Boeing Meraih Kesempatan Besar dari Pertemuan Trump-Xi Jinping
Dailynesia.com – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk perusahaan pabrikan pesawat besar dari AS, Boeing. Dalam diskusi yang terjadi, menurut laporan terkini, Trump menyatakan bahwa Tiongkok bersedia membeli sekitar 200 unit pesawat Boeing. Jumlah ini berpotensi meningkat hingga 750 unit, jika negara tersebut memperluas kebutuhan transportasi udara. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam membuka jalan bagi Boeing untuk memperkuat kehadiran mereka di pasar Tiongkok yang selama ini menjadi sengatan persaingan terutama dengan Airbus.
“Pertemuan Trump-Xi Jinping memberikan angin segar bagi Boeing setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan pesanan.”
Kesepakatan ini juga diharapkan memperkuat posisi Boeing sebagai salah satu produsen pesawat terbesar dunia. Dengan peningkatan volume pesanan dari Tiongkok, perusahaan dapat merebut pangsa pasar yang sebelumnya terpenuhi oleh pesaing mereka. Namun, peningkatan ini tidak terlepas dari faktor geopolitik dan kebijakan dagang yang berubah dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut data terkini, keputusan Tiongkok untuk membeli pesawat Boeing akan menggunakan mesin dari GE Aerospace. Faktor ini memperkuat aliansi strategis antara Boeing dan GE, yang kembali menjadi pendorong utama dalam perbaikan kinerja perusahaan. Sebelumnya, pesanan dari Tiongkok terhambat karena konflik dagang antara AS dan Tiongkok, serta regulasi pemerintah yang membatasi ekspor pesawat ke negara tersebut. Pertemuan Trump-Xi Jinping menjadi momentum untuk mengatasi hambatan-hambatan ini.
Topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut melibatkan kesepakatan perdagangan yang diharapkan mendorong kerja sama ekonomi antara kedua negara. Dengan adanya konsensus mengenai pembelian 200 unit pesawat Boeing, pihak AS berharap ini akan meningkatkan permintaan terhadap produk-produk lainnya, termasuk barang-barang teknologi dan layanan yang dipasok oleh perusahaan AS. Ini menjadi bagian dari upaya Trump untuk mengurangi ketergantungan Tiongkok pada industri lokal dan mendorong ekspor ke luar negeri.
Kemajuan Pemulihan Boeing di Tahun 2025
Kinerja Boeing menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pada 2025. Tahun lalu, perusahaan berhasil mengirimkan 600 unit pesawat komersial ke pelanggan global, angka tertinggi sejak 2018. Ini jauh lebih baik dibandingkan 2024, ketika hanya 348 pesawat yang dikirim. Peningkatan ini membuktikan bahwa produsen pesawat dari AS sedang bangkit setelah mengalami hambatan karena masalah produksi, pengawasan regulator, dan gangguan rantai pasok.
Topik yang dibahas juga mencakup kinerja keuangan Boeing yang membaik. Pendapatan perusahaan mencapai US$89,5 miliar pada 2025, meningkat 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Boeing mengalami kerugian bersih sebesar US$11,88 miliar, tetapi pada 2025 mereka mencatatkan laba bersih sebesar US$1,89 miliar. Pemulihan ini menunjukkan bahwa tekanan yang menghantam Boeing selama beberapa tahun terakhir mulai berkurang, seiring dengan kembalinya kepercayaan investor dan pelanggan.
Topik yang dibahas dalam laporan keuangan Boeing mencakup peningkatan total backlog yang mencapai rekor US$682 miliar. Angka ini didukung oleh 1.173 pesanan pesawat komersial yang masuk selama tahun lalu, termasuk pesanan dari Tiongkok. Penambahan backlog ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan keuntungan jangka panjang perusahaan. Meski masih ada tantangan, pertemuan Trump-Xi Jinping menjadi penopang signifikan dalam perjalanan pemulihan Boeing.
Boeing dalam Strategi Dagang Amerika Serikat
Pertemuan Trump-Xi Jinping menegaskan bahwa Boeing kembali menjadi bagian dari strategi dagang AS. Sebelumnya, perusahaan ini sering menjadi bahan perdebatan dalam perjanjian perdagangan antara AS dan Tiongkok, terutama karena ketergantungan Tiongkok pada produk Boeing. Dalam beberapa kesepakatan dagang, seperti yang dilakukan dengan Indonesia, komitmen pembelian pesawat Boeing juga menjadi bagian dari peningkatan kerja sama ekonomi. Topik yang dibahas dalam pertemuan ini menunjukkan bahwa kebijakan Trump tetap mengutamakan kepentingan industri penerbangan AS.
Boeing, sebagai salah satu perusahaan penerbangan terbesar dunia, selama ini menjadi salah satu simbol keberhasilan ekspor AS. Dengan keputusan Tiongkok untuk membeli pesawat Boeing, AS mendapatkan keuntungan ekonomi yang signifikan. Selain itu, ini juga mengurangi risiko negosiasi dagang yang sempat memperumit hubungan bilateral. Pemulihan Boeing di pasar Tiongkok menjadi cerminan dari perbaikan hubungan antara AS dan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

