Dunia Selamat dari Kiamat Minyak, Siapa Kekuatan Besar di Baliknya?

3 months ago  ·  2 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
6b2f8b52-86b9-4859-a24e-9c584ec2d625-0

Dunia Selamat dari Krisis Minyak, Siapa Kekuatan Besar di Baliknya?

Dailynesia.com – Perang antara AS dan Iran memasuki minggu ke-10, tetapi pasar minyak global belum menunjukkan kepastian berkelanjutan. Meski keadaan di Selat Hormuz masih tidak stabil, dengan gangguan yang menyebabkan hilangnya sekitar 14 juta barel minyak per hari atau 14% dari produksi global, kekuatan besar di balik kenyamanan ini terus bekerja untuk memastikan ketersediaan pasokan. Sejumlah negara produsen minyak luar Teluk dan langkah strategis dari produsen utama seperti Amerika Serikat berperan krusial dalam mengendalikan situasi.

Mengutip The Economist, Selat Hormuz hingga kini masih tertutup. Setiap hari, jalur utama ini menjadi terhalang, sehingga mengakibatkan hilangnya hampir 14 juta barel minyak atau sekitar 14% dari total produksi global. Namun, meski pasokan terganggu, pasar tetap optimis karena ada penyesuaian dari pihak lain.

Kenaikan harga minyak mentah Brent mencapai US$107 per barel, tetapi ini belum menyentuh level tertinggi sebelumnya yang tercatat pada 2022 sebesar US$129 per barel. Dengan konflik berlangsung, analis menduga harga bisa naik hingga US$150-200 per barel jika pasokan tetap terganggu. Namun, sinyal positif dari Presiden Trump dan stabilisasi harga Dated Brent memberi harapan bahwa situasi akan segera membaik.

Negara Produsen di Luar Teluk: Pendorong Kestabilan Pasar

Di tengah ketidakpastian dari jalur Selat Hormuz, negara-negara produsen minyak di luar kawasan Teluk membantu mengurangi tekanan pada global supply. Kanada, misalnya, menambah ekspor setelah menurunkan impor, dengan kenaikan 400.000 barel per hari dalam empat pekan hingga 10 Mei dibandingkan periode sama tahun 2025. Venezuela dan Norwegia masing-masing menambah 200.000 barel per hari, sementara Brasil menyumbang 100.000 barel per hari. Penambahan ekspor terbesar berasal dari Amerika Serikat, yang mencapai hampir 9 juta barel per hari.

Menurut data Vortexa, ekspor minyak AS mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, dengan kenaikan 3,8 juta barel per hari dibandingkan masa sama tahun lalu. Proses pengiriman juga diatur secara intensif, mulai dari penandatanganan kontrak baru, peningkatan produksi, dan pemesanan kapasitas pipa menuju pelabuhan. Di terminal, minyak disimpan dalam tangki hingga dicampur dengan jenis yang sesuai sebelum dikirim ke dermaga. Selain itu, penurunan tajam impor minyak dunia menunjukkan pergeseran kebutuhan global.

Mesin Ekspor Minyak AS: Faktor Penyeimbang Global

Di tengah ketidakstabilan geopolitik, mesin ekspor minyak AS bergerak cepat untuk memenuhi permintaan pasar. Kenaikan tarif angkutan minyak dari Atlantik ke Asia dan Eropa juga memengaruhi dinamika permintaan. Dua kawasan ini menjadi tujuan utama minyak AS, dan kenaikan biaya bongkar muat berdampak pada peningkatan minat pembeli. WTI, acuan harga minyak AS, ditawarkan dengan diskon besar terhadap Brent dan Dubai, yang menjadi standar di Eropa dan Asia. Diskon ini bahkan sempat mencatat rekor.

Perluasan kapasitas produksi dan pengaturan distribusi secara efektif memastikan bahwa kekurangan pasokan global berkurang menjadi sekitar 8 juta barel per hari. Meski begitu, adanya pergeseran kebutuhan terus menjadi perhatian utama dalam Topik Covered ini. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pasar mulai memperkirakan bahwa krisis minyak tidak akan berlangsung terlalu lama.

MORE FROM THIS CATEGORY