Pengiran Raabi’atul Adawiyyah: Dari Bangsawan Brunei Hingga Menantu Sultan
Dailynesia.com – Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kembali menjadi sorotan publik Indonesia setelah istana Brunei Darussalam resmi mencabut gelar kerajaannya. Pencabutan gelar ini menjadi berita hangat yang ramai dibicarakan di berbagai media sosial dan portal berita nasional. Sang menantu Sultan Hassanal Bolkiah ini dituduh melakukan perbuatan yang dinilai tidak sesuai dengan martabat keluarga kerajaan. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi detail mengenai alasan spesifik pencabutan gelar tersebut.
Akar Keluarga dan Latar Belakang
Pengiran Raabi’atul Adawiyyah lahir pada tanggal 27 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor’aismah. Dalam keluarganya, Raabi’atul memiliki sembilan saudara kandung. Salah satunya adalah Awangku Abd Aziz Hafizuddin yang kini berkarier di maskapai penerbangan Royal Brunei Airlines.
Sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan, Raabi’atul telah memiliki pengalaman profesional yang solid di bidang teknologi informasi.
Pernikahan Mewah dengan Putra Sultan
Status Raabi’atul sebagai anggota keluarga kerajaan Brunei resmi setelah ia menikah dengan Pangeran Abdul Malik. Sang pangeran merupakan putra dari Sultan Hassanal Bolkiah dan Ratu Saleha. Upacara pernikahan yang megah ini berlangsung selama sebelas hari, tepatnya dari tanggal 5 hingga 15 April, dan diselenggarakan di Istana Nurul Iman sebagai kediaman resmi Sultan Brunei.
Kedua mempelai mengenakan busana yang dihiasi berlian serta berbagai batu permata berharga. Raabi’atul memamerkan tiara berlian dengan enam batu zamrud, kalung berlian dengan tiga zamrud berukuran besar, serta sepatu Christian Louboutin yang dihiasi kristal Swarovski. Sementara itu, Pangeran Abdul Malik mengenakan seragam upacara militer dengan ornamen berlian pada bagian bahu dan kerah.
Kemewahan juga terlihat saat kedua mempelai berganti busana untuk acara malam. Raabi’atul tampil anggun dalam gaun ungu dengan hiasan manik-manik serta sulaman benang perak. Yang menarik, buket yang dibawa Raabi’atul dalam pernikahan tersebut bukan terbuat dari bunga segar, melainkan rangkaian permata yang indah.
Karier di Bidang Teknologi dan Data
Sebelum memasuki lingkungan istana, Raabi’atul telah menempuh pendidikan dan bekerja di sektor teknologi informasi. Ia memiliki berbagai sertifikasi profesional, termasuk Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, serta Adobe Certified Certificate. Selain itu, ia juga pernah mengikuti program pelatihan ICT Youth Development Programme.
Pengalaman kerjanya dimulai sebagai System Data Analyst di BAG Networks, sebuah perusahaan konsultan IT yang berbasis di Brunei. Pada tahun 2013, ia melanjutkan karier sebagai IT Instructor di HAD Technologies. Dengan demikian, sebelum menyandang status sebagai menantu Sultan, Raabi’atul telah memiliki rekam jejak profesional yang kuat.
Aktivitas Keagamaan dan Hobi
Selain berkarier di bidang teknologi, Raabi’atul juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan, khususnya kompetisi membaca Al-Qur’an. Pada usia 13 tahun atau tahun 2005, ia telah mewakili sekolahnya dalam kompetisi membaca Al-Qur’an. Tiga tahun kemudian, tepatnya tahun 2008, ia kembali berpartisipasi dalam Skim Tilawah Al-Qur’an Remaja serta kompetisi nasional Dikir Dabai’ie antarsekolah menengah di Brunei.
Aktivitasnya di lingkungan pendidikan juga membuat Raabi’atul dipercaya menjadi Ketua Prefek di Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah Religious School yang berlokasi di Berakas.
Di kalangan keluarga dan teman dekat, Raabi’atul dikenal sebagai sosok yang anggun dan memiliki pola pikir positif. Ia gemar membaca buku-buku bertema Islam, terutama literatur yang membahas peran perempuan Muslim. Selain membaca, ibu dari empat anak ini juga memiliki ketertarikan terhadap musik dan olahraga. Badminton serta squash menjadi beberapa jenis olahraga yang digemarinya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pengiran Raabi’atul
Siapa Pengiran Raabi’atul Adawiyyah? Pengiran Raabi’atul Adawiyyah adalah putri bangsawan Brunei yang menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra Sultan Hassanal Bolkiah.
Kapan gelar kerajaannya dicopot? Gelar kerajaannya dicopot oleh istana Brunei setelah dituduh melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan martabat keluarga kerajaan.
Berapa banyak saudara kandung Pengiran Raabi’atul? Ia memiliki sembilan saudara kandung, termasuk Awangku Abd Aziz Hafizuddin yang bekerja di Royal Brunei Airlines.
Apa pekerjaan Pengiran Raabi’atul sebelum menikah? Sebelum menikah, ia bekerja sebagai System Data Analyst di BAG Networks dan kemudian sebagai IT Instructor di HAD Technologies.
Berapa jumlah anak Pengiran Raabi’atul? Pengiran Raabi’atul memiliki empat anak dari pernikahannya dengan Pangeran Abdul Malik.

