Deretan Negara Paling Banyak Gunakan Air Tawar, Ada Indonesia?
Dailynesia.com – Di tengah isu kelangkaan air tawar yang semakin mengemuka, CNBC Indonesia menyelidiki daftar negara yang memiliki penggunaan air terbesar di dunia. Fokus utama penelitian ini adalah mengungkap pola konsumsi air tawar berdasarkan volume yang ditarik per individu, dengan data dari FAO AQUASTAT dan PBB sebagai dasar. Meski Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber air tawar yang melimpah, apakah negara ini termasuk dalam deretan negara paling banyak gunakan air tawar?
Analisis Global: Negara dengan Konsumsi Air Terbesar
Menurut hasil penelusuran, deretan negara paling banyak gunakan air tawar ditentukan oleh kebutuhan sektor pertanian, industri, dan sistem pendinginan energi. Dalam rangkaian 15 negara yang mendominasi penggunaan air, Turkmenistan mencatatkan penggunaan tertinggi dengan 125.155 kaki kubik per orang. Penyebab utamanya adalah sistem irigasi besar yang dirancang untuk budidaya kapas, sebuah komoditas yang sangat penting bagi ekonomi negara ini. Hal ini menciptakan tekanan ekstrem pada sumber air, seperti yang terjadi di Laut Aral yang menyusut karena aktivitas pertanian intensif.
Montenegro berada di urutan kedua, dengan konsumsi air tawar sebesar 68.652 kaki kubik per orang. Meski populasi negara ini hanya sekitar 627.702 orang, penggunaan air yang tinggi terjadi karena jaringan irigasi yang mengalirkan air dari sungai ke lahan pertanian. Di sisi lain, Selandia Baru menduduki peringkat ketiga dengan 61.907 kaki kubik per orang, menunjukkan bahwa negara dengan lingkungan alami kering tetap bisa menjadi salah satu pemakai air tawar terbesar.
Mengapa Negara Ini Mendominasi Daftar?
Deretan negara paling banyak gunakan air tawar secara umum terkait dengan struktur ekonomi dan kebijakan pengelolaan sumber daya. Negara-negara seperti Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan, misalnya, mengandalkan sektor pertanian yang besar sebagai pengguna utama air. Pada tahun 2023, penggunaan air untuk tanaman mencapai sekitar 70% dari total penarikan air tawar global, menurut laporan FAO AQUASTAT.
Kebutuhan industri juga menjadi faktor penting. Amerika Serikat dan Kanada, yang terdaftar dalam 20 besar, memiliki sistem industri yang modern dan menghabiskan air dalam jumlah besar untuk produksi. Selain itu, penggunaan air dalam pendinginan pembangkit listrik, terutama yang mengandalkan teknologi berbasis air, berkontribusi signifikan terhadap total konsumsi. Kebutuhan ini terutama terlihat di negara-negara dengan kepadatan penduduk rendah, seperti Estonia, yang mungkin tidak dikenal karena penggunaan air tawar yang tinggi.
Kasus Khusus: Indonesia dalam Peringkat?
Banyak orang mengira Indonesia tidak masuk dalam daftar negara paling banyak gunakan air tawar, tetapi fakta menunjukkan sebaliknya. Dengan populasi mencapai lebih dari 270 juta orang, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan volume penarikan air tawar signifikan. Namun, konsumsi air per orang di Indonesia relatif rendah dibandingkan negara-negara di daftar 15 teratas, yang menunjukkan bahwa penggunaan air tawar di sini lebih terdistribusi secara merata.
Hal ini berbeda dengan negara-negara yang terdaftar dalam puncak penggunaan air tawar, seperti Turkmenistan atau Selandia Baru. Di Indonesia, sektor pertanian dan rumah tangga menjadi pengguna terbesar, dengan industri hanya menyumbang sebagian kecil. Meski demikian, konsumsi air di Indonesia masih menjadi topik penting, terutama dalam konteks keberlanjutan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya air yang optimal.
Perbandingan dan Perspektif Regional
Dari perspektif regional, negara-negara di Eropa dan Asia memiliki pola penggunaan air yang berbeda. Estonia, misalnya, memiliki konsumsi air per orang yang tinggi meski ukuran negara kecil. Sebaliknya, negara seperti Iran, yang terdaftar di peringkat ke-12, mengalami tekanan berlebihan karena kombinasi kebutuhan pertanian dan pertumbuhan industri. Dalam konteks ini, Indonesia berada di posisi yang lebih baik karena menyeimbangkan penggunaan air untuk berbagai sektor tanpa mengorbankan ketersediaannya.
Meski Indonesia tidak masuk dalam 15 negara dengan penggunaan air tawar terbesar, negara ini tetap menjadi contoh penting dalam pemanfaatan sumber daya air yang efisien. Kebutuhan sektor rumah tangga dan pertanian di Indonesia justru menunjukkan bahwa penggunaan air tawar bisa berjalan harmonis dengan ketersediaan sumber daya alam. Ini menjadi pelajaran bagi negara-negara lain yang ingin mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

