikan biaya dana yang ketat, sehingga valuasi IHSG kemungkinan belum mencapai rata-rata 14,5x.

Validasi Model Valuasi

Model Forward P/E 13,5x divalidasi melalui perhitungan tingkat pengembalian yang diminta pasar, atau Cost of Equity. Dalam kalkulasi, yield SBN 10 tahun (Risk-Free Rate) mencapai 6,851%, sementara premi risiko pasar (Equity Risk Premium/ERP) berada di 6,69%. Hasilnya, Cost of Equity sebesar 13,541%, yang menghasilkan Implied P/E Dasar sekitar 7,39x.

Karena target kelipatan valuasi 13,5x jauh di atas batas bawah teoretis 7,39x, model ini terbukti konsisten dan valid secara finansial. Hal ini mencerminkan kenaikan premi pertumbuhan laba bersih emiten yang diproyeksikan di masa depan.

Proyeksi Nilai Wajar IHSG

Pada tahap akhir analisis, target rasio Forward P/E diintegrasikan dengan proyeksi kemampuan emiten dalam menghasilkan laba. Proyeksi ini memberikan gambaran tentang nilai wajar IHSG serta potensi apresiasi yang mungkin terjadi.

MORE FROM THIS CATEGORY