Waktu Terbaik Minum Kopi yang Cegah Mati Muda Menurut Studi

3 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
ilustrasi-seorang-wanita-minum-kopi_169

Waktu Terbaik Minum Kopi yang Cegah Mati Muda Menurut Studi

Dailynesia.com – Jakarta – Konsumsi kopi tidak hanya berhubungan dengan rasa dan energi, tetapi juga terkait dengan panjang umur. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu minum kopi berpengaruh pada tingkat manfaat kesehatannya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal menemukan bahwa mengonsumsi kopi di pagi hari terkait dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Meski mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, para peneliti mengkhawatirkan bahwa minum kopi di sore atau malam hari bisa mengganggu ritme sirkadian tubuh, yang berpotensi meminimalkan manfaat kesehatannya. Dalam penelitian ini, dua pola konsumsi kopi dibandingkan: hanya di pagi hari dan sepanjang hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang hanya mengonsumsi kopi di pagi hari memiliki risiko kematian dini sebesar 16% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular turun hingga 31%. Sebaliknya, peminum kopi sepanjang hari tidak menunjukkan penurunan risiko yang signifikan.

Konsistensi Temuan Meski Dipengaruhi Faktor Lain

Temuan ini tetap konsisten meskipun para peneliti telah memperhitungkan berbagai faktor seperti pola tidur, usia, jenis kelamin, ras, etnis, pendapatan, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, kualitas diet, serta kondisi kesehatan seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Baik kopi berkafein maupun tanpa kafein tetap memberikan manfaat serupa bagi peminum di pagi hari.

“Ini adalah studi pertama yang mengevaluasi pola waktu konsumsi kopi dan dampaknya terhadap kesehatan,” kata Dr. Lu Qi, peneliti utama dan Direktur Pusat Penelitian Obesitas di Tulane University, seperti dikutip dari CNN International.

“Penelitian ini bersifat observasional, bukan eksperimen yang merupakan standar emas,” tambah Vanessa King, ahli gizi terdaftar sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, melalui email.

MORE FROM THIS CATEGORY