AI Membuka Kembali “Penglihatan” bagi Ribuan Tunanetra di 140 Negara
Dailynesia.com – Sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan kini memungkinkan penyandang tunanetra memperoleh gambaran visual tentang lingkungan sekitar mereka—tanpa perlu menjalani operasi. Aplikasi bernama ScribeMe tersebut telah diunduh dan dimanfaatkan oleh ribuan pengguna di 140 negara, tersedia baik di perangkat iPhone maupun ponsel Android.
Cerita di Balik Layar: Dari Kehilangan Cahaya ke Penciptaan Teknologi
Mark Morad pertama kali merasakan gangguan penglihatan pada tahun 2018. Berbagai pemeriksaan di Mesir maupun di luar negeri tidak mampu mengidentifikasi penyebab pasti. Yang tersisa hanyalah peringatan medis: ia akan kehilangan penglihatan secara permanen akibat kondisi langka pada saraf optik yang hingga kini belum memiliki obat.
Pada akhir 2021, kedua kakak beradik itu sama-sama kehilangan kemampuan melihat. Prosesnya berbeda—Karen, adiknya, mengalami penurunan tajam dalam rentang sekitar enam bulan, sementara Mark kehilangan penglihatan secara bertahap selama hampir tiga tahun.
Kehilangan penglihatan itu juga menghantam pendidikan Mark. Aplikasi pembaca layar yang ia andalkan tidak mampu menerjemahkan grafik, diagram, maupun persamaan matematika dan fisika. Ia kemudian menghubungi sejumlah pengembang di luar negeri yang mengerjakan teknologi serupa, tetapi tidak satu pun memberikan respons. Tanpa bimbingan, Mark belajar membangun aplikasi sendiri melalui tutorial-tutorial di YouTube.
Pada 2023, versi awal aplikasi itu berhasil ia rancang. Pengakuan dalam berbagai kompetisi teknologi—termasuk Vodafone AI Assistive Tools Hackathon pada 2024—memberikan dorongan agar pengembangan berlanjut lebih jauh. Dari sekadar pemindai dokumen, ScribeMe bertransformasi menjadi asisten visual berbasis AI yang mampu memahami kondisi sekitar melalui kamera ponsel dan menjawab pertanyaan pengguna secara langsung.
Pengalaman Karen: Safari yang “Terlihat” Ulang
Karen Morad, siswi asal Kairo, Mesir, kehilangan penglihatannya lima tahun lalu. Namun saat berlibur ke Kenya pada Juni 2026, ia merasakan sesuatu yang sebelumnya mustahil baginya: seolah-olah ia kembali “melihat” suasana safari. Aplikasi ScribeMe, yang dikembangkan oleh kakaknya sendiri dan telah terintegrasi dengan kacamata pintar Meta, memberikan deskripsi audiovisual secara real time—menjelaskan jenis hewan di dekatnya, jaraknya, hingga aktivitas yang sedang dilakukan hewan tersebut.
“Saya selalu berpikir ini tidak mungkin terjadi, tetapi ternyata terjadi dan saya benar-benar bisa melihat,” kata Karen, dikutip dari Reuters, Rabu (19/8/2026).
Aksesibilitas, Bahasa, dan Ketersediaan
ScribeMe dirancang khusus bagi mereka yang sepenuhnya tunanetra. Aplikasi ini mendukung 20 bahasa, termasuk bahasa Arab—fitur yang menurut Mark tidak ditemukan pada sejumlah aplikasi sejenis di pasaran. Integrasi dengan kacamata pintar Meta memungkinkan pengguna memperoleh informasi visual tanpa harus memegang ponsel, sehingga tangan tetap bebas untuk menggenggam tongkat saat berjalan.
ScribeMe dapat diunduh secara gratis. Sejumlah fitur tambahan tersedia melalui layanan berlangganan dengan tarif US $20 per bulan atau US $200 per tahun.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Temuan Baru Bikin Orang Buta Bisa?
Temuan Baru Bikin Orang Buta Bisa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Temuan Baru Bikin Orang Buta Bisa matter?
Temuan Baru Bikin Orang Buta Bisa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

