News

Harga BBM Bakal Disesuaikan Besok 1 Oktober? Ini Kata ESDM

10-negara-dengan-kenaikan-harga-bbm-paling-parah-1777285861333_169

Pertalite Dipastikan Tetap, BBM Non-Subsidi Dievaluasi untuk Oktober 2026

Dailynesia.com – Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak akan berubah sampai penghujung 2026, meskipun pasar minyak dunia sedang bergerak naik. Kepastian itu memberi ruang stabilitas bagi pengguna BBM bersubsidi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa kebijakan mempertahankan harga Pertalite telah ditetapkan. Artinya, kenaikan harga minyak mentah internasional tidak serta-merta diteruskan menjadi kenaikan harga Pertalite bagi masyarakat.

“Jadi kalau untuk (harga BBM) Pertalite, yang disampaikan sama Pak Menteri, sampai dengan akhir tahun kita mempertahankan. Ini tidak ada kenaikan untuk Pertalite, untuk subsidi,” kata Yuliot ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, dikutip Rabu (30/9/2026).

Perbedaan Mekanisme Pertalite dan Pertamax

Pertalite termasuk BBM bersubsidi, sehingga penetapan harganya berada dalam kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut membedakannya dengan produk non-subsidi, yang lebih mengikuti perubahan biaya dan dinamika pasar minyak.

Untuk kelompok BBM non-subsidi, termasuk Pertamax, penyesuaian harga tetap terbuka. Yuliot menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala pada awal bulan, dengan badan usaha menghitung perkembangan harga rata-rata selama satu periode.

“Yang ini (BBM) non subsidi, ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat, rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa penyesuaian,” ujar Yuliot.

Ia belum merinci besaran perubahan yang akan diberlakukan pada BBM non-subsidi. Namun, ia mengonfirmasi bahwa harga produk tersebut akan mengalami penyesuaian untuk periode Oktober 2026.

“Iya ada penyesuaian,” ujarnya.

Bagi konsumen, pengumuman ini berarti perhatian perlu diarahkan pada pengumuman harga masing-masing badan usaha saat memasuki 1 Oktober. Harga Pertalite tetap dipertahankan, sedangkan pengguna Pertamax dan jenis BBM non-subsidi lain berpotensi menghadapi perubahan tarif seiring evaluasi bulanan.

Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun

Tekanan pada pasar energi datang dari meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian arah negosiasi kedua negara, serta kemungkinan eskalasi di Selat Hormuz, masih menjadi faktor yang membayangi perdagangan minyak global.

Pada Selasa (29/9/2026), harga minyak dunia tercatat naik untuk hari kedua berturut-turut. Hingga pukul 10.39 WIB, minyak Brent menguat 1,5% menjadi US$106,9 per barel. Pada saat yang sama, minyak West Texas Intermediate atau WTI naik 1,4% ke US$93,91 per barel.

Sehari sebelumnya, dalam perdagangan Selasa (28/9/2026), minyak Brent naik 0,9% ke US$105,28 per troy ons. Harga WTI juga bergerak positif 0,2% menjadi US$92,6 per barel.

Penguatan harga tersebut terjadi walaupun ekspor minyak dari Timur Tengah pada September meningkat menjadi 12,8 juta barel per hari. Volume itu merupakan yang tertinggi sejak Februari. Kenaikan ekspor belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran pasar karena jalur pengiriman dan keamanan pasokan di kawasan tetap menjadi perhatian.

Dampak bagi Pengguna BBM

Pergerakan harga minyak mentah internasional dapat memengaruhi biaya pengadaan dan distribusi BBM, terutama pada produk yang tidak memperoleh subsidi. Karena itu, perubahan harga non-subsidi lazim dievaluasi secara periodik dengan mempertimbangkan kondisi pasar dalam satu bulan terakhir.

Meski harga global menjadi salah satu faktor penting, perubahan harga eceran tidak selalu memiliki arah atau besaran yang sama dengan pergerakan minyak harian. Evaluasi dilakukan dalam periode tertentu, sehingga konsumen perlu menunggu pengumuman resmi harga awal bulan untuk mengetahui angka yang berlaku.

Jaminan harga Pertalite hingga akhir tahun memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggunakan produk bersubsidi. Sementara itu, pemilik kendaraan yang memakai BBM non-subsidi perlu mencermati penyesuaian Oktober 2026, terutama ketika volatilitas minyak mentah masih dipengaruhi ketegangan geopolitik dan risiko pasokan energi.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM tetap membedakan perlakuan antara BBM subsidi dan non-subsidi. Pertalite dipertahankan pada harga yang berlaku hingga akhir tahun, sedangkan produk non-subsidi akan mengikuti hasil penilaian badan usaha terhadap perkembangan pasar.

Frequently Asked Questions

What is Harga BBM Bakal Disesuaikan Besok 1 Oktober?

Harga BBM Bakal Disesuaikan Besok 1 Oktober is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga BBM Bakal Disesuaikan Besok 1 Oktober matter?

Harga BBM Bakal Disesuaikan Besok 1 Oktober matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *