Kayu 300 Juta Tahun Ungkap Sejarah Panjang Geologi Bumi

2 hours ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
hutan-dok-freepik-1744794147032_169

Kayu 300 Juta Tahun Ungkap Sejarah Panjang Geologi Bumi yang Tersembunyi

Dailynesia.com – Sebuah penemuan ilmiah yang mengejutkan telah berhasil mengungkap rekaman sejarah geologi yang mencakup rentang waktu ratusan juta tahun. Penelitian terbaru ini berfokus pada kayu fosil yang ditemukan di Pegunungan Kyffhäuser, tepatnya di Cekungan Saale, Jerman Utara. Fosil berukuran kecil ini ternyata menyimpan informasi yang sangat kaya tentang evolusi wilayah tersebut selama periode waktu yang sangat panjang.

Proses Mineralisasi Berlangsung dalam Empat Tahap Penting

Kayu-kayu purba yang berasal dari pohon-pohon raksasa di Periode Karboniferus awalnya terkubur di dasar sungai wilayah tropis benua super Pangaea. Selama jutaan tahun berikutnya, material organik ini mengalami transformasi melalui empat tahap mineralisasi kuarsa dengan variasi suhu dan tekanan yang berbeda-beda. Setiap tahap memberikan petunjuk berharga tentang kondisi lingkungan pada masa tersebut.

Tahap pertama terjadi antara 304 hingga 299 juta tahun lalu. Pada masa itu, asam silisik meresap ke dalam kayu yang terkubur dan membentuk opal. Struktur opal ini berhasil mempertahankan bentuk dinding sel secara detail. Selanjutnya, pada periode 299 hingga 290 juta tahun lalu, fosil mengalami pemanasan hingga mencapai suhu 50 hingga 70 derajat Celcius. Proses ini mengubah opalisasi menjadi kristal kuarsa halus yang lebih stabil.

Transformasi Kimia dan Pembentukan Kristal Baru

Setelah lapisan-lapisan strata menumpuk di atas kayu yang sedang mengalami mineralisasi, terjadi penggantian sebagian besar kuarsa halus oleh kristal kuarsa-hematit yang teksturnya lebih kasar. Proses ini diikuti oleh masa stagnasi yang cukup panjang sebelum paparan suhu ekstrem antara 170 hingga 290 derajat Celcius memicu pembentukan kristal euhedral berbentuk balok.

Tahap terakhir melibatkan produksi kuarsa barit yang memiliki karakteristik unik. Mineral ini menghasilkan cahaya biru ketika berinteraksi dengan elektron, fenomena yang dikenal sebagai katodoluminesensi. Karakteristik ini menjadi kunci penting dalam penentuan usia kristal.

Garis Waktu Transformasi Kristal yang Akurat

Tim peneliti menyusun analisis komprehensif terhadap usia kristal yang tersisa untuk membangun garis waktu transformasi secara akurat. Berdasarkan data yang dikumpulkan, kuarsa-hematit terbentuk sekitar 257 hingga 260 juta tahun yang lalu. Sementara itu, kuarsa euhedral muncul antara 180 hingga 150 juta tahun lalu, dan kuarsa barit terbentuk kira-kira 100 juta tahun yang lalu.

Semua proses geologis ini bergantung pada kondisi suhu dan tekanan tertentu yang berkaitan erat dengan kedalaman kayu tertanam di dalam tanah selama periode mineralisasi berlangsung. Dari sini, para ilmuwan dapat memperkirakan jumlah material yang menimpa kayu pada setiap titik dalam sejarah transformasinya.

“Karena kayu yang membatu terdapat di banyak formasi batuan seluruh dunia, ini akan membuka sumber informasi berharga, memberi ilmu pengetahuan alat baru menelusuri evolusi benua,” ucap Dr. Steffen Trumper dari Universitas Münster, Jerman.

Dr. Trumper menambahkan kekagumannya terhadap temuan ini. Ia menyatakan bahwa fosil yang tidak lebih besar dari telapak tangan tersebut mampu merangkum sejarah geologi seluruh wilayah selama ratusan juta tahun. Penelitian ini dipublikasikan oleh IFL Science pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Frequently Asked Questions

Apa itu kayu 300 juta tahun? Kayu 300 Juta Tahun Ungkap adalah fosil kayu purba yang ditemukan di Jerman dan telah mengalami proses mineralisasi selama ratusan juta tahun, menyimpan informasi geologi yang berharga.

Di mana lokasi penemuan fosil ini? Fosil kayu ini ditemukan di Pegunungan Kyffhäuser, tepatnya di Cekungan Saale, Jerman Utara, sebuah wilayah yang memiliki sejarah geologi yang kompleks.

Berapa lama proses mineralisasi berlangsung? Proses mineralisasi berlangsung dalam empat tahap utama yang dimulai dari 304 juta tahun lalu hingga sekitar 100 juta tahun yang lalu, dengan variasi suhu dan tekanan yang berbeda.

Apa signifikansi penemuan ini bagi ilmu pengetahuan? Penemuan ini memberikan alat baru bagi ilmuwan untuk menelusuri evolusi benua dan memahami kondisi geologi masa lalu melalui analisis kristal yang terbentuk dalam kayu fosil.

MORE FROM THIS CATEGORY