Announced: 2 Warga Singapura Penumpang MV Hondius Negatif Hantavirus
Dailynesia.com – Announced pada hari Sabtu (9/5/2026), Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) mengumumkan hasil pemeriksaan dua warga Singapura yang menjadi penumpang kapal pesiar MV Hondius. Keduanya telah dinyatakan bebas dari infeksi hantavirus, termasuk varian Andes, yang sebelumnya terdeteksi di kapal tersebut. Pernyataan ini datang setelah CDA melakukan pemeriksaan terhadap sampel dari kedua individu yang berasal dari Singapura tersebut, serta mengevaluasi risiko potensial terhadap masyarakat lokal.
Detail Pemeriksaan dan Isolasi
Sebagai langkah pencegahan, kedua warga Singapura akan menjalani isolasi selama 30 hari sejak hari terakhir mereka terpapar hantavirus, sebagaimana announced oleh CDA. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan setelah masa isolasi berakhir, untuk memastikan bahwa tidak ada gejala yang muncul atau penyebaran infeksi. Selama masa isolasi, mereka akan dipantau secara ketat oleh petugas kesehatan, sementara keluarga dan kontak erat juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan tambahan.
“Kami sangat yakin bahwa keputusan announced hari ini memberikan kepastian bahwa kedua penumpang ini tidak membawa hantavirus ke Singapura,” jelas juru bicara CDA. “Namun, kami tetap mengambil langkah-langkah preventif untuk memastikan keamanan publik.”
Pemeriksaan ini dilakukan setelah kapal pesiar MV Hondius melaporkan wabah hantavirus pada akhir April 2026. Hantavirus, yang termasuk dalam varian Andes, telah menyerang sejumlah penumpang di kapal tersebut, terutama yang berangkat dari pelabuhan Ushuaia, Argentina. Kedua warga Singapura yang terlibat dalam perjalanan ini tiba di Singapura pada 2 dan 6 Mei, dengan rencana untuk menjalani karantina selama 45 hari setelah tanggal paparan terakhir.
Konteks Wabah Hantavirus
Hantavirus merupakan penyakit yang menyebar melalui vektor seperti tikus, dengan gejala awal seperti demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Dalam kasus MV Hondius, varian Andes yang lebih berbahaya ditemukan, yang dapat menyebabkan penyakit hemoragik dan bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Announced oleh organisasi kesehatan internasional, keberadaan hantavirus di kapal tersebut memicu kekhawatiran global mengenai keamanan jalan penerbangan dan risiko penyebaran di luar negara asal wabah.
Setelah kapal pesiar tersebut berangkat dari Ushuaia pada 1 April, hantavirus mulai menyebar di antara penumpang. Seorang korban meninggal di Afrika Selatan, setelah berada dalam perjalanan dari St Helena ke Johannesburg pada 25 April. Meski korban tersebut tidak melakukan perjalanan ke Singapura, announced CDA menegaskan bahwa pengawasan terhadap penumpang yang terpapar harus tetap intensif.
Kapal MV Hondius juga menjadi perhatian khusus karena mengangkut sekitar 1.000 penumpang, sebagian besar dari negara-negara di Amerika Selatan. Dalam rangka mengurangi risiko penyebaran, CDA melakukan peninjauan terhadap kesehatan semua penumpang yang kemungkinan terpapar. Announced bahwa tidak ada infeksi yang terdeteksi pada dua warga Singapura tersebut, tetapi pemeriksaan terus berlangsung untuk menemukan apakah ada penumpang lain yang mengandung virus.
Langkah-Langkah Pencegahan
Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan penyebaran hantavirus, CDA telah menerapkan protokol yang lebih ketat bagi penumpang yang berasal dari daerah terjangkit. Kedua warga Singapura yang terlibat diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan tambahan, termasuk pemeriksaan darah dan gejala klinis, selama beberapa hari setelah mereka tiba di Singapura. Announced bahwa selama masa observasi, mereka tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan, sehingga memperkuat keputusan untuk melepas mereka dari karantina.
Kapal pesiar MV Hondius akan terus dipantau oleh tim kesehatan internasional, termasuk WHO dan OMS, untuk mengetahui dampak dari wabah hantavirus. Announced CDA juga meminta penumpang lain yang terlibat dalam perjalanan ini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, terutama yang mengunjungi negara-negara dengan risiko tinggi terhadap penyakit menular. Sementara itu, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi langkah-langkah pencegahan seperti mencuci tangan dan memakai masker di tempat umum.
Sebagai bagian dari upaya penegakan protokol kesehatan, CDA juga berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal pesiar dan badan kesehatan negara asal penumpang. Announced bahwa hasil pemeriksaan tersebut memberikan angin segar bagi masyarakat Singapura yang khawatir akan penyebaran hantavirus dari Kapal MV Hondius. Meski demikian, pihak berwenang masih berhati-hati dan akan terus memantau kondisi penumpang lain yang terpapar, terutama yang berada di area risiko tertentu.

