Banyak Orang China Jadi Pengusaha Sukses, Rahasianya Tidak Terduga

2 hours ago  ·  4 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
ilustrasi-bendera-china-1784098570485_169-1

Mengungkap Mengapa Banyak Orang China Jadi Pengusaha Sukses

Dailynesia.com – Banyak Orang China Jadi Pengusaha dan membangun imperium bisnis yang tangguh. Fenomena ini bukan sekadar kebetulan statistik, melainkan hasil dari warisan budaya, nilai-nilai kehidupan, dan strategi bertahan hidup yang telah diwariskan selama berabad-abad. Di Indonesia khususnya, kehadiran masyarakat keturunan China yang sukses dalam dunia bisnis memang bukan hal yang mengejutkan bagi siapa pun yang mengamati perkembangan ekonomi nasional.

John Kao, seorang peneliti terkemuka dari Harvard Business Review, telah melakukan wawancara mendalam terhadap lebih dari 150 pelaku usaha keturunan Tionghoa, baik yang berada di dalam maupun luar negeri China. Temuan utamanya menunjukkan bahwa tradisi Konfusianisme memegang peranan sangat krusial dalam menjalankan roda bisnis mereka. Nilai-nilai ini membentuk cara berpikir dan bertindak para pengusaha hingga saat ini.

Konfusianisme merupakan sistem nilai yang berkembang di wilayah budaya Asia Timur, mencakup China, Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Vietnam. Paham ini menekankan pentingnya keharmonisan antarindividu dengan tujuan menciptakan kehidupan yang penuh kasih sayang dan saling menghargai. Dalam konteks bisnis, keharmonisan ini diterjemahkan menjadi hubungan bisnis yang kuat berbasis kepercayaan dan kekerabatan.

Profil Para Pengusaha Tionghoa

Hasil penelitian Kao mengungkapkan fakta menarik mengenai latar belakang para pengusaha ini. Sebanyak 90 persen dari 150 responden merupakan generasi pertama yang meninggalkan China saat kondisi perang. Selain itu, 40 persen di antaranya pernah merasakan dampak langsung dari bencana politik, termasuk Revolusi Kebudayaan yang terjadi pada tahun 1966-1976.

Dalam hal kehilangan harta benda, 32 persen pengusaha mengaku pernah kehilangan rumah mereka di masa lalu. Sementara itu, 28 persen lainnya mengalami kerugian finansial akibat bencana ekonomi yang melanda China. Pengalaman-pengalaman pahat inilah yang membentuk mentalitas kuat para warga keturunan Tionghoa hingga kini.

Mentalitas bertahan hidup di tengah badai kehidupan, ditambah dengan pengalaman sebagai penyintas sejarah kelam China, telah membentuk karakter kuat para warga keturunan Tionghoa hingga kini. Inilah sebabnya mengapa mereka dikenal memiliki sifat ulet dan rajin bekerja keras. Banyak Orang China Jadi Pengusaha karena mereka memahami bahwa usaha adalah jalan terbaik untuk meraih stabilitas.

Akar Sejarah dan Prinsip Bisnis

Pada masa China kuno, para petani harus berjuang keras menghadapi berbagai ancaman seperti badai, kekeringan, dan serangan hama. Bagi para imigran Tionghoa, membuka usaha menjadi strategi utama untuk bertahan hidup, terutama saat terjadi krisis atau perpecahan sosial. Tradisi ini terus berlanjut hingga generasi modern.

Dengan dinamika politik dan sosial China yang terus berubah, masyarakat keturunan Tionghoa memegang teguh sejumlah nilai dan prinsip penting:

  1. Melakukan penghematan agar dapat terus bertahan hidup
  2. Memiliki tabungan sebanyak-banyaknya
  3. Selalu bekerja keras untuk menghindari kemungkinan terburuk yang tidak terduga
  4. Menganggap keluarga sebagai satu-satunya pihak yang dapat dipercaya
  5. Lebih mengutamakan pendapat kerabat yang kurang kompeten dalam bisnis keluarga dibandingkan penilaian orang asing yang ahli
  6. Mentaati sistem yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin perusahaan demi menjaga keselarasan dan arah bisnis
  7. Melakukan investasi berdasarkan kekerabatan atau afiliasi keluarga, bukan prinsip abstrak
  8. Lebih memilih memiliki barang berwujud seperti bangunan, sumber daya alam, dan emas batangan daripada barang tidak berwujud seperti sekuritas atau kekayaan intelektual

Berdasarkan nilai-nilai tersebut, tidak mengherankan jika banyak masyarakat keturunan Tionghoa, khususnya generasi pertama, mendirikan berbagai bisnis yang menghasilkan barang berwujud. Contoh termasuk perusahaan real estate, perkapalan, dan ekspor-impor. Industri-industri ini umumnya memerlukan rentang kendali yang terbatas dan dapat dikelola secara efektif oleh sekelompok kecil orang dalam yang anggotanya berasal dari keluarga sendiri.

Jika diperhatikan dengan saksama, sebagian pengusaha keturunan Tionghoa cenderung mengelola perusahaannya seperti layaknya kaisar China mengelola kerajaannya. Oleh karena itu, wajar bila aset bisnis biasanya hanya diwariskan kepada anggota keluarga. Bahkan di Asia, para jajaran eksekutif dalam bisnis profesional tidak pernah ragu menerima anggota keluarga sebagai pemimpin perusahaan mereka.

Mengacu kembali pada penelitian Kao, sebagian besar pengusaha keturunan Tionghoa tetap berpegang pada pepatah Tiongkok kuno:

“Lebih baik menjadi kepala ayam daripada menjadi ekor sapi besar.”

Pada era modern ini, pepatah tersebut bermakna bahwa mereka lebih memilih menjadi bos di bisnis milik sendiri meskipun skalanya kecil, daripada menjadi bawahan di sebuah perusahaan besar. Banyak Orang China Jadi Pengusaha karena mereka berani mengambil risiko dan membangun sesuatu dari nol.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pengusaha Tionghoa

Mengapa banyak Orang China Jadi Pengusaha? Warisan budaya Konfusianisme dan pengalaman sejarah sebagai penyintas bencana politik dan ekonomi membentuk mentalitas kuat yang mendorong mereka untuk berwirausaha.

Apa nilai utama yang dipegang pengusaha Tionghoa? Keluarga, kerja keras, penghematan, dan kepercayaan terhadap kerabat adalah nilai-nilai inti yang menjadi fondasi bisnis mereka.

Bagaimana tren bisnis Tionghoa di era digital? Meskipun tetap berpegang pada nilai tradisional, banyak pengusaha Tionghoa kini mengadopsi teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Apakah bisnis keluarga masih dominan? Ya, sebagian besar bisnis keluarga Tionghoa tetap dikelola secara internal dengan anggota keluarga memegang posisi kunci dalam manajemen.

MORE FROM THIS CATEGORY