Sering Disepelekan, Begini Manfaat Timun untuk Gula Darah & Kesehatan

2 hours ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
mentimun-1751965979900_169

Manfaat Timun yang Sering Terlupakan untuk Kesehatan dan Gula Darah

Dailynesia.com – Ketika membicarakan makanan bernutrisi tinggi, mentimun mungkin bukan pilihan pertama yang muncul di pikiran. Akan tetapi, para ahli gizi tetap memasukkan sayuran ini ke dalam rekomendasi pola makan sehat. Kimberly Dong, profesor nutrisi dan kesehatan masyarakat dari Tufts University School of Medicine, menjelaskan bahwa meskipun timun tidak menduduki peringkat teratas dalam kepadatan nutrisi dibandingkan buah dan sayuran lainnya, sayuran ini tetap menjadi pilihan yang menyehatkan.

Kandungan kalorinya yang rendah, air yang melimpah, serta serat dalam jumlah kecil menjadikan timun sebagai camilan yang baik. Tekstur renyah dan rasa ringan membuat sayuran ini mudah dipadukan dengan berbagai jenis makanan. Mengutip informasi dari Channel News Asia (CNA), berikut adalah beberapa manfaat timun bagi kesehatan tubuh.

Mendukung Kesehatan Metabolik

Timun dinilai memiliki pengaruh kecil terhadap peningkatan kadar gula dalam darah. Satu buah timun mengandung sekitar 11 gram karbohidrat dan 1,5 gram serat. Mengingat kandungan karbohidratnya yang relatif rendah, Hill dari Texas Christian University menyatakan bahwa timun aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Serat yang terkandung di dalamnya membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga kadar gula darah dapat tetap terkendali.

Beberapa penelitian pada manusia maupun hewan menunjukkan bahwa konsumsi timun atau ekstraknya mungkin memberikan dampak positif terhadap kadar insulin, kolesterol, trigliserida, hingga tekanan darah. Salah satu contoh terlihat dalam uji klinis tahun 2016 yang melibatkan 47 pasien dengan kadar kolesterol dan trigliserida sedikit meningkat.

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi kapsul yang mengandung ekstrak biji timun setiap hari, sedangkan kelompok lainnya mendapatkan plasebo. Setelah enam minggu, kelompok yang mengonsumsi ekstrak biji timun menunjukkan perbaikan kadar kolesterol darah dibandingkan kelompok plasebo.

Dong menekankan bahwa penelitian mengenai manfaat tersebut masih terbatas dan berada pada tahap awal. Dengan demikian, timun tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan untuk diabetes, kolesterol tinggi ataupun gangguan metabolik lainnya.

Membantu Tubuh Tetap Terhidrasi

Salah satu keunggulan utama timun adalah kandungan airnya yang sangat tinggi. Sekitar 96% bagian timun terdiri atas air sehingga dapat menjadi sumber tambahan cairan, terutama saat cuaca panas. Sebagai gambaran, satu buah timun dengan kulit seberat sekitar 297 gram mengandung sedikit lebih dari satu cangkir air dan hanya sekitar 45 kalori.

Profesor ilmu gizi Texas Christian University Gina Jarman Hill mengatakan, terdapat anggapan keliru bahwa timun termasuk “makanan berkalori negatif”. Istilah tersebut merujuk pada makanan yang diklaim membutuhkan lebih banyak kalori untuk dicerna dibandingkan kalori yang dikandungnya. Menurut Hill, sebenarnya tidak ada makanan dengan kalori negatif. Namun, karena kandungan kalori timun sangat rendah, sayuran ini mendekati gambaran tersebut.

Selama memperhatikan makanan pendampingnya, kata Hill, tidak ada alasan untuk membatasi konsumsi timun.

Pengganti Camilan Olahan

Timun juga dapat menjadi alternatif camilan rendah kalori. Irisan timun, misalnya, bisa digunakan untuk menggantikan makanan ringan olahan seperti keripik dan biskuit. Dong menyarankan timun dikombinasikan dengan makanan kaya serat seperti saus berbahan kacang-kacangan atau hummus.

Isaac Bernal, chef asal New York, mengatakan timun juga dapat menambah volume pada makanan tanpa menambahkan banyak kalori. Kandungan air dan teksturnya sekaligus membuat makanan terasa lebih ringan dan segar.

Acar Fermentasi untuk Kesehatan Usus

Manfaat timun juga dapat diperoleh dalam bentuk acar, terutama acar yang dibuat melalui proses fermentasi. Heewon L Gray, profesor nutrisi dan dietetika University of South Florida, menjelaskan bahwa acar fermentasi dibuat dengan merendam timun dalam larutan garam yang memungkinkan bakteri bermanfaat berkembang.

Makanan fermentasi sendiri telah dikaitkan dengan penurunan peradangan serta kesehatan saluran pencernaan yang lebih baik. Namun, tidak semua acar merupakan produk fermentasi. Acar biasa dapat melalui proses pasteurisasi atau dibuat menggunakan cuka untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

Acar fermentasi umumnya disimpan di bagian pendingin dan memiliki keterangan seperti “fermented”, “probiotic”, atau “containing live cultures” pada kemasannya. Meski demikian, kandungan garamnya perlu diperhatikan. Satu potong acar dill dapat mengandung sekitar 326 miligram natrium atau setara dengan 14 persen asupan harian yang direkomendasikan.

Frequently Asked Questions

What is Sering Disepelekan Begini Manfaat Timun?

Sering Disepelekan Begini Manfaat Timun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sering Disepelekan Begini Manfaat Timun matter?

Sering Disepelekan Begini Manfaat Timun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category